Breaking News

29 October, 2012

# 240 Tips Menulis


"Tugas dari seorang penulis adalah tidak mengatakan apa yang kita semua bisa katakan, tapi apa yang tak bisa kita katakan." (Anais Nin)

# 239 Tips Menulis


“Saya selalu berpura-pura sedang duduk di hadapan orang (saat menulis). Saya menceritakan pada mereka sebuah cerita, dan saya tidak mau mereka berdiri sebelum saya menyelesaikan cerita saya.” (James Patterson)

# 238 Tips Menulis


Kecuali Anda menulis untuk alasan yang sangat pribadi, Anda harus memperhitungkan ketertarikan pembaca Anda. Tak ada gunanya menerbitkan tulisan yang tak berguna, tak menarik, apalagi keduanya. (Sumber: pickthebrain.com)

# 237 Tips Menulis


“Carilah subjek yang Anda sukai atau pedulikan dan menurut hati Anda juga sebaiknya dipedulikan oleh orang lain. Suatu kepedulian yang sungguh-sungguh, bukan permainan kata-kata Anda, yang akan menjadi bagian yang menarik dan menggoda dalam gaya menulis Anda. Saya bukannya menyarankan Anda untuk menulis novel—meskipun saya tak akan kecewa jika Anda menulis sebuah novel, isinya tentang apa yang benar-benar Anda pedulikan. Bisa saja Anda menulis sebuah surat kepada walikota tentang sebuah lobang di jalanan depan rumah Anda atau mungkin sebuah surat cinta untuk seorang gadis di sebelah rumah Anda.” (Kurt Vonnegut)

# 236 Tips Menulis


“Sesegera mungkinlah menulis draft. Sulit untuk mengetahui bentuk dari tulisan Anda sebelum Anda menulis draftnya…. Aturan dari penulis-penulis zaman dulu: milikilah keberanian untuk menulis dengan buruk.” (Joshua Wolf Shenk)

# 234 Tips Menulis


“Saya memaksakan diri saya untuk mulai menulis ketika saya sepenuhnya sedang kelelahan, ketika saya merasa batin saya setipis kartu remi, ketika tidak ada yang tampak bernilai dalam lima menit ke depan… dan entah bagaimana kegiatan menulis mengubah segalanya. Atau, muncul menjadi seperti itu.” (Joyce Carol Oates)

# 233 Tips Menulis


Mendiskusikannya dengan teman, kenalan, para ahli yang terkait, dan bahkan penulis yang lain juga penting jika Anda hendak menulis buku yang bernapaskan keagamaan. Lakukanlah hal ini terlebih dahulu sebelum Anda mengirimkan naskah Anda pada penerbit. Dengan cara ini Anda akan mendapatkan banyak masukan dan terhindar dari kesalahan-kesalahan yang sifatnya mendasar.

# 232 Tips Menulis


Adakah yang terinspirasi untuk membuat buku bernapaskan keagamaan? Hal paling pertama yang harus dilakukan tentu saja adalah menentukan topik. Carilah topik yang benar-benar Anda kuasai. Sebisa mungkin kuasailah juga hal yang paling mendasar dan penting menyangkut topik tersebut hingga pembaca dapat memahami tulisan Anda seperti yang Anda inginkan.

# 231 Tips Menulis


Adakah yang masih berkutat dengan tulisan malam ini? Berilah karakter Anda tujuan dan gairah yang berbeda. Misalnya, tentang dua pria yang mencintai wanita yang sama, dua negara yang menginginkan sebuah daerah yang sama, atau dua remaja yang menginginkan posisi yang sama dalam tim cheerleader. Biarkan pertikaian terjadi, gunakan mereka untuk menyentuh setiap karakter yang ada dalam cerita. (Sumber: creativewritingsoftware101.com)

# 230 Tips Menulis


Mulailah cerita Anda sedekat mungkin dengan konflik utama cerita Anda. Tetapi, jangan terlalu cepat masuk ke konflik karena pembaca Anda akan merasa tersesat. Terlalu banyak kebingungan hanya akan membuat pembaca Anda malas untuk menghabiskan cerita Anda. (Sumber: creativewritingsoftware101.com)

# 229 Tips Menulis


Sedang bingung menciptakan konflik dalam tulisan fiksi Anda? Genre dari cerita Anda sangat menentukan tipe konflik yang pas. Dalam fiksi romantis misalnya, konflik biasanya terjadi seputar hubungan antarpasangan, dan sekitar hal itu. Pertanyaannya, apa genre tulisan fiksi Anda?

