Breaking News

19 December, 2014

[PUISI ] CINTAILAH HIDUPMU

Oleh : Benedict Maria

Salah bila kamu bilang tak ada yang menerima dirimu!
Ada pintu rumah, yang menyediakan kamar untukmu.
Ada pintu kantor, yang menerima dirimu bahkan kamu dihargai walau itu hanya rupiah.
Ada pintu hati orang tuamu,
Ada pintu hati sanak saudaramu,
Ada pintu hati temanmu,
Ada pintu hati kekasihmu,
Ada pintu hati anakmu,
Ada pintu hati saudaramu,
Ada pintu hati musuhmu, walau menyebalkan tapi kamu selalu dipikirkan olehnya.

Jika kamu masih tetap merasa tidak dicintai,
Untuk buang hajatmu saja.
Masih ada pintu toilet gratis yang disediakan untukmu.
Jika tak ada pintu rumah bagimu.
Masih ada pintu jagat raya,
Kolong jembatan, Rumah sakit, kantor polisi.
Jika kamu mau istirahat dengan aman walau tak nyaman.
Jika tak ada cinta yang kau dapatkan di semua tempat kamu rasa.
Duduklah di taman dan serap keheningan dari sucinya hatimu!
Dengarlah sahabatku!

Di sana,
Masih ada rumah yang dianggap orang rumah Tuhan.
Ada pintu masjid atau musolah dengan adzannya,
Ada pintu gereja dengan loncengnya yang berdentang sewaktu-waktu,
Atau
Pintu wihara dan pura, dengan dupanya yang wangi,
Menenangkanmu saat bermeditasi.
Kamu hanya perlu merenung sesaat sahabatku,
Cintailah hidupmu karna kelahiranmu membawa misi Tuhan untuk kebaikan orang-orang di sekitarmu.
Memang hidup ini singkat tapi bukan berarti kesusahan hidup ini,membawamu jauh dari kenyataan yang pada hakekatnya selalu silih berganti.
Menangis sebentar saja, sama seperti pada saat kamu tertawa.
Jika terlalu lama pun kamu bisa menangis juga.
Inilah renunganku tentang betapa berharganya hidupku, jika setiap berkat kehidupan yang Tuhan beri ini kusyukuri.

Salam buat semua sahabatku dimana pun kalian berada,
Ingatlah selalu ada pintu untukmu.
Tinggal hatimulah yang memilih dimana pintu yang bisa membuatmu dapat saling berbagi,
Pintu mana yang ingin kamu ketuk sahabat?
Tanyalah pada dirimu sendiri, karena di belakang pintu itu ada kandungan cinta yang mengakui dirimu, bahwa kamu sangat bernilai tinggi.
Tutup mata untuk hal yang tak baik,
Tutup telingamu untuk kata-kata yang tak sedap.
Biarkanlah jiwamu merasa bebas -sebebasnya, merasakan betapa luar biasanya Tuhan itu memelihara hidupmu dan hidup saya.
Jika tak kamu temukan siapapun di dalam ruangan itu saat kamu mengetuk pintu, Bukan berarti tidak ada siapa pun.

Di sana masih ada malaikat penjagamu bahkan Tuhan yang selalu setia dengan mataNya yang jeli, TelingaNya yang tajam dan tanganNya yang tiada pernah terlambat apalagi lalai terhadap dirimu.

Coretan hati dini hari,
Bekasi,
09 des 2014

18 December, 2014

Reaksi Spontan yang Positif


Oleh : Noor Ruly Abyz Wigati

Ketika ananda memecahkan vas bunga kesayangan bunda, kira-kira apa ya reaksi spontan yang muncul?
Mungkin, ananda sangat terkejut hingga menangis, mungkin juga gemetar ketakutan, atau malah pura-pura cuek seolah nggak terjadi apa-apa.


Sementara ibundanya mungkin spontan berteriak karena kaget dan kesal, mungkin juga ngomel sambil membersihkan keping-keping kaca yang berantakan, sembari menyuruh ananda pergi dari TKP dengan dalih khawatir luka kena pecahan kaca. atau malah tersenyum dan memeluk ananda untuk mengajak 'berdamai'


Para ibu dan calon ibu yang doyan nulis....


Reaksi spontan seringkali negatif dan tak terkendali, sesudahnya biasanya muncul penyesalan. Nah, memunculkan reaksi spontan yang positif itu bukan berarti nggak bisa loh... memang sih perlu latihan untuk membiasakan diri. Satu hal yang mungkin bisa membantu kita untuk bisa mengendalikan emosi yang datang tak diundang adalah, segera tarik nafas panjang untuk mengalirkan oksigen sebanyak-banyaknya ke otak kita, tarik senyum dan tiupkan angin dari mulut biar hawa panas di wajah menjauh, hehehe...


Reaksi spontan ibu terhadap prilaku salah anak, biasanya akan diingat dan ditandai ( kata orang jawa dititeni) oleh ananda, jika tidak menyenangkan, maka ananda akan menghindari dengan tidak mengakui perbuatan salahnya ataupun mengalami trauma ketakutan jika ketahuan.


Jadi, mari berlatih untuk membiasakan reaksi spontan yang positif pada kesalahan ananda dan semua orang .....
Semoga bermanfaat yaa.....

04 December, 2014

[ Tips Menulis Traveling #21 ] : Memilih Tema Tulisan Traveling

Oleh  : Arini Tathagati

Selamat malam Ibu-Ibu, selamat berjumpa lagi di kelas Tips Menulis Traveling yang hadir tiap Kamis minggu pertama pukul 20.30-22.00 WIB. :)

Hari ini kita kembali ke materi awal, yaitu tentang memilih tema tulisan traveling. Pada dasarnya, sama seperti membuat jenis tulisan yang lain, untuk membuat tulisan traveling kita harus menentukan tema. Biasanya setelah kita menentukan destinasi yang menjadi tujuan kita, kita menentukan tema apa yang mau diangkat. Tema tersebut bisa berupa pengalaman selama berwisata, ulasan kehidupan masyarakat di destinasi tersebut, makanan khas daerah tersebut, atau perjalanan khusus misalnya pengalaman saat ibadah umroh. Tema ini akan mendasari penyusunan kerangka/outline penulisan, yang kemudian menjadi dasar dalam mengembangkan tulisan traveling.

Sekarang kita berandai-andai, jika pada akhir tahun 2014 kita pergi berwisata ke suatu tempat dan berniat untuk menuliskan pengalaman kita saat bepergian, kira-kira tema apa yang ingin ditulis? Mari berdiskusi!

Kerupuk vs Sambal

Oleh :  Anna Farida

EYD Hari ini

Penjual nasi kuning: "Pakai krupuk, enggak, Neng?"
Pembeli: "Enggak, Bu. Pakai kerupuk."
PNK: "Lha iya, pakai krupuk, kan?"
P: "Bukan krupuk, Bu. Kerupuk."
PNK: "Maksudnya apa, sih? Mau kepruk saja?" ‪#‎suaranaik‬
P: "Di KBBI tertulis 'kerupuk', kok."
PNK: "Halah, beli naskun saja repot. Ini enam ribu!" ‪#‎emosijiwa‬
P: "Eh, iya, maaf. Maaf. Eh, tadi pakai sambel, kan, Bu?"
PNK: "Sambal, bukan sambel! Di KBBI tertulis 'sambal'!"