Breaking News

29 December, 2013

Anak pun Berhak Tentukan Aktivitas Liburannya

Oleh  Noor Ruly Abyz Wigati 

Kali ini saya ingin sharing obrolan saya dengan seorg teman sesama wali murid di sekolah anak saya  :
Teman : “Bu, udah booking tempat buat liburan, belum?”
Saya : “Alhamdulillah, kebetulan sudah, sekalian mengantar anak mbarep saya yang mau melanjutkan sekolah ke luar kota.”
Teman : “Saya juga Alhmdulillah sudah, kemarin papanya dapet tempat bagus di pegunungan, kalau ibu mau liburan kemana?”
Saya : “Anak-anak pilih liburan ke pantai, kami memang suka sekali menikmati suasana pantai, kebetulan  kota yang dituju anakku untuk melanjutkan sekolah ada pantainya, bagus lagi…”
Teman : “Wah, kalau anak-anakku sebenarnya nggak suka ke gunung, mereka kayaknya juga lebih suka ke pantai.”
Saya : “Nah terus, kenapa booking tempat berlibur di pegunungan?”
Teman : “Ya, maunya papanya begitu…”
Saya: “Hmm… kalau kami lebih memberi kesempatan pada anak-anak untuk menentukan aktivitas selama liburan, kalaupun ada jadwal berlibur ke luar kota, biasanya mereka browsing sendiri lokasi yang dipilih sambil menyesuaikan tabungan liburan yang mereka miliki.”
Teman : “Wah, asyik juga ya kalau bisa begitu, masalahnya anak-anakku nggak punya tabungan liburan, jadi karena pakai duitnya papa ya semua kudu manut dengan pilihan papanya…”
Masa liburan sekolah adalah sebagai penanda untuk menutup tahun pelajaran menuju tahun ajaran baru.  Dalam arti liburan yang ada adalah hari libur buat anak-anak melepas penat dari rutinitas di sekolah.   Jadi, mengapa anak-anak tidak dilibatkan saat menentukan tempat berlibur?  Asyik juga lho, jika anak-anak kita ajak berdiskusi untuk menyusun jadwal kegiatan selama liburan.  Tentu peran ortu cukup sebagai pengarah pada kegiatan yg bermanfaat kebaikan, bukanlah sebagai penentu apalagi pemaksa jenis kegiatan yg harus dilakukan anak. Karena yang baik dan menyenangkan bagi orang dewasa belum tentu yang terbaik dan menyenangkan bagi anak-anak…..
Semoga sharing ini bermanfaat yaaa...

DEGRADASI MORAL ANAK: SALAH SIAPA?

Oleh Candra Nila Murti Dewojati

Belum lama inidikejutkan berita yang cukup membuat semua kalangan mengelus dada. Bilamendengar perdagangan anak untuk prostitusi yang dilakukan oleh orang dewasa, itumungkin sudah biasa, walau itu hal yang miris. Namun jika seorang anakperempuan yang masih duduk di bangku  SMPmenjadi mucikari prostitusi bagi teman-temannya yang masih seusianya, sepertiyang ditangani kepolisian resort Surabaya baru-baru ini cukup menyentakkanhati. Mengapa hal ini bisa terjadi, salah siapakah ini dan siapa yang bertanggungjawab atas akhlak dan moral mereka?
            Bila bicaratentang anak, sebenarnya tak pernah lepas dari ‘jejak’ orangtua yang membekaskuat di setiap perilaku anak. Pengalaman mengajarkan, hampir sulit anak itutumbuh dan sukses dengan sendirinya tanpa sedikitpun peran orangtua didalamnya.Pun, dari kenakalan, mogok sekolah, perilaku amoral sampai dengan segala sikapyang mewarnai diri anak, itupun produk dari kegagalan orangtuanya dalammembangun struktur –tiang pancang pondasi fisik maupun psikis anak.
            Banyak orangtuatakut dan tak mau disebut ‘gagal’ dalam hal mendidik anak. Beragam alasanpunmuncul terucap saat diketahui anaknya melakukan perbuatan yang ‘memalukan’,criminal cilik, trouble maker sampai sama sekali tak punya prestasidisekolah, menjadi underground, bahkan menjadi mucikari cilik untukteman-teman ciliknya. Mereka berucap panjang lebar, dengan mengatas namakansituasi kondisi lingkungan yang tak mendukung, tanpa melakukan banyak protect,yang sebenarnya tak begitu sulit bila dari awal telah berniat melakukannya.
            Orangtua menjadi‘model panutan’ anak, itu sebenarnya merupakan harga mati, karena memangseperti itulah perilaku anak sesungguhnya. Tak usahlah jauh-jauh untuk meneliti terhadap hubungan sebab akibat; suksesanak cerminan pola hidup dan prilaku orangtua, Ke-‘brengsekan’, situasi yangamburadulnya pada diri anak adalah wujud dari kegagalan orangtua menancapkanmodel panutan yang baik buat mereka. Karena semua hal itu bisa dilihat denganmata telanjang diseputar kita.
            Degradasi moralanak, mau tak mau, suka ataupun tidak adalah sepenuhnya tanggungjawab orangtua,sebagai garda terdepan pola asuh anak. Derasnya arus informasi, kemudahan telekomunikasidan murahnya akses membuka segala situs memang bak makan buah simalakama. Takpandai-pandai bentengi anak dengan segudang nasehat tuk berikanadvisberharga dalam melangkah disegala jalan, akan membuka celah pada anak untukmelakukan hal-hal negatif, apalagi pengaruh teman begitu kuat, mendominasi danbersifat massal. Seolah hanya tinggal tunggu waktu menyaksikan ‘buah’ dariketidak pekaan dan kurang pedulinya orangtua terhadap tumbuh kembang anak darisegi kejiwaan dan ragawi. Meski tak terbantahkan sangat banyak segi positifyang didulang dari kemajuan teknologi informasi, bila kita dengan bijakmensosialisasikannya.
            Sungguh jangansalahkan lingkungan tempat domisili kita, karena menurut Rasulullah, membelirumah, turut ‘membeli’ lingkungan. Maka pikirkanlah baik-baik ketika akanmenempati suatu rumah, atau lingkungan dengan mengadakan survey dengan cermat,karena akan sangat berpengaruh terhadap tumbuh kembang anak-anak dan kenyamanandiri. Namun bila sudah terlanjur (dan tak tahu bahwa kondisional bisa berubahdengan sangat lambat, atau bahkan cepat) menghadapi situasi tak nyaman seputarrumah, karena salah dalam pilih lingkungan atau karena anak kurang terdidikdengan baik, apa yang mesti dilakukan? Ada beberapa tips dari Lukman, sebagai seorangBapak yang sangat hebat dalam mendidik anak-anaknya (sampai namanya terteradalam kitab suci al Qur’an), dan menjadi acuan beberapa pihak sebagai contohpembelajaran sukses mendidik anak.
Segi  spiritual
            Jauhi menduakan Tuhan, apalagi mendewakan dengan yang lain, sepertiinternet, kesenangan dunia, permainan yang tak kenal waktu, atau hanya sekedarnongkrong dengan pembicaraan tak manfaat sepanjang waktu, sehingga lalai dalamberibadah. Orang tua perlu mengingatkan dengan seksama dan memberi rambu-rambupada anak yang harus dipatuhi seperti traffic light, mana yang bersifat‘merah’ yang tak boleh dilakukan, ‘kuning’ ketika darurat dan ‘hijau’ berartiaman. Karena ketika orang tua lengah, lalai dan malas mengawal saat situasionalanak pada titik nadir, yang terjadi adalah degradasi moral dan prilaku padaanak.
Segi akhlaq
            Menghormati orangtua. Poin ini sebenarnya cukup sederhana namunmengangkut cakupan tanggungjawab moril yang yang sangat besar. Mengapa anakmenjadi ‘nakal’, tak patuh, berbuat criminal dan hal-hal tak positif lainnya,karena dari awalnya tak patuh pada orangtua. Tanamkan kepatuhan itu sejak dini,dan kawalnya sampai menjelang dewasa, karena proses ini sangat penting untukmenentukan prilaku anak selanjutnya.
            Tak bersikapsombong. Kesombongan merupan salah satu awal dan tingkah negatif.  Bila seorang anak diajarkan untuk hindari ujub,sombong, berarti seharusnyalah ia bersikap rendah hati. dua hal ini bila sudahtertanam didalam jiwa anak dan terbias dalam perilakunya, akan menunjukkan jatidiri orangtuanya. Lukman juga tambahkan setiap anak diharapkan tak berkatakasar. Ini menunjukkan jika seseorang sudah berusaha menahan diri dalam segiucapannya, dan dikeluarkan dengan bahasa santun lagi baik, pastilah seorang anakakan menjadi anak yang istimewa, ia juga akan pandai menjaga diri dan perasanorang lain.
Segi Akidah
            Tanamkan pada jiwa anak untuk selalu menabur kebaikan. Yakinkanmereka apa yang diupayakan, walau hal yang kecil,jika itu adalah kebaikan, makaakan berbuah pahala. Namun sebaliknya bila melenceng dari ketetapan agama, makadosalah akan dipikul. Pahala dan dosa perlu ditekankan karena itu merupakanbenteng terakhir bagi perilaku anak. Selalu ada reward dari setiapkelakuan baik, dan punish  bagiburuk. Kedua hal ini memang absurd sifatnya, namun nyata adanya. Perlukebijakan orangtua dalam menjelaskan dan menerapkannya.
            Syukur. Seberapadini anak diajarkan mengenal asal syukur?, Sedini  mungkin, karena akan lebih mudah menghasilkangenerasi yang penuh rasa syukur dan berterimakasih atas segala pemberian. Takcepat mengeluh dan putus asa, belajar untuk selalu fight dalammenghadapi kehidupan. Persiapan generasi ‘petarung’ saat competitor semakinbanyak, sehingga menjadikan anak yang tangguh dan tak lembek, putus asa ketikakesulitan menghadang. Wujud rasa syukur bisa diekspresikan bermacam-macam.
            Memang, hal initak semudah membalikan tangan disaat mendidik anak. Tapi bukan suatu yang sukarbila dalam diri orangtua sendiri sudah memperbaiki dirinya sendiri, hinggacermin yang digunakan untuk panutan anak bukanlah cermin yang buram.