# 228 Tips Menulis


Bacalah sebanyak mungkin apa yang bisa Anda baca. Bahkan jika buku tersebut tidak terlalu menarik untuk Anda, cobalah untuk melihat mengapa tulisan tersebut idak menarik perhatian Anda. Buatlah catatan mengenai hal itu.

24 October, 2012

# 227 Tips Menulis


Hendak menulis apa hari ini? Adakah yang sedang berpikir untuk menulis sebuah naskah nonfiksi? Jangan lupa, sebuah naskah nonfiksi yang kreatif sangat tergantung pada penelitian, fakta, dan kredibilitas. Pendapat bisa saja disisipkan, dan sering tulisan tergantung pada ingatan dari penulisnya sendiri, isi dari tulisan tetap haruslah teruji dan merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan dengan akurat dan harus diungkapkan dalam tulisan tersebut. (Sumber: writingforward.com)

# 226 Tips Menulis


Berapa karakter yang sudah Anda ciptakan hari ini untuk novel Anda? Semua karakter yang menarik biasanya memiliki kehendak yang kuat, kebutuhan, atau gairah. Mereka juga biasanya memiliki masalah yang harus diatasi. Meskipun tak jarang karakter-karakter tersebut mungkin tidak mengenali atau tidak sadar akan kebutuhan tersebut (dan memang banyak novel bercerita tentang orang yang menjadi kenal dirinya sendiri dengan lebih baik, misalnya bahwa mereka ternyata membutuhkan partner, dll). (Sumber: dailywritingtips.com)

# 225 Tips Menulis


Anda sedang menulis sebuah novel? Kesuksesan dari sebuah cerita tergantung dari karakter-karakternya. Anda pasti akan ingat karakter-karakter yang hidup dan berkesan dalam sebuah buku atau film, bahkan setelah beberapa lama Anda selesai membaca atau menontonnya. Bahkan, Anda mungkin masih bisa menyebutkan karakter-karakter kesukaan Anda dari buku-buku masa kecil Anda. Karakter yang hebat bisa mengimbangi plot yang lemah atau gaya menulis yang biasa-biasa saja—tapi jika pembaca tak berkesan dengan karakter Anda, dijamin mereka akan langsung menaruh karya Anda. Plot-plot yang berliku atau tulisan yang indah memang akan membuat pembaca tertarik, tapi tanpa karakter yang hidup, pembaca tak akan bertahan lama dengan novel Anda. (Sumber: dailywritingtips.com)

# 224 Tips Menulis


Sudah sampai mana tulisan motivasi Anda? Jangan lupa untuk menentukan metodologi apa yang akan Anda gunakan untuk tulisan Anda. Pendekatan yang paling sederhana adalah membuatnya menjadi 3 bagian dalam setiap bab. Bagian pertama menerangkan prinsip dari apa yang dikemukakan dalam bab tersebut dan mengapa hal itu penting atau relevan bagi pembaca. Bagian yang kedua mengilustrasikan bagaimana prinsip-prinsip tersebut diaplikasikan daam dunia nyata. Bagian ini biasanya menggunakan contoh orang atau kejadian yang familier bagi pembaca. Bagian yang ketiga menyediakan pertanyaan atau kegiatan bagi pembaca untuk melakukan tes pada dirinya sendiri terkait apa yang mereka baca atau pelajari dalam dua bagian sebelumnya. (Sumber: ehow.com)

# 223 Tips Menulis


Adakah yang sedang membuat buku tentang motivasi? Jangan lupa untuk mengidentifikasi target demografis dari buku Anda. Misalnya, target Anda adalah orang-orang yang ingin belajar tentang bagaimana mengembangkan talenta artistik mereka, menjadi lebih aktif dalam komunitasnya, kembali bekerja setelah membesarkan anak, atau berada dalam hubungan yang lebih sehat dengan pasangan mereka atau dengan rekan kerja mereka. (Sumber: ehow.com)

