Breaking News

10 December, 2013

MARI MENGEVALUASI DIRI

Oleh  : Dewi Hastuti
Tidak terasa tahu-tahu kita sudah berada di penghujung tahun 2013. Tidak berapa lama lagi kita akan memasuki tahun 2014. Padahal, baru kemareeen rasanya kita memperingati masuknya 2013. Rasanya baru kemaren berkirim-kirim ucapan selamat. Begitu cepatnya waktu berlalu tanpa kita sadari. 

Dulu ketika menjelang masuknya tahun baru, kita sering berandai-andai, nanti tahun depan mau bikin ini, mau bikin itu. Hanya ada kemauan saja tanpa niat untuk menuliskannya. Mengevaluasi dari waktu ke waktu apalagi mewujudkannya dengan pencapaian-pencapaian yang sudah di targetkan.
Itu dulu. Itu ketika masih merasakan nikmatnya kehidupan yang seolah-olah membuat kita terlena. Tiba-tiba roda berputar. Yang kemaren berada di atas, tiba-tiba melesat turun ke bawah. Yang dulunya serba ada, kini mulai merasakan hidup apa adanya.

Lalu dengan tetesan air mata, timbul sebuah penyesalan, seandainya saja dulu saya melakukan ini, itu dan juga itu, tentulah keadaannya akan berbeda. Seandainya hobi menulis itu tetap dikembangkan tanpa mencari-cari alasan kesibukan mengurus anak dan rumahtangga, tentu saya tidak segamang ini menghadapi sebuah kenyataan pahit yang menimpa diri.
Akhirnya, dari membuka diri s
etelah dengan bodohnya kemaren membiarkan sebuah keterpurukan menenggelamkan jiwa ke dalam lumpur kegelapan, saya mulai berani mengevaluasi diri. Ternyata begitu banyak kesia-siaan yang telah saya ukir dua tahun terakhir ini hanya karena sebuah musibah.
Sindiran halus anak-anak tercinta melalui status mereka di facebook membuat saya segera bangkit. Bukan waktunya lagi membiarkan diri tenggelam bersama keterpurukan.inilah saatnya untuk bangkit. Inilah saatnya untuk segera meraih impian yang tertunda. Jika bisa mengejar impianmu sekarang, mengapa harus menunggu esok?

Tuliskan setiap impian, lalu tentukan langkah-langkahnya dari sekarang. Kejar target sehingga setiap impian akan mendekati hasil maksimal. Akhirnya, berikan apresiasi untuk setiap pencapaian yang telah di raih.
Jangan lupa mensyukuri setiap moment yang telah kita lalui, karena pahit atau manis selalu menyisakan hikmah yang tiada taranya.