Breaking News

21 June, 2014

MEMBANGUN SEMANGAT MENULIS PASCA KETERPURUKAN

Oleh: Sri Rahayu

Pernahkah anda mengalami kegagalan atau terpuruk?  Mungkin ya mungkin tidak.  Tapi pastinya tak satupun dari kita berharap mengalaminya.  Namun siapa yang tahu rahasia takdir dan gelap terangnya kehidupan kita.  Sebagai manusia kita hanya berharap dan berikhtiar tuk memiliki hidup terbaik.
Menulis bagi sebagian orang masih dipengaruhi oleh yang namanya "Mood".  Saat mood sedang jelek kita acap sulit untuk konsentrasi.  Inilah yang sering membuat kita lemah dan kehilangan gairah.  Ujian dan cobaan, tertolaknya berbagai ajuan outline acap membuat kita menjadi hilang semangat, walau sebenarnya ujian dan penolakan seharusnya membuat kita semakin tangguh, sayangnya kita sering lupa akan hal itu.

Saya angkat tema ini karena saya melihat banyak di antara kita termasuk saya pernah mengalami apa itu terpuruk.  Merasa hidup begitu hancur karena bisnis yang bangkrut, perceraian, perselisihan yang akhirnya membuat kita malas, atau karena hal lain.  Saat saat terpuruk kita selalu tergoda untuk meratapi nasib dan menyendiri, menjauhi lingkungan kita dan bahkan enggan melakukan aktivitas apapun.  Salah satunya saat seorang wanita mendapati pasangannya berkhianat.  Seluruh pikiran seolah terfokus pada masalah itu dan itulah titik lemah yang membuat kita akhirnya enggan menulis dan enggan beraktivitas. 

Kemudian saat kita menyadari waktu yang telah kita sia siakan dengan meratapi nasib, mungkin saat itu kita seolah lupa bagaimana caranya menulis lagi, bagaimana caranya mengolah rasa agar kalimat menjadi bermakna, enak dibaca dan indah.  Kita kembali menjadi orang gagap, kembali memulainya dari nol dan kadang ragu bahwa kita mampu tuk mengggapainya lagi.

Kisah teh Indari Mastuti dalam buku Puzzle Mimpi dapat menjadi salah satu penyemangat kita.
Kisah jatuh bangunnya seorang pengusaha yang sukses dapat kita jadikan pelajaran, bahwa hidup tak boleh berhenti selama nafas masih berhembus.

Saat saya tenggelam dalam keterpurukan yang menurut saya terberat dalam hidup, saya memilih menyendiri, menghentikan hampir sebagian besar aktivitas menulis dan fokus pada usaha untuk berjuang memperbaiki hidup.  mencari solusi terbaik.  saya hampir melupakan bahwa menulis itu tidak 100 % karena bakat, tapi karena latihan.  sama seperti bahasa Inggris, saat kita jarang menggunakannya lidah kita terasa kelu tuk melafadzkannya, kaku saat berbicara dan miskin perbendaharaan kata.  Begitupun saat itu.  Saya bingung bagaimana memulai kembali, saya seolah gagap.  Saya mengumpulkan kembali serpihan semangat yang terserak.  Mengintip beberapa tulisan para sahabat yang mulai terbit dan gentayangan di beranda.  Saya membaca status-status yang berisi motivasi dan bertanya tujuan hidup saya..tujuan saya menulis.

"Akhirnya saya temukan jawabnya, setelah saya mengintip saldo rekening saya yang mulai kosong dan dompet saya yang kian tipis."

Berbicara dengan rekan yang bisa memotivasi adalah hal positif yang  bisa kita lakukan dan alhamdulillah di group ini saya menemukan banyak sahabat yang baik yang menebarkan semangat dan pikiran positif hingga saya kembali bangkit.

Kelas Tips Menulis Traveling #17 : Open Trip

Oleh: Arini T.

Topik ini mungkin OOT karena tidak terkait langsung dengan kegiatan tulis-menulis, namun Open Trip merupakan salah satu solusi jika kita mencari topik tulisan traveling dengan biaya hemat. Bagi Ibu-Ibu yang memiliki bisnis agen perjalanan, Open Trip juga merupakan peluang bisnis untuk meningkatkan pendapatan.

Saat ini Open Trip sudah marak di dunia perjalanan. Pada dasarnya, Open Trip sama seperti paket-paket perjalanan yang dijual oleh agen perjalanan. Namun Open Trip lebih identik dengan paket perjalanan ala backpacker. Ciri dari paket perjalanan yang disebut Open Trip adalah destinasi wisata yang ditawarkan biasanya bukan merupakan destinasi yang umum dalam industri pariwisata besar, serta fasilitas yang ditawarkan biasanya memiliki standar di bawah fasilitas wisata yang ditawarkan agen perjalanan (misalnya transportasi menggunakan kereta api ekonomi, serta penginapan menggunakan youth hostel). Promosi Open Trip juga biasanya dilakukan melalui media sosial, seperti Facebook atau Twitter. Sebagai konsekuensinya, harga yang ditawarkan oleh Open Trip jauh lebih murah dibandingkan paket perjalanan yang ditawarkan agen perjalanan pada umumnya. Selain Open Trip, terdapat pula Closed Trip, di mana peserta yang mengikuti paket perjalanan Open Trip berasal dari rombongan yang sama, tidak ada peserta lain di luar rombongan tersebut.