# 222 Tips Menulis


Sebuah cerita pendek yang efektif harus dapat menjangkau rentang waktu yang sangat singkat. Misalnya, dapat berupa satu kejadian yang penting dalam kehidupan salah satu karakter, dan kejadian itu menggambarkan tema besar dari keseluruhan cerita. Selain itu, jangan menciptakan terlalu banyak karakter. Setiap karakter yang baru akan membawa dimensi yang baru pada cerita. Dan untuk sebuah cerita pendek yang efektif, memiliki terlalu banyak dimensi yang berbeda akan mengaburkan tema. Ciptakanlah karakter yang cukup untuk menggambarkan tema. (Sumber: shortstorygroup.com)

# 221 Tips Menulis


Sebelum menulis cerpen, milikilah sebuah tema yang jelas. Cerita Anda hendak menceritakan tentang apa? Ini bukan bicara tentang seperti apa plotnya, urutan kejadiannya, atau aksi dari setiap karakter yang ada, melainkan tentang apa pesan atau pernyataan yang ada di balik kata-kata yang Anda tulis. Buatlah setepat mungkin dan cerita Anda akan mempunyai gaung yang lebih dalam pikiran para pembaca Anda. (Sumber: shortstorygroup.com)

# 220 Tips Menulis


Dalam menulis buku nonfiksi untuk anak, seperti juga tulisan jenis lainnya, ingatlah bahwa setiap orang memiliki sistem atau caranya sendiri dalam menulis. Membuat outline akan membantu Anda tetap berada di jalur yang sudah ditetapkan dan membangun tema. Tetapi, ingat bahwa outline bukanlah sesuatu yang kaku--selalu kembali ke hasil riset Anda. Jangan melewatkan fakta-fakta yang unik. Anak-anak menyukai fakta-fakta unik yang mengagumkan--mereka menyukai detail-detail yang menarik dan terdapat hal-hal yang lucu di dalamnya. (Sumber: writersdigest.com)

# 219 Tips Menulis


Membuat nonfiksi untuk anak-anak juga sebisa mungkin menggunakan sumber-sumber yang sifatnya primer, tak hanya sekadar membacanya dari internet. Bacalah jurnal, catatan-catatan harian, koran, katalog, dan bahkan cermatilah iklan, lagu-lagu yang populer, dan literatur-literatur lainnya. Setelah itu, pertajam topik Anda. Berangkatlah dari yang luas untuk kemudian fokus pada yang Anda teliti. Anda dapat saja menulis 800-an kata tentang sepak bola misalnya, tapi Anda juga bisa menulis tentang salah satu hal yang hebat dari olahraga yang satu itu, misalnya saja tentang salah satu atlet sepak bola atau bagaimana bola diciptakan. Carilah topik yang baru, biasanya itu yang dicari oleh para editor. (Sumber: writersdigest.com)

20 October, 2012

# 218 Tips Menulis


Ingin menjadi bagian dari mencerdaskan kehidupan bangsa? Menulislah buku yang berkualitas untuk anak-anak, misalnya dengan membuat buku-buku nonfiksi yang mungkin berisi berbagai pengetahuan. Proses awal menciptakan buku nonfiksi untuk anak bisa dibilang hampir sama dengan menciptakan nonfiksi untuk orang dewasa. Jika Anda sudah mendapatkan subjek tertentu untuk buku Anda, mulailah untuk mencari segala yang terkait dengan hal itu. Carilah buku terbaru terkait dengan subjek Anda untuk membantu Anda mendapatkan ide yang yang luas. Cobalah juga untuk melihat footnote, bibliografi, kata pengantar, atau pendahuluan--yang biasanya akan mengarahkan Anda pada sumber-sumber lainnya. Bacalah semuanya. (Sumber: writersdigest.com)

# 217 Tips Menulis


“Pilihannya, menulis sesuatu yang layak untuk dibaca atau melakukan sesuatu yang layak untuk ditulis.” (Benjamin Franklin)

# 216 Tips Menulis


"Plot tak lain adalah situasi yang normal dihadapi manusia, yang terus muncul lagi dan lagi… emosi normal manusia—iri hati, ambisi, persaingan, benci, rakus, dan lain seterusnya.” (Louis L’Amour)

# 215 Tips Menulis


“Kegagalan itu bagian dari proses menulis. Tempat sampah diciptakan bukannya tanpa alasan.” (Margaret Atwood)