            Tak ada kataterlambat untuk berbenah. Degradasi moral pada anak, bisa diperbaiki denganniat yang kuat pada diri orang tua untuk kebaikan anak, dirinya, keluarganyajuga bangsa ini.  Bertindak bijak, untuktak lagi menyalahkan oranglain, lingkungan, negeri ini saat kemiskinan mendera,hingga jadikan anak mulai berperilaku tak terkendali. Bulan Sya’ban ini sebagaitonggak untuk ajang pembuktian bahwa umat yang mendekati Tuhannya, tak akanpernah dijauhiNya. Gandeng anak untuk kembali menjadi anak yang baik. Tak adakata yang tak mungkin, karena kemungkinan yang termungkin itu ada ditanganNya.,Kun fayaakun! Jadilah maka terjadilah,..

26 December, 2013

[ Diperpanjang] LOMBA ” Nge-Blog Asyik bersama MyTelkomsel “

#Wah, periode lombanya diperpanjang. Yuk buat yang belum ikut masih ada kesempatan, loh #


Siapa sih yang nggak kenal Telkomsel? Sebagai provider yang kaya akan pengalaman My Telkomsel menyediakan fitur lengkap untuk semua kalangan, dari remaja hingga pengusaha. Mulai dari isi ulang pulsa, cek kuota paket internet dan pulsa, Transfer Pulsa, Flash Gift, Multi SIM Control, pembelian Paket Flash Internet, Telepon, SMS, MMS, dan International Roaming.

Anda pengguna internet atau blogger? Berbangga hatilah karena menulis blog itu ternyata banyak manfaatnya Ngeblog itu membuat pikiran fresh karena ide dan isi kepala bisa keluar, bisa berbagi informasi dan ilmu, jari tangan tidak kaku karena rajin ketak-ketik, satu cara smart bikin Anda terkenal dan sering mendapat hadiah, loh.

MyTelkomsel sebagai salah satu provider yang tahu kebutuhan konsumennya akan memberikan reward untuk para pengguna internet dan blogger. Ayo buktikan kemampuan Anda menulis blog di ajang kompetisi My Telkomsel Blog Competition dengan tema “Bagaimana My Telkomsel membantu saya.”

Syarat dan Ketentuan Lomba Blog :

1. Anda cukup posting 1 naskah blog ( platform blog bisa apa aja, wordpress, blogspot, dll)

2. Dalam tulisan gunakan kata kunci “My Telkomsel memberikan banyak kemudahan. Misalnya berbagi pulsa, mengirim paket data, cek tagihan kartu Halo, sampai mengisi paket internet di tablet yang tak punya fitur telepon.”

3. Isi blogpost wajib menampilkan link http://bit.ly/ItKFU3 dan embed video youtube tutorial MyTelkomsel http://bit.ly/1eS4I94

4. Isi blogpost juga wajib menampilkan image, berupa screen capture aplikasi MyTelkomsel– sebagai bukti bahwa user telah mendownload dan menginstall MyTelkomsel

5. Isi posting harus singkat, jelas, padat dan menarik serta tidak mengandung unsur SARA, pornografi dan kekerasan.
6. Link blogpost di-share ke Twitter dengan mencantumkan hashtag #MyTelkomsel dan mention @telkomselflash
7. Tulisan yang memenuhi syarat penilaian adalah tulisan yang di-share ke twitter menggunakan format di atas.

8. Periode kompetisi adalah 2 Desember 2013 – 31 Desember 2013.

9. Seleksi pemenang akan dilakukan pada tanggal 1 Januari – 9 Januari 2013.
10. Pengumuman pemenang akan dilakukan pada tanggal 10 Januari 2013.

3 blog post terbaik akan mendapat hadiah keren:

Pemenang I: 1 (satu) buah smartphone Samsung GALAXY S4 Mini
Pemenang 2: 1 (satu) buah smartphone Samsung GALAXY Grand
Pemenang 3: 1 (satu) buah smartphone Samsung GALAXY Ace 3

Ayoo buruan, buktikan kalau Anda bisa jadi “The Winner MyTelkomsel“ kebanggaan Indonesia.

*Lomba blog ini direkomendasikan oleh komunitas Ibu-Ibu Doyan Nulis (IIDN) http://ibu-ibudoyannulis1.blogspot.com/

25 December, 2013

PENDAFTARAN KELAS MENULIS ONLINE (KMO) "SELF EDITING II"

Ingin membuat naskah Anda lebih rapi sesuai kaidah Bahasa Indonesia yang baik dan benar?
Ragu bagian mana yang hendak dipangkas atau dibenahi?

Ikuti KURSUS MENULIS ONLINE IIDN dengan tema "MENGEDIT NASKAHMU SENDIRI (SELF EDITING)". Kita akan belajar membaca dan mengolah naskah dari sudut pandang seorang editor.

Materi yang akan dibahas bersama:
1. Mengapa naskah wajib disunting?
2. Mengolah diksi sesuai target pembaca.
3. Mengenali kalimat tidak efektif dan mengoreksinya.
4. Menata paragraf agar nyaman dibaca.
5. EYD dan selingkung

Tema ini akan dibawakan ANNA FARIDA, pengasuh utas "EYD Hari ini di IIDN", kepala sekolah di Sekolah Perempuan, penulis, penerjemah, dan editor. Karyanya bisa dilihat dihttp://annafarida.com

Berminat?

Kegiatan ini direncanakan berlangsung pada Selasa, 21 Januari 2014 pukul 19.00-22.00  WIB.


Metode Belajar:

  • Peserta belajar secara online selama 3 jam
  • Materi bisa diunduh di Google Drive sesuai pilihan kursus yang dipilih. URL akan diberikan kemudian kepada peserta
  • Peserta kursus akan diundang ke grup khusus di FB untuk berdiskusi dengan pengajar
  • Peserta diberi kesempatan konsultasi dan mentoring selama 1 bulan dengan pengajar berkaitan dengan materi yang dipilih.
  • Tugas yang nanti diberikan diunggah ke file grup khusus agar peserta bisa saling belajar.

Pendaftaran:
Peserta melakukan pendaftaran melalui Inbox FB Devy Nadya Aulina atau email: devynadya.aulina@gmail.com
Format: Daftar _ IIDN_KMO_NamaKursus_Nama Peserta
Contoh : Daftar_IIDN_KMO_Self Editing II_Devy Nadya Aulina
Pendaftaran diterima paling lambat 24 jam sebelum jawal kursus dimulai.
Biaya : Rp100.000,-
Transfer ke rekening Bank Mandiri cabang Moh Toha a.n Damayanti (FB: May Saba), No.rek 130-00-1300314-3 atau Bank BCA a.n Devy Nadya Aulina SS No. rek 1410394223. Bila sudah transfer bisa konfirmasi melalui inbox Devy Nadya Aulina (bisa melalui sms ke 087759049433 atau WA 087759368455
Salam,
Devy Nadya Aulina
Menteri Kordinasi dan Promosi IIDN

23 December, 2013

[FOTOGRAFI] Teknik Fotografi

Oleh  : Vivera Siregar

Komposisi dan pencahayaan memiliki peran sangat penting supaya foto lebih menarik. Dengan teknik dasar fotografi, Anda akan mengetahui bagaimana suatu subjek dapat dihadirkan dengan menarik melalui eksplorasi sudut pandang dan komposisi. Komposisi, sudut pandang dan pencahayaan tidaklah melulu didominasi untuk digunakan pada kamera digital SLR. Kamera saku pun dapat digunakan ntuk menghadirkan suatu komposisi dan pencahayaan yang baik.
Berikut teknik dasar fotografi yang perlu dicermati:

Pencahayaan/Penerangan
Subjek fotografi harus memiliki atau dilingkupi oleh cahaya, karena fotografi pada prinsipnya adalah melukis dengan cahaya. Berikut ini adalah karakter cahaya atau pencahayaan yang perlu diketahui:

  • Frontlighting, adalah sumber cahaya yang berasal dari depan subjek foto, atau berada pada posisi yang sejajar dengan pemotret.
  • Sidelighting, adalah sumber cahaya yang mengenai salah satu sisi (baik kanan ataupun kiri) pada subjek foto, atau sumber cahaya yang terletak di sisi sebelah kanan atau sebelah kiri pemotret.
  • Backlighting, sumber cahaya yang membelakangi subjek yang diambil gambarnya, atau cahaya menghadap ke pemotret. Cahaya backlighting seringkali menyebabkan siluet.
  • Hairlighting, sumber cahaya berada tepat di atas subjek foto dan pemotret. Pencahayaan seperti ini biasanya terjadi saat hari cerah antara jam 10.00-14.00.

Komposisi
Adalah susunan elemen dalam suatu foto, sehingga kehadirannya dapat memperkuat kesan subjek utama dalam suatu foto. Anda dapat melakukan komposisi dengna mudah meski kamera Anda berjenis kamera saku. Hal yang perlu diperhatikan adalah Anda perlu menemukan posisi atau sudut pengambilan yang tepat

22 December, 2013

[Parenting] Pola Asuh 'Asyiik' bagi Anak

Oleh  : Noor Abyz Wigati 

Sudah menjadi tugas sebuah keluarga untuk membangun dan membentuk kepribadian dan mental yang sehat seorang anak. Di tengah keluarga, seorang anak berhak mendapat haknya agar tumbuh, berkembang dan berpartisipasi secara optimal sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan, serta mendapat perlindungan dari tindak kekerasan, penelantaran, tindak kekejaman fisik  maupun diskriminasi.

