Breaking News

02 December, 2013

Tips Mengolah Galau Ketika Menulis

Oleh:Sri Rahayu

"Aku galauuuu!!" teriak Rika di kamarnya.  Saat itu dia sedang berbincang dengan Lea sahabatnya lewat sebuah Android kesayangannya.  Tiba-tiba pintu kamar terbuka, dan masuklah Bimo sang adik yang baru saja  tiba dari kota Pelajar tempatnya menuntut ilmu.

"Ish!! Kakak ini... ngga bosan apa galau melulu?  Kapan selesainya tuh naskah kalau tiap detik galau?"  cecarnya.

"Bimoooooo........!  Bukannya bantuin Kakak malah ngejek aja.  Justru kakak ini galau karena udah dua hari ngga nemu ide buat nulis.  Padahal DL kurang seminggu lagi nih" jawab Rika

Melihat kakaknya seperti itu Bimo hanya bisa geleng kepala.  Kakak perempuannya ini memang seorang penulis di beberapa media lokal dan nasional, ia juga menulis beberapa buku ketrampilan yang memang membutuhkan kreativitas tinggi.  Wajar aja sih kalau tiba-tiba kehabisan ide sampai galau.  Tapi sebenernya bisa ngga sih kita menulis saat galau?

Pernahkah ibu-ibu ngalami seperti apa yang dialami oleh Rika?

Apa sih sebenarnya "Galau" itu?

Sering sekali istilah galau kita dengar akhir-akhir ini, saat seorang teman kita melamun dan sedih karna putus cinta...biasanya dia akan disebut galau, saat sedang ada masalah dengan rekan kerja mereka menyebutnya galau.  Sebenarnya istilah galau cenderung digunakan untuk mewakili suasana hati yang tidak enak, banyak masalah atau tak nyaman termasuk saat seorang penulis menemukan kebuntuan ide untuk merajut kata.  Rasanya pasti menjengkelkan apalagi bila DL naskah kian mepet sementara ide tak kunjung datang.  Situasi seperti itu membuat kita benar-benar butuh pertolongan layaknya kasus gawat darurat.  Bagaimana caranya?

Galau saat menulis sangat sulit kita lawan, langkah yang paling tepat justru dengan menggandengnya.  Sebab semakin kita melawan dan memaksakan diri untuk tetap fokus pada hal yang sama maka rasa galau ini akan semakin menjadi justru diperkuat oleh rasa jengkel karena buntunya ide tersebut.  galau saat menulis bisa disebabkan karena adanya gangguan pada koneksi internet, laptop yang rusak, kesulitan ide ataupun gangguan dari lingkungan.

Cobalah berhenti dan hening sejenak, lemparkan pandangan pada sekeliling, dengarkan gemericik air dan minum segelas coklat hangat.  Bukalah diskusi dengan teman satu profesi atau sekedar berbincang dengan teman lama..dan bila dirasa sudah cukup tenang coba tuliskan tentang apa yang menyebabkan anda galau.  Uraikan satu persatu kata yang berkaitan dengan galau anda

contoh Deadline...coba jabarkan perasaan anda saat mendengar kata ini.  Apa yang menarik, apa yang tidak menarik.  uraikan apapun yang berkaitan dengan deadline lalu jadikan sebuah cerita, sebuah puisi, atau sebuah karikatur dan anekdot.  Pada tahap ini tanpa kita sadari kita telah mengatasi rasa Galau dengan menghasilkan sebuah karya. 

Bukalah laman Google kemudian lakukan pencarian untuk tempat-tempat wisata yang menarik, tuliskan apa yang anda ingin lakukan bila ada ditempat itu.  Apa yang menarik dari tempat itu, bagaimana cara menjangkaunya... lalu uraikan dalam bentuk tulisan.  Setelah melihat yang indah-indah, yang cantik dan yang lezat...biasanya adrenalin akan siap untuk berpacu kembali dan tak ada sedikit waktu yang terlewat dengan sia-sia walau dalam kondisi galau.

Intinya adalah mengalihkan perhatian pada hal lain yang bisa merangsang munculnya ide.

1 komentar:

sri rahayu said...

Masih ada yang galau?

Post a Comment