Breaking News

03 March, 2014

Tips Menulis Traveling #8 : Tips dan Trik Memotret Saat Traveling (bagian 2)

Oleh Arini T

Sering muncul pertanyaan, apakah travel writer harus bisa memotret? Kalau menurut saya, hukumnya "sunah" seorang travel writer bisa memotret. Foto memang merupakan kelengkapan sebuah artikel perjalanan, tapi tidak ada yang mewajibkan seorang travel writer bisa memotret, karena foto untuk artikel bisa diambil oleh orang lain. Namun demikian, travel writer yang memiliki kemampuan memotret akan memiliki nilai tambah, karena bisa merencanakan dan menentukan foto apa saja yang akan dibuat. Keuntungan lainnya, travel writer tidak perlu membayar orang lain untuk menjadi fotografer, hehehe.

Merefer pada materi Kelas Tips Menulis Traveling #3, foto yang wajib diambil adalah foto-foto sesuai dengan rencana yang telah dibuat pada saat melakukan riset. Seringkali kita menemukan obyek lain yang menarik, namun ada di luar rencana. Sebaiknya obyek tersebut langsung dipotret, sebelum momennya hilang (dan Anda menyesal karena tidak memotretnya). Inilah keunggulan dari teknologi digital, karena Anda bisa mengambil foto sebanyak mungkin tanpa takut kehabisan film.

Seringkali kita menghadapi kesulitan saat mengambil foto, misalnya hari hujan atau kondisi tempat wisata yang penuh sesak. Jangan ragu untuk tetap memotret. Foto yang Anda hasilkan mungkin tidak ideal, tapi setidaknya menggambarkan kondisi sebenarnya dari suatu destinasi. Bukan tidak mungkin Anda akan menghasilkan foto-foto unik yang tidak dapat diperoleh jika kondisi pemotretan ideal, misalnya butiran air hujan dengan latar belakang landmark tempat wisata terkemuka, atau antrian para penziarah yang ingin memasuki tempat wisata religi.

Bagaimana dengan foto narsis? Pada umumnya, media tidak memuat foto-foto narsis saat traveling. Mereka umumnya memuat foto-foto situasi, foto human interest, foto panorama, atau foto obyek menarik. Namun beberapa media ada yang memuat foto narsis, atau membutuhkan foto profil penulis untuk dimuat bersama artikelnya. Media lain bahkan ada yang memuat foto traveler dengan latar belakang obyek wisata atau landmark yang spesifik. Jadi jangan lupa untuk membuat beberapa foto narsis, siapa tahu ada majalah yang meminta foto Anda sebagai penulis atau traveler. Namun sebaliknya, bagi yang hobi foto narsis, jangan lupa untuk tetap membuat foto liputan ya... Lagipula, foto narsis merupakan bukti otentik bahwa Anda memang melakukan perjalanan ke sebuah destinasi traveling.

Bagaimana dengan Ibu-Ibu yang lain? Apakah punya tips dan trik khusus untuk memotret saat perjalanan?

13 komentar:

OBAT KANKER PROSTAT said...


Sangat keren bagus banget

OBAT ALAMI BATUK said...

websitenya keren

OBAT WASIR said...

Top banget deh

OBAT INFEKSI TELINGA said...

webstinya waw

OBAT PARU PARU BASAH said...

webnya keren

OBAT DARAH TINGGI said...

banget keren total

OBAT JANTUNG said...

web ini emang bener keren

OBAT INFEKSI TELINGA said...

web ini aku suka ditunggu artikel selanjutnya

OBAT HERPES said...

kocak :D

OBAT JANTUNG KORONER said...

ditunggu artikelnya

CARA MENGATASI BENJOLAN DI PUNGGUNG said...

KEREN

CARA MENGATASI STROKE said...

selamt siang

Xiaozhengm 520 said...

2015-12-3 xiaozhengm
adidas superstars
nike trainers
canada goose jackets
cheap ugg boots
coach canada outlet
ugg sale
coach outlet
cheap toms
adidas gazelle
tiffany and co
michael kors uk
true religion outlet
ralph lauren outlet
canada gooses
toms wedges
christian louboutin shoes
louis vuitton handbags
michael kors handbags
michael kors uk
kate spade handbags
coach outlet
abercrombie outlet
oakley sunglasses
michael kors
michael kors outlet
coach factory outlet
jordan 3
michael kors outlet online
fitflop uk
michael kors outlet
true religion jeans
nike cortez
coach factory outlet
fake oakley sunglasses
canada goose uk
canada gooses outlet
coach outlet
nike free runs
michael kors outlet
mont blanc pens

Post a Comment