Perlu mendapat perhatian khusus bahwa tugas mengasuh dan membesarkan anak merupakan suatu amanah dari Allah. Tak sedikitpun kita berhak untuk memperlakukan buah hati kita dengan tindakan yang menyakitkan baik fisik, mental dan intimidasi. Mengasuh anak memerlukan persiapan fisik, mental dan emosi yang baik dari kedua orangtua, keluarga dan masyarakat dan  lingkungan.
Berikut contoh menerapkan pola asuh positif sesuai usia anak :

Pola asuh positif untuk anak usia 1-2 tahun : membacakan cerita atau dongeng, mengajarkan nama anggota tubuh, bermain dengan anak,mengembangkan kemampuan berbicara dan menggunakan bahasa yang sopan, berdoa, berdoa, menyapa orang yang ditemui  dan mengucapkan kata terimakasih, serta beberapa kalimat positif yang pendek pendek.

Pola asuh positif usia 2-3 tahun : Menyediakan waktu bersama untuk membacakan cerita anak, berdoa, mendorong anak bermain peran, mengajak permainan berkelompok untuk bersosialisasi, kenalkan dengan lingkungan sekitar dan jalan jalan mengenal alam, menyanyikan lagu sederhana anak-anak.

Pola asuh positif usia 3- 5 tahun : Tetap lanjutkan kebiasaan mendongeng dan membacakan buku, berdoa bersama, mengunjungi toko buku bersama, mengenalkan alat musik sederhana dan memberik kesempatan memainkan dan berikan pujian, kembangkan konsep untuk berani bergabung dalam kelompok bermain dan berbagi milik seperti kue atau permen. Mengajarkan anak untuk menggunakan kalimat yang lengkap dalam menyampaikan sesuatu. Bantu anak untuk menggunakan kalimat yang benar dan berikan pujian ketika berhasil mencapai sesuatu yang positif. Orangtua hendaknya juga belajar konsisten dalam mengajarkan kedisiplinan. Nyatakan dengan jelas dan penuh kasih sayang tentang model perilaku mana yang ingin kita kembangkan pada diri anak.
Salam hangat bagi orangtua yang penuh cinta semoga bermanfaat.

Sumber: berbagai literatur perkembangan mental dan jiwa anak.

21 December, 2013

[Parenting] Ngobrol' Efektif' dengan Balita

Oleh  : Noor Ruly Abyz Wigati


Apa kabar ibu-ibu yang cerdas dan kreatif ?
Tema yang ingin saya diskusikan kali ini tentang gimana orangtua bisa ngajak ngomong anak2 yg masih balita agar mereka memahami 'pesan baik' yang ingin ortu sampaikan. Ok, mulai ya...
Greng...greng...

Ngobrol Efektif dengan Balita
Banyak orangtua mengeluhkan, “Duh… anak saya bebal banget deh, dikasih tahu berulang-ulang masih nggak ngerti juga..” atau guru di sekolah menyampaikan pada orangtua, “Putra ibu memang lambat bisa menangkap materi pelajaran, meskipun sudah dijelaskan berulang-ulang, tetap tidak paham.”
Hmmm…. Kalau ingat masa kanak-kanak dulu, ketika menemukan tutup panci, segera aja dijadikan alat bermain yg asyik, bisa buat main piring terbang atau dipukulkan jadi alat music yang menarik.  Sekarang ketika udah jadi emak-emak, ketika menemukan tutup panci, segera saja dipakai untuk menutup kuali yg penuh berisi sambal goreng tempe….
Yah… emang beda, anak-anak bukan miniature org dewasa. Anak-anak punya alam berpikir yg berbeda dengan orang dewasa.  Meski yang dilihat dan didengar sama, namun bisa berbeda dalam memahaminya.  Yang pasti, setiap orangtua pernah menjadi anak-anak, sedangkan anak-anak belum pernah jadi orangtua, maka mestinya kita sbg ortu mestinya bisa memahami dooong… gimana mengajarkan /menyampaikan pesan/sesuatu agar lebih efektif bisa dipahami dan dilaksanakan oleh anak terutama Balita kita….
Berikut saya bagi tips yang lumayan ‘cespleng’ untuk bisa dipraktekan :
  1. Plih Kata / kalimat yang dipahami oleh anak
  2. Menggunakan mimik gestik yg mendukung
  3. Merespon kejadian dengan pernyataan yg tepat
  4. Hindari penggunaan kalimat negative
  5. Jika bermaksud memberi perintah sebaiknya tdk menggunakan kata Tanya
  6. Berbicara dengan Hati
  7. Konsisten antara ucapan dan perbuatan
  8. Mengatakan Hal yg sebenarnya
Bagi ibu2 cantik yg punya tips lainnya, boleh dong dishare di sini…
Semoga manfaat ya…

[DESAIN] LOGO/BRAND DENGAN BERJUTA MAKNANYA

Oleh  : Trance Taranokanai
Halo Ibu-ibu cantik dan kreatif....
Pengenalan Logo dulu yuk.
Logo adalah identitas suatu perusahaan sebagai tanda atau alamat yang akan mengkomunikasikan arti dan memberikan makna yang dalam terhadap Visi  perusahaan. Logo juga sebagai jiwa yang menghidupkan dan memberikan semangat bagi perusahaan di dalam melaksanakan misi dan mencapai tujuan perusahaan itu sendiri.
Dalam menciptakan sebuah logo visual sebaiknya disesuaikan dengan produk dan brand produk Anda. Logo ini nantinya dapat membantu brand yang Anda ciptakan agar terkesan lebih mewah dan istimewa. Dengan logo, Anda dapat membentuk sebuah komunikasi melalui tanda yang mudah dimengerti dan diingat oleh setiap orang tanpa batasan bahasa. Inilah yang nantinya akan menjadi identitas produk Anda.
Namun, jika Anda ingin membuat redesain (desain ulang) logo maupun logo baru suatu perusahaan ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu Identifikasi data yang meliputi :
- Nama perusahaan
- Visi misi perusahaan
- Slogan
- Colour Identity
- Jenis Usaha
- Karakter Perusahaan
- Target Pasar

Berdasarkan salah satu hasil survei marketing, masyarakat berusia muda cenderung lebih memilih menggunakan produk dengan nama brand asing atau pun yang terkesan asing. Namun, tak berarti nama-nama yang terkesan lokal juga tak diminati. Yang terpenting adalah pilihlah nama yang simpel, agar mudah diucapkan dan diingat. Selain itu, ada baiknya memilih nama brand yang memiliki arti tertentu. Bila tak ingin repot, Anda juga bisa menggunakan nama Anda menjadi nama brand/merk/logo.

Hal lain yang tak kalah penting adalah menentukan target market, yakni siapa sasaran utama Anda. Bila Anda memilih target market menengah ke atas, tentu image yang mesti dibentuk adalah sebuah produk mewah. Seringkali para pelaku usaha kecil menengah (UKM)) bingung menentukan target sasarannya. Seringkali mereka terjebak ingin memuaskan klien yang mewah, sekaligus ingin melayani klien yang ekonomis dengan harga menengah. Padahal, kedua pasar ini sulit digabungkan.

Ketika Anda ingin mengejar target pasar kelas atas, Anda harus pasang harga tinggi dengan kualitas sangat baik. Sementara sebaliknya, jika ingin mengejar konsumen yang amat kritis untuk mendapatkan harga murah, maka juallah produk dengan harga murah, namun kualitas bisa diturunkan. Jika Anda berusaha berada di tengah-tengah, ini hanya akan menyusahkan Anda. Si target pasar yang kelas atas, umumnya gengsi untuk membeli barang murah, karena terbiasa dengan brand-brand bermerek. Sementara yang kelas menengah ke bawah, cenderung mencari yang mereknya biasa, asal murah. Tentukan pasar Anda siapa, dari sana akan lebih mudah meneruskan promosi dan nilai tambah produk Anda ketimbang saingan.

Setiap pengusaha tentu ingin produknya menjadi pembicaraan dan dipuji banyak orang. Tetapi, bagaimana bisa dibicarakan bila tak ada yang mengenal produknya? Trik yang selalu digunakan oleh para marketer adalah dengan teknik promosi. Bukan sembarang promosi, melainkan promosi yang tepat sasaran. Pilih orang-orang yang berpengaruh di kelompoknya untuk mengenal produk Anda. Beri dia sampel gratis atau ajak dia mencoba produk Anda. Bila ia menyukainya, dengan mudah produk Anda akan dikenal luas.

Selain itu, Anda pun perlu menggelar event khusus untuk memperkenalkan brand Anda, dengan beberapa tips berikut:
Mendompleng ketenaran
Salah satu cara termudah agar produk Anda segera dilirik konsumen adalah membuat produk Anda digunakan oleh selebriti atau public figure saat acara pesta atau event sosial lainnya. Karena biasanya apa yang dikenakan oleh public figure akan segera menjadi perhatian banyak orang. Di sinilah kesempatan Anda untuk memperkenalkan brand sekaligus membentuk brand image. Ini bahkan akan lebih efektif dari sekadar memajang produk Anda di etalase toko.
Pengenalan produk
Sebagai produk dengan brand baru tentu belum banyak dikenal orang. Pada saat merilis produk tersebut ke pasar, ada baiknya Anda menjelaskan secara detail kepada para calon customer tentang produk tersebut, dari bahan baku, proses pembuatan, hingga manfaatnya. Jangan lupa, paparkan juga keunikan dan keunggulan yang dimiliki brand Anda.
Berteman dengan media
Anda tahu, kan, media memiliki efek sangat besar untuk memengaruhi penilaian masyarakat? Jadi, jangan hanya duduk berdiam diri dan berharap media akan mencari Anda. Kirimkan press release dan contoh produk atau undangan untuk menghadiri peluncuran produk. Bila perlu, Anda juga bisa meminjamkan beberapa produk untuk mendapat review khusus dari media.
Pelayanan khusus
Sebuah brand berkualitas biasanya selalu memiliki customer VIP. Berikan pelayanan khusus, karena mereka inilah yang biasanya menjadi orang pertama yang bersedia membeli produk Anda. Anda bisa menjalin komunikasi dengan cara selalu mengirimkan informasi tentang desain atau produk terbaru Anda. Entah itu dengan kartu member, milis khusus, atau SMS info. Buat mereka merasa dihargai.
Bangun sinergi
Ikutlah program afiliasi atau kerja sama dengan produk atau brand lain. Misal, dengan membeli produk Anda, maka pembeli akan mendapatkan potongan harga untuk produk B dari brand lain. Atau cara lain, bergabunglah dalam event-event besar di kota Anda sebagai sponsor. Makin sering Anda ikut event, maka makin cepat brand Anda dikenal.

