Breaking News

18 December, 2013

Parenting and Marital Sharing : Jangan selingkuh ya, Sayang!

Oleh : Afin Murtiningsih

Ibu, beberapa hari ini hati saya rasanya tertohok mendengar, membaca, dan melihat banyaknya kisah perselingkuhan di sekeliling kita. Ada seorang teman yang curhat bagaimana menyadarkan dan menasehati teman-teman kantornya yang terlalu "dekat" satu dengan lain, padahal jelas-jelas mereka adalah bapak dan ibu pegawai di satu instansi pemerintah yang telah memiliki keluarga. Ada lagi yang curhat terlalu sering melihat suaminya menjalin hubungan perselingkuhan dengan perempuan lain sampai mati rasa untuk mengungkapkan rasa kecewanya. Bahkan dia berkata tak lagi cemburu saat suaminya menelfon si perempuan lain itu, padahal jelas-jelas tengah berada di sampingnya.
Menghela nafas....
Ada yang bercerita betapa tamparan selalu mendarat di pipinya tatkala dia menanyakan kebenaran berita tentang perselingkuhan suaminya dengan istri bawahannya. Hiks.
Tak cukup sampai di sini, ada juga teman kami (saya dan suami) seorang pria yang ditinggal istrinya menikah dengan laki-laki lain. Aduhh hukum darimana menikah tanpa dicerai suami? Jadi tak hanya para suami yang berkemungkinan untuk selingkuh, istripun juga tak kalah langkah untuk melakukannya.

Ibu, sebagai seorang istri dan ibu dari anak-anak kita penerus generasi bangsa miris bukan rasanya mendengar dan menyaksikan sendiri berbagai cerita nyata tentang perselingkuhan?

Lalu, bagaimana kita mencegah dan mengatasinya? Mungkin beberapa hal ini bisa menjadi pertimbangan untuk dicoba (silakan menambah dan mengurangi apabila dirasa kurang sesuai) :

1. Ajak pasangan untuk beribadah bersama-sama.
    Selingkuh lebih banyak dilakukan oleh mereka yang tak ingat dosa. Oleh karenanya, apapun agama kita ajaklah suami untuk beribadah bersama. Shalat berjamaah saat suami ada di rumah, membaca Al Qur'an bersama-sama, dan menghadiri majlis taklim bersama bagi muslim merupakan sarana yang paling istimewa untuk mengajak suami mendekat pada-Nya. Menumbuhkan dan memelihara cinta hakiki kepada Allah SWT akan membuat pasangan saling mengerti dan mencintai pasangannya dengan sepenuh hati. Sehingga menghindarkan dari keinginan untuk selingkuh yang jelas-jelas tindakan dosa.
2. Sambutlah kedatangan pasangan dengan rasa cinta dan tampilan segar yang menyenangkan.
    Saat suami pulang bekerja, sambutlah dengan cinta. Mandi dan mengenakan busana yang disukainya. Menyambut dengan ciuman tangan dan senyum manis di bibir akan meredakan rasa lelahnya.
3. Manjakan dan layani pasangan dengan penuh kemesraan.
    Jangan hanya ingin dimanja, sesekali manjakan pasangan dengan hal-hal yang disukainya. Perselingkuhan bisa terjadi hanya karena ada seorang lelaki yang selalu dibuatkan secangkir kopi oleh bawahannya di kantor. Sedangkan si istri tak pernah membuatkannya dan bahkan melarang suami untuk ngopi. Mungkin bertentangan dengan nasehat dokter, tetapi dengan Bismillah sesekali biarkan suami menikmati secangkir kopi buatan kita. Berdo'a agar kopi kita justru akan menyehatkannya.
4. Ungkapkan rindu saat jauh.
    Jangan segan mengatakan rindu jika memang kita kangen pada pasangan. lewat sms, BBM, inbox fb, atau menelfon langsung. Pasangan akan merasa menajdi seseorang yang dibutuhkan dan diharapkan kehadirannya saat jauh dari kita. Merasa dibutuhkan ini menjadi salah satu celah adanya perselingkuhan, ketkika suami merasa istri tak lagi butuh dirinya.
5. Rawatlah diri semaksimal mungkin hanya untuknya.
    Bukan bermaksud mengajak ibu-ibu untuk centil, tetapi merawat diri itu wajib hukumnya. Tak harus ke salon, tetapi jangan menolak kalau suami menyarankan kita ke salon. Luluran di rumah, mencuci muka dan minum jamu atau vitamin agar tubuh tetap bugar diperlukan agar kita selalu nampak segar di hadapannya. Usia boleh bertambah, tetapi semangat harus tetap muda.
6. Cari waktu berdua, saling bercerita, dan lebih banyak mendengarkannya.
    Saat anak-anak tidur, carilah waktu berdua untuk menanyakan aktifitasnya hari itu. Dengarkan semua cerita dan keluhannya dengan cinta. Tanggapilah dengan baik dan berilah semangat. Perselingkuhan sering terjadi dengan diawali oleh pasangan yang mencari teman curhat.
7. Penuhi kebutuhan pasangan.
    Masing-masing pasangan suami-istri perlu memahami kebutuhan pasangannya. Membuka diri dan hati, dapat melatih kita memahami pasangan dan kemudian berusaha memnuhi kebutuhannya. Banyak yang butuh disayang, dimanja, diberi surprise, dan lainnya.