# 214 Tips Menulis


Hal penting yang harus diingat adalah untuk mendekati kegiatan menulis Anda sebagai bagian dari kedisiplinan dan cobalah untuk mengembangkan cara Anda sendiri dalam menulis—tapi tetap fleksibel ketika diperlukan. Matikan radio atau televisi, ganti baju Anda, pergi ke ruangan lain atau pergi keluar, atau bisa juga ke kafe. Kata-kata itu ada di luar sana, Anda hanya media yang menyalurkan kata-kata itu ke atas kertas. Kebiasaan yang sehat dan sebuah rutinitas menulis akan menjaga Anda tetap terhubung dengan kekuatan inspiratif yang ada di sekitar Anda. Kalau selama ini Anda gagal, coba ubahlah rutinitas Anda. Misalnya, jika Anda biasanya membuat outline terlebih dahulu untuk blog atau artikel Anda sebelum Anda mulai menulis, cobalah untuk membiarkan kata-kata itu mengalir begitu saja dan mencatat ide untuk paragraf selanjutnya sembari jalan. Jika Anda biasanya langsung menulis, cobalah untuk membuat catatan terlebih dahulu. Ubahlah kebiasaan Anda menulis, dan biarkan sang inspirasi menghampiri Anda! (Sumber: kikolani.com)

# 213 Tips Menulis


Ketika ide dan kata-kata dalam pikiran Anda sedang berkelimpahan, tulislah lebih dari satu artikel atau isilah blog Anda dan simpan untuk saat-saat di mana Anda sedang buntu ide. Koran, acara di televisi, dan majalah menjadikan tulisan Anda seakan mudah basi, jadi jangan berangkat dari berita-berita atau artikel yang sifatnya terikat oleh waktu supaya tulisan Anda bisa digunakan kapan pun. Buatlah tulisan yang tetap segar untuk dibaca kapan pun, dan menjadi ide yang dapat Anda panggil ketika sumur ide Anda sedang kering. (Sumber: kikolani.com)

# 212 Tips Menulis


“Saya tidak tahu banyak tentang pelatihan-pelatihan atau workshop-workshop tentang menulis kreatif. Tapi, mereka tidak memberitahukan kebenaran jika mereka tidak mengajarkan tentang, satu, bahwa menulis itu kerja keras, dan, dua, bahwa Anda harus menyerahkan hal yang besar dalam hidup Anda, yakni kehidupan pribadi Anda, untuk menjadi penulis.” (Doris Lessing)

# 211Tips Menulis


Persiapan menulis harus dipandang setidaknya sama seriusnya dengan menyantap camilan di rumah atau pergi kencan. Harus ada sesuatu yang membedakan permulaan proses kreatif ini dengan keribetan yang Anda hadapi sebelumnya. Sebelum Anda makan, Anda pasti membersihkan meja terlebih dahulu dan mengatur piring dan peralatan makan sedemikian rupa. Sebelum Anda keluar, Anda pasti berbenah diri dan mengatur mood Anda. Begitu juga sebelum Anda menulis, cobalah untuk rileks dengan berendam air hangat atau mandi, mengganti baju Anda dengan yang pantas, atau mungkin meminum minuman energi. Tak hanya itu, bersihkan dan bereskan meja atau tempat kerja Anda dan pikiran Anda yang sedang berantakan, dengarkan musik, dan mulailah menulis (Sumber: kikolani.com)

# 210 Tips Menulis


Berikan napas baru pada ide-ide lama. Ide yang hebat tak pernah usang dan bisa diberi napas baru dengan kata-kata yang baru. Mungkin ide itu sesuatu yang Anda tulis bertahun atau berbulan yang lalu, atau bisa juga sesuatu yang menarik perhatian Anda di Internet atau blog. Mengatur kembali furnitur-furnitur lama, mengecat lagi kamar yang sudah pudar warnanya, dan membuat meja kerja Anda menjadi mengilat kembali dapat membawa semangat yang baru dan menciptakan tampilan yang baru dan personal pada perlengkapan-perlengkapan yang sudah ada. Kreativitas yang sama juga bisa Anda lakukan pada topik yang sudah familier atau mungkin ide-ide lama. (Sumber: kikolani.com)