Nah, setelah mengetahui makna logo/brand, sekarang saatnya mendesain yuk! Berikut ini ada sampel Logo yang saya buat dan sudah dipakai oleh pemiliknya untuk logo sebuah Homestay di Yogyakarta.

Deskripsi logo :
-       Digunakan untuk sebuah Homestay di Yogyakarta. Sadewa sendiri memiliki makna sesosok tokoh pewayangan yang merupakan anggota dari Pandawa lima yang paling muda. Tokoh ini sangat pandai, dan kepandaiannya dikisahkan melebihi murid-murid lain. Selain itu, diusianya yang paling muda, ia juga termasuk pribadi yang bijak. Sadewa merupakan ahli perbintangan yang ulung dan mampu mengetahui kejadian yang akan datang.
-       Bentuk logo yang digunakan adalah outline pengganti image rumah dan pohon. Maksudnya ialah sebagai pengganti makna Homestay.
-       Pemilihan warna menggunakan warna emas, memiliki arti elegan, klasik, sejahtera.
-       Sementara pemilihan font agar terkesan elegan, namun tidak kaku. Dan menggunakan font bold yang memiliki harapan kokoh dan kuat.

Untuk proses pembuatan menggunakan Adobe Ilustrator. Namun untuk kali ini mari kita membuat duplikasi Logo memakai Adobe Indesign. Adapun caranya :
  1. Open/aktifkan Adobe Indesign.
  2. Atur work area sesuai keinginan, misalnya bisa menggunakan area 150x150mm.
  3. Mengatur work area sama seperti materi II, diskusi minggu kemarin yaitu File>New>Document, kemudian setting kolom page size, dll.
  4. Placing Logo yang sudah ada ke dalam work area dengan cara File>Place>Pilih link image>open.
  5. Aktifkan Pen tool (P), kemudian arahkan pen tool pada logo. Tekan mouse kiri dan klik di titik-titik/sudut-sudut image untuk mengikuti bentuk image. Ketika mengklik di titik kedua, tahan mouse, agar muncul dua buah garis bantu koordinat. Rapikan sesuai bentuk logo dengan cara klik salah satu garis bantu koordinat menggunakan alt. Tekan alt, rapikan. Ulang step ini pada semua titik image.
  6. Untuk font, mohon maaf sebelumnya, karena ini salah satu project lama saya sekitar beberapa tahun lalu, dan pc sudah beberapa kali ganti, alhasil data asli sudah hilang. Jadi, sebagai pengganti pakai font yang agak-agak mirip saja ya. Bisa menggunakan font Dorchester Script regular atau Bernhard brush script.

Nah, selamat mencoba ya...

18 December, 2013

Memotret Orang

Oleh  : Vivera Siregar 


Namanya ibu-ibu, apa sih yang paling sering dan paling menyenangkan dipotret selain anak, anggota keluarga dan diri sendiri? Memotret kerabat dalam pertemuan keluarga, acara pernikahan, liburan dan lain-lainnya tentu menyenangkan sekali untuk dibuat sebagai album kenangan atau pun diunggah di jejaring sosial. Masalahnya, memotret orang itu ternyata tidak mudah, apalagi kalau motret "rame-rame", yang dipotret kadang kecewa karena ekspresinya di foto itu "nggak oke".
Mungkin tulisan ini bisa sedikit membantu para ibu untuk memotret dan mengabadikan acara keluarga sehingga foto-foto yang dihasilkan menjadi lebih menarik.

Candid
Memotret objek dalam suasana atau momen yang alami atau wajar. Pemotret menangkap karakter asli seseorang melalui sikap tubuh dan ekspresinya. Biasanya fotocandid didapata dari peristiwa sehari-hari yang terjadi secara alami. Memotret candidmenghasilkan objek foto yang wajar, spontan dan tidak dibuat-buat.
Beragam aktifitas dan ekspresi wajah dapat difoto dengan cara ini. Pemotret dapat mengabadikan ekspresi wajah dalam keadaan marah, sedih atau gembira. Contohnya, wajah dua remaja yang tertawa senang saat bergosip atau wajah anak yang sedang menangis keras karena berebut mainan.
Spontanitas adalah esensi keberhasilan memotet candid. Hal ini banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya, memotret seperti ini lebih mudah karena pemotret tidak perlu "memaksa" seseorang untuk berpose seuai keinginannya.
Memotret candid bisa menawarkan variasi adegan atau momen foto. Bisa saji, dengan memotret candid, pemotret malah mendapatkan adegan foto yang tidak terduga.

Pose
Berbeda dengan memotret candid, pada foto pose, kedekatan hubungan pemotret dengan objek foto sangat membantu kelancaran pemotretan. Hubungan keduanya yang terjalin baik memungkinkan objek foto untuk bersikap lebih rileks dan wajar. Foto pose keluarga ini yang umumnya banyak dipajang dalam ruang keluarga.
Pada pemotretan pose, umumnya pihak yang dipotret memutuskan sendiri pose yang diinginkan. Pada awalnya, biarkan setiap objek foto mengatur sendiri posenya. Biasanya mereka mengetahui posisi, bagian wajah dan gaya terbaik yang bisa ditonjolkan di depan kamera. Objek foto remaja atau orang dewasa akan senang hati berpose untuk difoto. Setelah itu pemotret bisa mengusulkan pose sesuai dengan keinginannya. Tentunya selain mengatur pencahayaan dan kelengkapan pemotretan lainnya.
Perhatikan bila memotret pose pada anak. Foto pose pada anak kerap menghasilkan foto wajah yang kaku, tegang dan dipaksakan untuk tersenyum. Oleh sebab itu, meskipun foto pose, jangan terlalu mengatur posisi, gaya dan ekspresi anak yang membuat mereka tidak nyaman.

Dimana Anak-anak Belajar

Oleh  : Noor Ruly Abyz Wigati


Salam... ibu-ibu yang baik, sabar dan pintar...

Kali ini saya ingin sharing tentang gimana sih aebenarnya tempat belajar yg baik buat anak2...?
jaman saya duluuu... dan umumnya ortu saat ini, memberikan anak2 tempat yg dianggap cocok untuk belajar anak-anak adalah dengan pendekatan 'standart' antara lain ; mendesak satu waktu byang konsisten di setiap malam, ruangan bersih, rapi, tenang, terang dengan meja dan kursi belajar. Pokoknya yakin di tempat tersebut anak 'bebas dari gangguan'. Sebagian anak ternyata memang menikati fasilitas tersebut meski tak selalu signifikan denganhasil belajar yg di peroleh. Tetapi sebagian anak-anak yg lain, tak jarang merasakannya seperti dimasukkan ke dalam penjara tanpa adanya kemungkinan bebas bersyarat... (ih... terlalu berlebihan ya...)
Anak-anak memang berbeda, mereka yg cenderung bermodal visual, pencahayaan yg cukup dengan kondisi kamar yg warna-warni tentu akan membuatnya lebih nyaman. Namun bagi anak-anak yg mengandalkan pendengarannya tak terlalu peduli dengan assesoris yg ada di ruangan, tapi akan sangat terganggu dengan suara2 bisik yg mengusik fokus suara yg sedang dipelajari seperti suara ibu yang sedang menjelaskan ataupun suuaranya sendiri yg sedang menghafalkan. Lain lagi dengan anak-anak yang sangat energik dan tak henti 'bergerak' justru konsentrasi dan daya tangkap anak akan kuat saat mereka sedang bergerak loh.... Anak-anak kinestetik biasanya justru cenderung melamun saat mereka diam, sehingga tempat terbuka dengan suara musik dan suasana ceria bisa mendukung kenyamanan belajarnya.....
(Sumber : Cara Mereka Belajar "Cynthia Ulrich Tobias" dan sumber2 lain yg mendukung)

Semoga sedikit informasi ini bisa bermanfaat buat bunda2 sekalian yaaa.....

"1...2...3.... Sayang Semuanya..."