Bagi penggemar perjalanan, Open Trip merupakan solusi untuk berwisata dengan biaya lebih hemat/ekonomis. Selain hemat dalam sisi biaya, destinasi wisata yang unik (dan biasanya bukan destinasi wisata yan "mainstream") menawarkan pengalaman yang berbeda. Namun perlu berhati-hati memilih penyelenggara Open Trip, agar perjalanan wisata Anda aman, nyaman, dan cost effective. Pilihlah penyelenggara Open Trip yang terpercaya dan berpengalaman. Tanyakan secara detail itinerary, obyek yang akan dikunjungi, dan kondisi fasilitas yang akan digunakan. Bila perlu, carilah testimoni dari mereka yang pernah menggunakan jasa penyelenggaranya. Penyelenggara Open Trip yang terpercaya biasanya juga memiliki passion dalam melakukan perjalanan, bukan sekadar mencari keuntungan dari biaya operasional trip yang murah meriah. Mereka juga terbuka dengan pertanyaan dari calon peserta mengenai fasilitas-fasilitas yang akan digunakan.

Bagi yang ingin mencoba menjalankan bisnis Open Trip, hal pertama yang harus diingat adalah perjalanan harus direncanakan dengan baik. Itinerary harus dibuat dengan rapi, jelas, serta memperhitungkan jadwal-jadwal transportasi dan obyek wisata. Pilih transportasi dan akomodasi yang handal dan nyaman, agar perjalanan berjalan lancar. Tunjuk pemandu perjalanan yang handal, untuk memastikan perjalanan berjalan lancar. Dari itinerary dan pilihan akomodasi, kemudian perhitungkan biayanya. Peserta Open Trip biasanya tidak mengharapkan fasilitas yang mahal, namun tetap harus aman dan nyaman. Berbeda dengan paket perjalanan yang merupakan bagian dari industri pariwisata yang standar, bisnis Open Trip sangat bergantung pada kepercayaan dan kehandalan penyelenggara.

Contoh Open Trip yang pernah saya ikuti adalah one-day trip ke Banten. Rencana perjalanan dan perhitungan biayanya adalah sbb:- Jumlah peserta minimum: 10 orang, maksimum 14 orang (sesuai kapasitas mobil Elf yang digunakan)- Biaya sewa Elf 15 jam : Rp 1.500.000,- untuk 1 hari perjalanan, sudah termasuk driver dan BBM- Biaya parkir, tol, tip driver : Rp 150.000,-- Tiket masuk obyek wisata : Rp 5.000 x 11 orang (termasuk pemandu, berdasarkan jumlah peserta minimum)- Konsumsi 2x makan (snack pagi dan makan siang) : Rp 40.000 x 12 orang (termasuk pemandu dan driver, berdasarkan jumlah peserta minimum)- Honor pemandu perjalanan: Rp 150.000 per hari

Total Biaya : Rp 1.500.000 + Rp 150.000,- + Rp 55.000 + Rp 480.000 + Rp 150.000 = Rp 2.335.000, dibagi 10 peserta: Rp 233.500 per peserta.

17 June, 2014

Ide Mentok

Mau ngomongin kalau Ide MENTOK gimana niiih? Pertanyaan yang saya lihat ditulis di komen mendadak tanya beberapa hari lalu.

Kabar baiknya, itu si mentok bukan hanya milik penulis pemula, penulis dengan jam terbang tinggi mengalami hal yang sama juga loh...saya juga sama xoxoxo
So, apa yang saya lakukan kalau si mentok lewat?


1. Saya minta temen saya baca naskah. Jurus ini cukup jitu, karena tuh temen paling seneng kalau kasih kritik dan masukan. Tokcer dah kalau pakai jurus ini.
2. Mentok bisa jadi karena wawasan kita tentang tema tersebut kurang. Jadi, saya juga akhirnya ya musti baca lagi dooong. Maka, saya menetapkan target nulis satu buku baca sepuluh buku tema sejenis, kalau bisa lebiiiih banyak


3. Endapkan dulu daripada maksain nulis dan hasilnya bikin ilfil xixixi. Endapkan bukan berarti melupakan, bisa juga saat mengendapkan shilaturahmi dan ngobrolin naskah yang sedang ditulis, daaan wuuuuuus ide langsung nyebrot.
4. Nulis tema yang berbeda sebagai selingan. Nah, bagian ini paling saya suka, karena emang sih naskah yang itu mentok tapi naskah baru selesai dan siap kirim, ihiiiy...tulisan nambah terus.
Dan banyak lagi cara, setiap orang berbeda cara. Lalu, apa ide Anda?

‪#‎buku‬ ini siap dipesan di basecamp IIDN