Oleh  : Noor Ruly Abyz Wigati 


 “1…2…3… sayang semuanya…”

Suatu hari, seorang anak laki-laki berusia tiga tahun dengan berat badan 12 Kg meninju dan memukul perut ibunya yang sedang hamil besar. Sang ibu menahan rasa sakitnya, namun berusaha memberi senyum sembari berkata, “Sayang, apakah kamu ingin mengatakan sesuatu pada adikmu?”
Anak laki-laki itupun menghentikan pukulannya sambil menjawab, “Iya, aku ingin dia cepat keluar agar ibu bisa kuat menggendong aku lagi…!”
Kisah ini menggambarkan betapa potensi kecemburuan, persaingan dan perselisihan di antara anak-anak dalam sebuah keluarga adalah sebuah keniscayaan.  Meski banyak referensi yang menyangkut “persiapan untuk menerima adik baru”, Kenyataannya tidak ada metode yang bebas dari kesalahan. Kadangkala ortu sudah menyiapkan dan melakukan semua saran yg diperoleh dari berbagai referensi, tapi kejadian yang dihadapi beda banget dengan ‘teori’ yang didapat.  Jadi kayaknya sih… Setiap ortu mesti bersiap untuk menghadapi ‘kondisi tak terduga’ yang sangat mungkin terjadi.
Meskipun tak ada metode yang seratus persen efektif, namun saya ingin menyampaikan beberapa gagasan yang paling saya sukai :
  1. Menyampaikan kabar keberadaan janin di dalam rahim dengan se-ekspresif mungkin
  2. Tidak memaksaan perasaan tertentu pada sang kakak seperti , “Kamu pasti akan senang kalau punya adik…”
  3. Mengajak sang kakak saat periksa ke dokter, ikut mendengar detak jantung dan gerakan adik dalam perut ibu.
  4. Melibatkan kakak saat memilih nama untuk adiknya, juga ketika memilih baju, mainan dan perlengkapan adiknya yang lain.
  5. Mengajak kakak berkunjung ke tempat teman yang baru melahirkan
  6. Banyak bercerita tentang masa batita sang kakak,  sambil menunjukkan foto-foto masa batitanya.
  7. Mengjinkan kakak terlibat dalam proses perawatan dan pengasuhan adiknya.
Nah, kalau sekarang sudah pada ‘gede-gede’ gimana dong menyikapi kecemburuan diantara mereka….???
Suatu hari, Dzikri anak sulungku berkata, “Dek Ihsan selalu mendapatkan apa saja yang dia mau.”
Umi : “Apa iya? Umi malah nggak tahu, nak…”
Dzikri : “Iya, waktu kue puding tinggal satu, umi memberikan ke Dek Ihsan, padahal aku juga kepengen.”
Umi : “Ooo..Dek Ihsan kan minta,  lah Mas Dzikri kok nggak minta, jadi umi nggak tahu kalau mas pengen juga.”
Dzikri : “Ya itu makanya, aku bilang Dek Ihsan selalu dapat yang dia mau, umi lebih sayang adek daripada aku ( sambil manyun).
Umi : (sambil memeluk si sulung) “Mas tahu nggak, umi selalu ingin memelukmu seperti ini, meskipun umi sedang bermain dengan adikmu.”
(Berusaha memahami bahwa persoalannya bukan pada tidak kebagian kue, tapi bahwa si sulung merasa adiknya diberi perhatian lebih daripada dirinya).
Ok, parents pernah ngadepin persaingan dan kecemburuan diantara para buah hati? Sharing  yuuuk….
Insya Alloh bisa saling memberi manfaat…..

Kenapa Mobile Photography ?

Oleh  : Vivera Siregar 


Hampir semua orang (di perkotaan) memiliki ponsel sebagai alat berkomunikasi. Belakangan ini, fotografi sudah melibatkan kamera yang ada di sebuah ponsel. Apalagi sekarang ini fasilitas yang terdapat di sebuah kamera ponsel sudah jauh membaik, nyaris setara dengan kamera digital.
Coba perhatikan ponsel Anda, jangan-jangan Anda tak pernah sungguh-sungguh menggunakan kameranya, artinya tidak pernah memanfaatkannya dengan baik. Padahal itulah kamera yang selalu Anda bawa kemana pun Anda pergi, dan jangan lupa bahwa fungsi kamera adalah seperti yang di masa lalu pernah kita bahas di sini: mengabadikan waktu.
Jadi, disayangkan apabila Anda tidak merekam segala yang melintas dalam hidup Anda, karena jejak itulah yang Anda tinggalkan kelak.

Selain karena kemudahannya dibawa-bawa, ada alasan-alasan lain yang menyebabkan banyak orang menyukai mobile photography. Inilah beberapa di antaranya:

1. Kecil, kebanyakan smartphone tidak membutuhkan banyak ruang untuk menyimpannya, artinya tidak perlu tempat luas seperti kamera biasa.
2. Selalu bersama Anda, sekarang ini smartphone sudah menjadi kebutuhan utama orang banyak, dan selalu dibawa kemana saja.
3. Mudah dibagi. Hasil foto yang diambil dengan menggunakan kamera ponsel bisa dengan mudah di-share ke mana saja. Bisa melalui e-mail, MMS, ke layanan jejaring sosial ataupun melalui koneksi Bluetooth.
4. Mudah diedit. Pada umumnya, hasil foto kamera ponsel bisa dengan mudah diedit, apalagi sekarang orang mulai menggunakan instagram yang memudahkan untuk mengedit.
5. Bisa membuat foto "candid". Banyak orang menggunakan kamera ponsel untuk mengambil foto-foto tak terduga.
6. Smartphone mulai menggantikan kamera digital. Sekarang ini, teknologi kamera dalam smartphone sudah memiliki resolusi lensa yang sangat tinggi.

Lalu, setelah membaca ulasan ini, apalagi yang Anda tunggu untuk mulai membidik dengan smartphone yang Anda miliki. Mulailah merekam momen, jangan biarkan segala pengalaman Anda berlalu begitu saja. Jangan biarkan kamera ponsel hanya dipakai untuk narsis belaka....

[Parenting and Marital Sharing] Kiat Menghindari Deprivasi Maternal

Oleh  : Afin Murtiningsih 


Assalammu'alaikum ibu-ibu cantik,

Maafkan saya sepertinya terlambat beberapa saat untuk sharing tentang parenting dan marital pagi ini. Kali ini kita akan berdiskusi tentang "Kiat Menghindari Deprivasi maternal".

Seperti yang telah kita ketahui bersama, kedekatan antara anak dengan ibu merupakan hal mutlak yang perlu diusahakan semaksimal mungkin. Sedari masa kehamilan, seorang ibu telah digiring secara naluriah untuk dekat dengan buah hatinya. Hal ini perlu senantiasa dijaga sampai anak-anak menjelang dewasa. Karena ketiadaan hubungan yang erat antara ibu dan anak bisa berdampak pada adanya "Deprivasi Maternal" yaitu istilah psikologi bagi adanya rasa kehilangan yang mendalam akan sebuah peran dan fungsi ibu.

Ironisnya, Deprivasi Maternal ini akan sangat mempengaruhi perkembangan pribadi seorang anak. Ada yang kemudian merasa murung dan mudah berputus asa, ada yang cenderung mencari perhatian dengan merusak dan mengganggu, dan ada yang berpengaruh pada perkembangan bahasa dan sosial mereka. Bahkan ada kemungkinan tindakan kriminal yang dilakukan orang dewasa sebagai salah satu dampak adanya Deprivasi Maternal di masa lalu mereka.

Lalu, bagaimanakah cara kita memelihara kedekatan alami dengan sang buah hati? Karena ternyata Deprivasi Maternal bukan hanya dialami oleh anak-anak dengan ibu-ibu yang bekerja di luar rumah. Ibu yang memiliki kesibukan penuh di rumah juga perlu tetap menjaga kedekatan dengan sang buah hati. Meninggalkan mereka di depan komputer atau menjalankan pekerjaan rumah tangga selama berjam-jam juga bisa membuat anak kehilangan sosok ibu mereka.

Nah, sharing yuk, bagaimana cara kita untuk selalu dekat dan memahami anak-anak? Kedekatan ini bisa terlihat dari adanya rasa sayang anak-anak kepada kita ibunya. Jika mereka memiliki satu masalah, maka pelukan hangat ibu bisa membuat mereka menjadi nyaman untuk kemudian mampu menyelesaikannya.

Bagaimana dengan ibu-ibu?

[Self Management Series] Membangun Karakter dan Integritas

Oleh   : Vivera Siregar 


Karakter adalah aset yang bertumbuh dengan berjalannya waktu, dan akan terbentuk berdasarkan sikap kita setiap hari. Apa yang kita lakukan dan kita katakan, bagaimana kita menangani masalah, dan bagaimana kita berhubungan dengan orang lain. Membangun karakter mirup dengan berinvestasi. Kita hanya berminpi bila berharap kaya hanya dalam waktu satu hari, demikian juga dengan pembangunan karakter, yang terpenting adalah apa yang kita lakukan, hari demi hari dalam jangka panjang.
Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan yang perlu dilakukan secara konsisten dengan penuh komitmen untuk membangun karakter dan integritas yang kokoh.

1. Selalu menepati janji
Inilah deposito emosi yang paling mudah diingat oleh orang lain tentang diri kita. Banyak orang tidak lagi menaruh nilai tinggi terhadap janji yang sudah dibuat Semakin banyak orang mengingkari janji yang telah dibuatnya, tanpa menyadari bahwa semakin sering mengingkari janji, semakin rapuh integritas kita di mata orang lain.

2. Konsistensi
Ini yang sering didengar dalam tausyiah ustadz atau ustadzah, istiqamah.  Jika kita konsisten atas setiap perbuatan kita, kepercayaan orang akan meningkat.

3. Senantiasa memegang komitmen dan bertanggung jawab
Seseorang dengan integritas tinggi selalu memegang komitmen dari kesepakatan yang telah dibuatnya dengan pihak lain. Katakan ya, atau katakan tidak, dan berkomitmen dengan yang telah diucapkan.

4. Satu kata dan perbuatan
Seringkali orang mengatakan sesuatu atau menasihati , atau memberi saran, tapi tidak pernah melakukan apa yang dikatakannya. Selayaknya, perbuatan sesuai dengan apa yang telah dikatakan.

5. Kejujuran dan keterbukaan
Bersikap jujur berarti menyatakan kebenaran meskipun itu sulit dan pahit. Orang yang bersikap jujur dan terbuka tidak akan pernah berbisik-bisik membicarakan orang lain di belakang, tapi akan dengan terbuka menyatakan langsung dengan santun kepada yang bersangkutan.

6. Menjaga prinsip dan nilai-nilai yang diyakini
Seseorang yang berkarakter mempunyai prindip dan nilai-nilai kehidupan yang diyakini. Seseorang yang tidak memiliki prinsip atau nilai-nilai kehidupan seperti orang yang melakukan perjalanan tanpa peta, sehingga tidak tahu cara mencapai tujuannya, bahkan seringkali tidak tahu apa tujuan hidupnya.

Hmm, hanya enam point, dan sebaiknya jangan ditambah lagi, karena semuanya itu  bukan hal yang mudah untuk dilaksanakan dalam hidup keseharian. Kesemuanya itu baru bisa menjadi karakter bila kita melakukannya setiap hari, setiap waktu, dimana pun kita berada, baik ada maupun tidak ada yang melihat.

Bukankah kecenderungan orang melakukan sesuatu yang baik hanya di depan orang lain saja?

Oh tidak, disini sih tidak ada yang begitu. Yang seperti itu hanya terjadi disanaaaaa, di negeri antah berantah yang entah dimana....:)

[Parenting] Membangun Dispiplin yang Efektif Pada Anak-Anak

Oleh  : Noor Ruly Abys Wigati


Apa kabar ibu-ibu yang cantik dan Kreatif.....??

Tema kali ini tentang membangun disiplin yang efektif pada anak-anak.
Bagian dari pengasuhan yang paling menantang bagi orangtua adalah disiplin.

Banyak orangtua yang berpikir bahwa disiplin hanya perlu dilakukan saat anak melakukan kesalahan, memberi hukuman bahkan yang menyakitkan agar efektif.
Kepercayaan-kepercayaan tersebut membuat banyak orangtua memukul, berteriak, menghina dan mempermalukan anak-anak mereka, menganggap bahwa cara-cara itu merupakan cara yang efektif untuk mengajari mereka berperilaku. Ini adalah alasan umum mengapa anak-anak mengalami kekerasan di rumah.   Padahal dibutuhkan proses untuk bisa membangun karakter positif bagi setiap pribadi dan setiap proses tentu membutuhkan waktu dan tahapan yang setiap anak bisa berbeda-beda.
Jadi menurut saya disiplin akan efektif jika sifatnya ramah, menghargai dan sensitif.
Ramah berarti tanpa kekerasan dan menyenangkan bagi anak-anak, misalkan jika anak sulit mandi, ‘pancing’ dengan ajakan bermain gelembung sabun atau yg lainnya, serta upayakan sebelum tidur berikan dongeng tentang akibat nggak pernah mandi. (Bukan malah ngomel-ngomel setiap kali anak menolak disuruh mandi, hehehe….)
Menghargai setiap prilaku positif sesuai dengan tahapan dan kemampuan anak.  Misalkan memberikan pujian dan peluk cium saat si kecil meletakkan piring kotornya ke tempat cuci piring. “Wow… hebatnya anak bunda udah bisa taruh piring ke dapur…” (Hindari tuntutan, “Duh… kok Cuma ditaruh nggak dicuci sekalian….!” )
Sensitif dalam artian mudah dimengerti dan dipahami, bisa dilakukan dengan menunjukkan kejadian-kejadian yang nyata tapi tidak menakut-nakuti (tdk mengancam). Misalkan, “Lihat bunga kita layu dan kering, karena sudah 2 hari tidak disiram, seperti kita kalau dua hari nggak minum dan nggak makan tentu jadi lemas nggak bisa main bahkan bisa sakit…” (Tahan diri untuk mengeluarkan kalimat : “Waduh… kakak lupa nyiram ya, nih lihat tanamannya jadi layu….”)
Bunda-bunda yang cantik dan cerdas…..
Meskipun  banyak orangtua dibesarkan dengan hukuman yang kasar, sehingga mereka mengalami kesulitan untuk  membayangkan apa yang dimaksud dengan disiplin yang ramah, penuh penghargaan  dan sensitive.
Kita semua bisa menjadi bunda yang lebih sabar dan telaten dalam membangun karakter disiplin bagi buah hati tercinta, semoga bermanfaat.

[FIKSI] APA ITU FIKSI?

Oleh  : Langit Amaravati


APA ITU FIKSI?

Selamat siang ibu-ibu keren! Happy weekend. Berjumpa lagi dengan saya, Skylashtar Maryam yang unyu-unyu di acara diskusi tentang fiksi *bagiin kresek, siapa tahu ada yang mual-mual*. Well, sebelum saya memulai kelas dikusi, ada baiknya saya memberikan disclaimer. Saya ditunjuk sebagai PJ bukan karena saya lebih paham tentang fiksi, tapi karena saya memang lebih banyak berkecimpung di bidang ini daripada di bidang lain. So, mari belajar bersama-sama. Saya bukan guru dan Anda bukan murid. Kita hanya dua orang yang saling berpegangan tangan di setiap perjalanan. Lho, kok? Ups, sorry. Efek malam Minggu ^o^.

Karena saya belum berhasil menemukan korban yang tepat untuk ditunjuk menjadi tutor, jadi saya awali diskusi kali ini dengan pengertian fiksi terlebih dahulu.

PENGERTIAN FIKSI
-          Fiksi menurut KBBI è cerita rekaan (roman, novel, dsb); tidak berdasarkan kenyataan; rekaan; khayalan.
-          Fiksi menurut istilah è Karya sastra yang dibuat berdasarkan khayalan atau tidak nyata. Tidak terikat dengan aturan-aturan baku seperti pada karya ilmiah.
-          Fiksi menurut William Sloane dalam bukunya The Craft of Writing è Orang –tokoh- adalah isi pokok sebenarnya dari semua fiksi, sebagaian besar nonfiksi, semua drama, dan banyak puisi dari Iliad sampai Robert Lowell. Tidak ada fiksi tanpa adanya manusia. Orang adalah cerita dari keseluruhan cerita.

Dari pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa karya fiksi adalah karya sastra yang berkisah tentang sesuatu yang tidak nyata, bersifat khayalan, baik itu tokoh, alur, maupun tema yang dikisahkannya.

Lalu bagaimana dengan novel atau tulisan lainnya yang berdasarkan kisah nyata? Jika ada hal-hal yang diubah atau disesuaikan, maka itu tetap disebut sebagai karya fiksi.

JENIS-JENIS KARYA FIKSI
Dari segi bentuk, karya fiksi dibedakan ke dalam dua:
1. Puisi
Puisi disebut juga sajak 1 gubahan sastra yg berbentuk puisi; bentuk karya sastra,penyajiannya dilakukan dl baris-baris yg teratur dan terikat; gubahan karya sastra yg sangat mementingkan keselarasan bunyi bahasa; patut; kena; cocok; (KBBI)

Sebuah puisi merupakan ungkapan perasaan atau pikiran penyairnya dalam satu bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu. Secara garis besar, sebuah puisi terdiri atas 7 unsur, yaitu: tema, suasana, imajinasi, amanat, nada, suasana, dan perasaan. Sedangkan prinsip dasar sebuah puisi adalah berkata sedikit mungkin, tetapi mempunyai arti sebanyak mungkin.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi puisi:

# HERMAN J. WALUYO
Puisi adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.

# SUMARDI
Puisi adalah karya sastra dengan bahasa yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif).

# HERMAN J. WALUYO
Puisi adalah genre sastra yang paling banyak menggunakan kata kias.

Puisi adalah bentuk karya sastra yang mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian struktur fisik dan struktur batinnya

# JAMES REEVES
Puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat.

# THOMAS CARLYLE
Puisi merupakan ungkapan pikiran yang bersifat musikal .

# PRADOPO, 1995:7
Puisi merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan.

# HERBERT SPENCER
Puisi merupakan bentuk  pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan .

# DUNTON
Puisi adalah pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa serta berirama seperti musik.
(sumber: http://carapedia.com/pengertian_definisi_puisi_info2067.html)

2. Prosa
Prosa adalah suatu jenis tulisan yang dibedakan dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya.

Karya fiksi yang berbentuk prosa di antaranya:
-          Cerpen
-          Novel
-          Drama
-          Dongeng
- Cerber

Oke, saya cukupkan sekian dulu pembahasan kita.

Salam,
~eS

Resensi Buku “Ternyata Menulis itu Gampang”

Oleh : Raditya Surya

Ini Dia, penampakan si buku yang membuat saya terinspirasi
Judul           : Ternyata Menulis itu Gampang
Penulis        : Indari Mastuti
Penerbit      : Penerbit Samudera Solo
Halaman     : 152
Cetakan I    : November 2011


Menulis adalah pekerjaan yang sudah biasa dilakukan semua orang. Ketika masuk TK, Anda semua sudah mulai diajarkan menulis. Bahkan, ketika duduk di bangku SD, Anda pasti sudah dihadapkan pada pelajaran menulis, dalam hal ini biasanya mengarang tentang pengalaman sehari-hari. Hal itu menunjukkan bahwa siapapun orangnya, memiliki kemampuan dasar untuk menulis. Namun, kenapa banyak orang justru mengatakan bahwa menulis itu sulit?
Banyak orang stres dan putus asa manakala menghadapi laptop, apalagi jika ide yang ada di kepala justru melayang entah kemana. Kadang mereka hanya duduk berjam-jam, namun kertas masih tetap kosong, atau bahkan dicampakkan karena tidak sesuai dengan keinginan. Kebanyakan dari mereka bingung bagaimana memulai menulis, bagaimana mencari tema, apakah sudah sesuai dengan EYD, dan bagaimana jika tiba-tiba tulisan macet di tengah jalan? Begitu banyak alasan yang menyebabkan menulis menjadi pekerjaan yang sulit. Padahal, menulis adalah pekerjaan yang sangat gampang dan menyenangkan. Namun, hal itu bisa terjadi jika Anda tahu tips dan trik khususnya.
Menulis adalah suatu hal yang mudah dilakukan, karena dalam menulis tidak diperlukan bakat khusus. Dengan latihan yang kontinue, Anda pasti bisa menghasilkan tulisan yang baik, mengalir, dan tentunya enak dibaca. Para penulis pemula sering mengalami kesulitan dalam memulai menulis. Buku ini mengajak para penulis pemula untuk menulis tanpa beban alias menulis dengan melupakan teori yang ada, tidak merisaukan titik koma, dan lupakan sejenak EYD. “Menulislah dengan gaya Anda sendiri dan jangan pernah terbebani dengan apapun. Menulis, ya, menulis…  (hal. 15)

Teori-teori yang dalam ilmu menulis bukanlah segala-galanya yang harus diperhatikan dalam memulai kegiatan menulis. Agar semakin lancar menulis, buku ini memaparkan 12 kemudahan dalam menulis. Teori-teori menulis yang ada di buku ini disampaikan dengan lugas dan ringan sehingga mudah dipahami oleh siapapun. Dan yang pasti.... buku ini berhasil merubah mindset tentang menulis yang selama ini dianggap sulit oleh sebagian orang.
Meskipun Anda sudah lancar menulis, bukan berarti jalan sudah terbuka lebar-lebar. Akan tetapi, banyak kerikil tajam yang siap menghadang jejak langkah kita dalam menapaki dunia kepenulisan. Hambatan yang seringkali membuat Anda sulit untuk menulis ada dua faktor, yakni dari luar dan dari dalam diri sendiri. Faktor dari luar diantaranya adalah kritikan, karena itu Anda harus menempatkan dan menyikapi kritikan sebagai media agar tulisan Anda semakin sempurna.
Sedangkan, faktor dari dalam diri sendiri bisa berupa ; rasa malas yang menyebabkan kita berhenti menulis. Padahal, berhenti menulis dalam jangka waktu lama  akan membuat ketrampilan dan motivasi yang telah  Anda miliki akan hilang. Untuk itu, tidak ada jalan lain bagi seorang penulis kecuali harus tetap konsisten menulis dalam kondisi apapun dan dimanapun. Jangan biarkan kesempatan terbuang sia-sia tanpa ada aktifitas menulis. Tetaplah menulis, meskipun hanya berupa ; diary, catatan harian, flash fiction, outline, dan lain-lain.
Buku ini menjelaskan bahwa kebiasaan menulis akan mengantarkan kita pada banyak keuntungan, diantaranya : jalan awet muda dengan menulis, menulis sebagai jalan mudah kaya raya, menulis menjadi salah satu jalan menuju ke surga. Selain kemudahan-kemudahan tersebut, buku ini juga membagi tips-tips tentang “bagaimana menjebol dinding yang bikin macet?, bagaimana cara menulis dengan cepat?, dan alamat email penerbit-penerbit besar.”
Buku mungil setebal 152 halaman ini menyajikan beberapa tips dan trik yang bisa dicoba bagi para penulis pemula. Sehingga, setelah menikmati isi buku "Ternyata menulis itu gampang" Anda akan tahu bahwa menulis itu memang tidak sesulit yang Anda bayangkan alias gampang. Jadi kesimpulannya, buku ini wajib dimiliki oleh siapapun yang ingin menulis, sedang belajar menulis, ataupun yang sudah lihai menulis.

Sidoarjo, 21 Mei 2012

Ayunin

[DESAIN] Cara Membuat Brosur

Oleh  : Trance Taranokanai


Selamat malam, Ibu-ibu cantik. Kali ini kita akan membahas cara pembuatan brosur, ya.
Sudah menyiapkan dan menginstall software nya belum nih? Kalau sudah, kita langsung mulai yuk!

Sebelumnya, pembahasan sedikit dulu yuk tentang brosur.
Brosur merupakan alat promosi yang cukup efektif dan efisien. Brosur ­dapat memuat informasi-informasi yang berkaitan dengan produk yang diiklankan dan disampaikan ­langsung kepada khalayak yang benar-benar calon konsumen.
Adapun keunggulan dari media ini yaitu :
  • Tertuju pada khalayak yang terseleksi
  • Dapat dibawa pulang dan disimpan sehingga bila sewaktu-waktu dibutuhkan ­brosur dapat dilihat kembali.
  • Memuat informasi yang banyak dan lebih lengkap.
Kelemahannya yaitu :
  • Brosur yang datang bertubi-tubi kepada satu konsumen biasanya akan kehilangan fungsinya dan dapat dianggap seperti sampah.
Format brosur ada yang berbentuk folder dan ada pula berbentuk booklet.   

Nah, materi kali ini membuat brosur folder dengan sederhana ya. Tapi, yang diambil untuk sampel, hanya sheet muka saja untuk 1 halaman.  
Langkah pertama, aktifkan program Indesign. Setelah itu, atur dokumen/buat dokumen baru dengan cara tekan tool File>New>Document.
Langkah kedua, atur area desain yang akan digunakan sebagai work area. Misalnya dalam sampel brosur diambil contoh 1 buah sheet berukuran A4. Itu berarti size nya yaitu 210x297mm. Cara mengaturnya :
-          Pada kolom Page size, pilihlah ukuran kertas A4. Maka secara otomatis Width dan Height akan menyesuaikan sesuai ukuran A4 yaitu 210x297mm atau sebaliknya, tergantung orientasi yang digunakan. Untuk sampel ini menggunakan orientation potrait/vertical/tegak lurus.  
-          Pada kolom Margin, jangan ubah ukurannya. Biarkan saja sesuai yang tertera. Disana akan tertulis keterangan Top 12,7mm, Bottom 12,7mm, inside 12,7mm, dan outside 12,7mm. Jangan lupa aktifkan Bleed dan slug pada tiap-tiap kolom dengan ukuran bleed 3mm (untuk top, bottom, inside, dan juga outside), serta slug 8mm (juga untuk top, bottom, inside dan outside). Setelah selesai tekan Ok. Maka pada layar akan muncul work area dengan tambahan tiga buah garis bantu berwarna magenta, merah dan biru. Magenta adalah garis bantu batas text, merah adalah bleed untuk garis bantu sisiran untuk proses pemotongan area saat dicetak, sedangkan biru adalah slug.  
-   Untuk mulai mendesain, pada sampel ini ambil pic Background brosur dan atur posisi di work area.

Adapun langkah-langkahnya :
  1. Memasukkan pic background brosur kedalam work area yaitu klik File>Place>pilih folder dimana image berada>Klik image yang dimaksud>Open. Lalu rotasikan pic hingga 90 derajat dengan menggunakan tool Rotate 90 derajat clockwise. Tool ini terletak disamping rotation angle. 
  2. Atur  dan sesuaikan ukuran pic menyesuaikan work area hingga bleed dengan cara tekan Control Shift klik ujung bagian pojok atas pic. Jika pic melebihi garis bantu berwarna merah (bleed), rapikan pic tersebut dengan cara ketika pic aktif, maka akan muncul anak panah, tekan dan geser anak panah tersebut dan rapikan sesuai batas bleed.
  3. Langkah berikutnya adalah memberikan effect pada pic. Caranya, aktifkan pic, tekan tool effect yang terdapat disebelah kanan work area bersebelahan dengan swatches. Klik Effect>Double Klik object, maka akan muncul berbagai tampilan effect object. Klik/pilih gradient feather, ubah angle menjadi -90%, type Linear, dan ubah opacity menjadi 50%>Ok. Atau, bisa melalui toolbar atas dengan mengklikObject>Effect>gradient feather. Cara mengaktifkan opacity, klik tabung warna kecil di gradient stop. Disana terdapat dua buah warna hitam dan putih. Klik yang hitam. Secara otomatis akan muncul keterangan opacity 100% dan location 0%. Ubah Opacity menjadi 50%. Angle -90%.    
  4. Langkah selanjutnya, placing pic background brosur ke work area seperti langkah/tahap 1. Seret dan kecilkan menyesuaikan Bleed. Ganti  ukuran pic dengan size 216x121mm. Size ini berada pada posisi tepat dibawah tool type. Disana tertera W dan H. W untuk width, dan H untuk height. Setelah itu atur posisi pic dengan sumbu X=105mm dan Y=200mm.
  5. Selanjutnya, placing Logo ke work area seperti langkah sebelumnya. Kecilkan logo menjadi 60%. Kolom persen tepat dibawah tool View di toolbar atas. Lalu seret ke tepi garis bantu magenta bagian dalam work area.
  6. Untuk text, Kalimat
-          ALWAYS BE PART OF YOUR LIFE
-          SMART BUSINESS GROWING IN ENVIRONMENT-WISE
-          SATISFYING CUSTOMER VALUES THROUGH ENHANCED TECHNOLOGY
-          SUSTAINABLE PERSONAL GROWTH AND DEVEPLOMENT

Dibuat rata kanan. Caranya, ketik kalimat diatas sesuai seperti gambar, seleksi text, akan di toolbar atas pilih align right. Gunakan font Myriad Pro, Regular, 14 pt. Tarik garis bantu/ruler dan posisikan dengan sumbu Y= 110mm. Letakkan text tersebut ditepi kanan menempel pada garis bantu tersebut.
Sementara untuk alamat,
Address : Jl. Pegangsaan Dua Km. 2,2 Kelapa Gading  ­Jakarta 14250 Indonesia 
International Offices : Singapore, ­Melbourne (Australia), Dubai (UAE)
Phone : (021) 4603550, 4607025 | ­Facsimile : (021) 4607009, 4607010
Diatur memakai font Myriad Pro condense 12 pt. Letakkan dibagian bawah menempel pada area bantu warna magenta dan dibuat central. Jika textbox terlalu besar, disaat setelah selesai mengetik, tekan control Alt C untuk menyesuaikan area textbox yang berlebih.

Catatan. Untuk image, menggunakan bleed agar ketika proses cetak, image tidak teriris. Fungsi bleed untuk sisiran. Selain itu, ubah setiap image yang dipakai menjadi CMYK. Agar ketika dicetak, warna tidak turun. Sebagai seorang desainer grafis, hal-hal sepele seperti ini harus selalu dibiasakan setiap membuat desain.
Nah, itu dia tahap demi tahap pembuatannya. Dibuat sesimpel mungkin agar bisa diikuti. Jika dirasa masih menjlimet atau penjelasannya masih susah dipahami, mohon maaf ya.

Kekuatan Kemauan

Oleh  : Nurul Asmayani Penuh 

Pernah menonton serial SpongeBob si celana kotak di televisi kan?
Suatu hari, SpongeBob diberi tugas oleh gurunya untuk membuat sebuah tulisan sekian ribu karakter. Tugas yang menurut SpongeBob saat itu, sebenarnya sederhana saja dan pasti bisa ia lakukan. Tapi, apa yang kemudian terjadi?
Bukannya segera menulis, SpongeBob malah asyik bermain, membersihkan rumah, membuat makanan, dan seterusnya.
"Ah, kalau perut lapar mana bisa menulis?" batin si celana kotak. Maka, ia asyik membuat roti isi.
"Duh, kalau rumah berantakan begini bagaimana saya bisa konsentrasi menulis?" pikirnya lagi. Lalu ia asyik menggosok lantai hingga dinding dan perabot sampai mengilap.
Puas! Tapi jarum jam terus berdetak.
Ia gegas menulis, dan dalam beberapa jam hanya bisa menulis satu kata saja. Berulang kali meraut pensil hingga tajam, bolak-balik ganti kertas.
Ugh! Gemas jadinya melihat tingkah si sponge ini.

Tapi saya kemudian tersadar. Hei! Bukankah kadang -bahkan sering kayaknya- saya bertingkah seperti si SpongeBob? Menunda-nunda melakukan pekerjaan dengan berbagai alasan.
"Tidak segera mulai menulis karena merasa masih ada waktu."
"Duh, enak kali ya kalau punya komputer sendiri di rumah. Sekarang kalau mau nulis saya harus ke rental komputer. Ribeeeet. Nggak jadi deh." Alasan ini pernah dikemukakan banyak orang sepertinya.
"Mungkin kalau saya punya laptop saya akan jadi lebih produktif menulis. Saya jadi bisa menulis di mana pun dan kapan pun." Bisik sedih hati kita sambil melirik komputer jangkrik yang setia menemani. #jewer kuping sendiri.

Nah-nah. Jadi, sebetulnya letak masalahnya di mana sehingga kita tidak juga segera melangkah?
Apakah pada diri sendiri? Pada sarana yang terbatas? Atau pada...?
Sahabat sayang, ada satu kekuatan besar yang akan sanggup menggerakkan kita melakukan apa pun, menerobos penghalang, menganggap kecil semua rintangan. Kekuatan itu bernama KEKUATAN KEMAUAN.

Dalam pentas sejarah, kita telah disuguhi banyak parade orang-orang yang berhasil meraih kesuksesannya di tengah berbagai keterbatasan. Dengan berbekal satu hal ini, yaitu kekuatan kemauan.
Tak percaya?
Masih ingat kisah hidup Steven King yang sudah pernah kita ulas di kelas Selasa beberapa bulan lalu? Itu salah satu contohnya.

Wasalam,
Peluk erat. Nurul Asmayani.
-Korwil IIDN LN-

APA ITU AGENSI NASKAH?

Oleh  : Indari Mastuti full


Dari 100 orang yang berkunjung ke stand Indscript Creative pada pameran Wirausaha Muda Mandiri 2011 di JCC, Jakarta di bulan Januari 2012 lalu, 99 orang tidak tahu apa itu agensi naskah. Ini yang membuat agensi naskah Indscript Creative terus menerus melakukan edukasi mengenai apa itu agensi naskah, apa perannya bagi penulis, dan bagaimana pola kerjanya. Saya sering mengasumsikan agensi naskah itu menyerupai agensi artis atau agensi model, bedanya adalah yang diurus penulis atau naskah, bukan artis ataupun model. Agensi naskah menjadi jembatan atau mediator antara penulis dan penerbit atau penerbit ke penulis.

Sebetulnya dalam era informasi yang serba mudah seperti ini, penulis bisa sangat mudah menghubungi penerbit mana yang ingin mereka bidik. Apalagi penerbit pun sangat terbuka menerima kemunculan penulis-penulis baru yang terus meningkat. Namun, peran agensi naskah ternyata bukan hanya sebagai penghubung antara penulis dan penerbit ataupun penerbit ke penulis. Ada peran lain yang akan dilakukan seperti misalnya bagaimana mengemas naskah penulis menjadi lebih apik dan ciamik hingga pembuatan kontrak penerbitan buku secara transparan.

Agensi naskah Indscript Creative yang berdiri pada tahun 2007, awalnya merupakan agensi naskah yang muncul dari sedikit saja agensi naskah yang ada pada saat itu, berbeda dengan saat ini, agensi naskah semakin banyak dan bertaburan di berbagai belahan kota dengan sistim dan taste yang pasti memiliki kekhasannya sendiri. Namun, harus kita akui, agensi naskah tetap saja masih kurang dikenal di masyarakat awam dan luas, agensi naskah hanya terkenal di industri penerbitan saja, itupun tidak banyak yang memahami bagaimana dengan pola kerjanya.

Lalu, bagaimana pola kerja agensi naskah Indscript Creative? Agensi naskah yang juga didirikan oleh saya, yang juga sebagai founder komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis. Agensi naskah Indscript Creative dan komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis sebetulnya menjadi dua hal yang berbeda. Agensi Naskah Indscript Creative adalah agensi yang merupakan bisnis, sedangkan komunitas ini adalah komunitas sosial yang perannya hanya sebagai wadah untuk membina para perempuan yang tertarik untuk menulis sehingga akhirnya jebol menjadi penulis. Terlepas, apakah ketika setelah bisa menulis akan bergabung dengan agensi naskah Indscript Creative atau tidak, bagi saya bukan masalah. Yang paling penting adalah proses belajar dan pembinaan di dalam komunitas berproses dengan baik. Maka, sangat membanggakan ketika satu persatu para ibu dalam anggota ini mulai memamerkan hasil karyanya yang jebol media ataupun jebol penerbit.

Namun, bagaimana jika Anda tertarik bergabung di agensi naskah Indscript Creative? Dan bagaimana pula skema kerjasamanya? Beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh calon penulis di manajemen kami adalah sebagai berikut:

  1. Mengajukan lamaran dan CV ke email indscript.creative@gmail.com
  2. Mengajukan ide atau sinopsis singkat tentang naskah yang ingin dibuat.
  3. Jika ada: kirimkan naskahnya langsung ke email kami.
  4. Pengiriman ide dan sinopsis para penulis ini tidak kami kirimkan satu persatu, melainkan kami akan mengirimkannya pada satu waktu sehingga rekapan ide dan sinopsis itu siap disantap oleh sejumlah klien penerbit agensi naskah.
  5. Agensi naskah kami pada saat ini belum bisa menghubungi satu persatu pengirim email naskah untuk memberitahukan naskah yang tertolak. Namun, jika naskahnya diACC akan segera dihubungi baik secara inbox fb/email.
  6. Untuk penulis yang diACC dan akan melanjutkan kerjasama dengan agensi naskah serta penerbit akan kami masukkan dalam grup khusus dan segala informasi akan dilakukan dalam grup khusus tersebut.
  7. Penulis yang outlinenya diACC (setelah proses ACC ide dan sinopsis) akan kami berikan SPK (Surat perintah kerja) dimana tercantum deadline pengerjaan dan harga atau royalty yang didapatkan.
  8. Naskah yang sudah selesai digarap dikembalikan ke agensi naskah untuk dilakukan proses editing sebelum akhirnya dikirimkan ke penerbit.
  9. Jika ada revisi, penulis akan dihubungi oleh agensi naskah hingga akhirnya naskah siap untuk memasuki proses selanjutnya yaitu layout dan pembuatan cover. Kedua hal ini bisa dilakukan di agensi naskah ataupun oleh penerbit.
  10. Proses selanjutnya adalah proof naskah siap terbit. Bentuknya biasanya PDF dari penerbit dan penulis harus membaca naskah itu kembali, kalau-kalau ada yang salah, kurang atau ada yang ingin diperbaiki.
  11. Kontrak penerbitan buku biasanya dilakukan tiga pihak yaitu penulis – penerbit – agensi naskah dimana tertuang berapa royalty yang dibagi antara penulis dan agensi naskah. Biasanya agensi naskah mengambil 3% dari royalty 10% yang diberikan oleh penerbit ke penulis. Royalty sendiri dikirimkan langsung dari penerbit, bukan oleh agensi naskah. Royalty dikirimkan setiap 4 atau 6 bulan sekali.
  12. Lantas kalau sudah terbit bagaimana? Tugas selanjutnya adalah PROMOSI BUKU. Promosi akan dilakukan bersama-sama antara penerbit – agensi naskah dan penulis. Nilai lebih dari agensi naskah Indscript Creative adalah kami memiliki tim promosi dan dukungan dari beberapa media sehingga proses promosi buku bisa lebih tertata dengan apik, misalnya dengan melakukan bedah buku, menggunakan buku-buku yang sudah diterbitkan sebagai bagian dari pelatihan penulisan yang kami buat, hingga beberapa promosi online lainnya di FB agensi naskah, twitter, serta komunitas Ibu-ibu Doyan Nulis dengan adanya bagian promosi buku, salah satunya DUTA BUKU.
  13. Bukti terbit akan dikirimkan oleh agensi naskah ke penulis, biasanya kami hanya mengirimkan 2 eksemplar bukti terbit, sisanya kami akan menjadikannya sebagai media promosi baik sebagai hadiah di komunitas, buah tangan berbagai media yang meliput, mengirimkannya ke duta buku untuk dipromosikan, dan dikirimkan ke media agar bisa diresensi.

Nah, bagaimana dengan Anda, apakah tertarik bergabung dengan agensi naskah?  Kami tunggu ya…
Sampai berjumpa kembali pada kupasan tentang agensi naskah selanjutnya ya…

Salam,
Indari Mastuti
Founder Agensi Naskah Indscript Creative