# 209 Tips Menulis


Berhentilah untuk hanya memandangi halaman kosong di layar komputer Anda. Taruh saja beberapa kata di situ—apapun. Satu kata biasanya akan membimbing ke kata berikutnya, dan satu pemikiran biasanya menginspirasi pemikiran yang lain.
- Tulislah sesuatu yang hendak Anda ceritakan pada orang lain.
- Tulislah apa yang orang-orang katakan di televisi.
- Tulislah sinopsis dari film ter
akhir yang Anda tonton.
Pikiran itu sesuatu yang ajaib, yang akan membawa Anda ke dalam sebuah rangkaian pikiran dengan sebuah perintah yang singkat. Penulis yang hebat mengatakan bahwa sebagian besar ide dan inspirasi mereka datang dari proses menulis itu sendiri, dan tidak dari sebuah penelitian atau persiapan. (Sumber: kikolani.com)

# 208 Tips Menulis


Roma atau kota mana pun tak ada yang dibangun dalam satu hari. Buku Anda mungkin saja bisa sukses dalam waktu semalam, tapi saya yakin Anda tak mungkin menulisnya—atau belajar untuk menulis dengan baik—dalam waktu semalam. Latihan, latihan, latihan, menulis, menulis, menulis. Kemudian, ulangi lagi. Lalu, minimal setelah beberapa tahun—mungkin empat atau lima tahun—Anda baru menulis sesuatu yang berkualitas dan setidaknya tak akan dibuang ke tempat sampah jika Anda menerbitkannya sendiri.(Sumber:amillionmilesfromanywhere.blogspot.com)

# 207 Tips Menulis


Sudahkah Anda meluangkan waktu 15 menit saja pagi ini untuk menulis? Ada satu lagi tips dari Chris Ward. Jangan membuat sesuatu menjadi terlalu rumit. Anda harus menulis sebisa mungkin dengan sedikit gangguan, khususnya pada saat Anda sedang menulis draft atau outline. Saya biasa menulis dalam bentuk Word dan menggunakan Excel spreadsheet untuk membuat catatan sekitar karakter-karakter utama dan apa yang terjadi pada setiap bab. Meski begitu, saya tidak membuat yang di Excel itu, jika belum menyelesaikann draft awal yang dalam bentuk Word tadi. Tapi, lagi-lagi setiap orang punya caranya sendiri. (Sumber: amillionmilesfromanywhere.blogspot.com)

# 206 Tips Menulis


Anda merasa tak punya waktu untuk menulis karena kesibukan Anda? Tips dari Chris Ward, penulis yang sudah menelurkan banyak judul berikut ini barangkali dapat membantu.

"Mungkin Anda punya banyak hal yang mau tak mau haru
s dikerjakan hingga Anda selalu dalam keadaan lelah setiap sampai di rumah. Namun, apakah Anda tak bisa duduk di depan komputer hanya 15 menit sebelum Anda keluar rumah atau sesaat sebelum Anda tidur? Atau bagaimana kalau sebelum Anda sarapan? Anda tak harus menyediakan sepanjang malam Anda untuk menulis. Lima belas menit sebelum bekerja, ketika Anda sampai rumah, dan sebelum Anda pergi tidur, Anda bisa menulis sekitar 1000 kata per hari. Dan, itu bisa jadi 3 novel dalam setahun. Orang-orang mungkin berkata bahwa Anda tidak mungkin bisa menyelesaikan cerita secara cepat hanya dengan 15 menit sehari, tapi dalam kenyataannya, melakukan sesuatu yang sederhana dan sering akan membuat plot cerita Anda tetap segar dalam pikiran Anda sepanjang hari. Anda juga akan menemukan diri Anda berpikir tentang adegan-adegan dalam cerita Anda atau bagian dari tulisan Anda ketika Anda sedang bekerja, atau berbaring di tempat tidur. Dan ketika Anda berada dalam waktu 15 menit yang Anda sediakan setiap harinya, Anda akan menemukan diri Anda memiliki begitu banyak hal yang bisa ditulis." (Sumber: amillionmilesfromanywhere.blogspot.com)

# 205 Tips Menulis


Sudah sampai mana riset tentang pasar buku nonfiksi Anda? Begitu Anda sudah mendapatkan pemahaman tentang siapa yang akan membeli buku Anda, Anda harus tahu bagaimana cara untuk menjangkau mereka. Pertanyaan yang Anda perlu tanyakan pada diri Anda adalah:
- Apakah orang yang menjadi target Anda akan membaca ebook, ataukah mereka hanya membaca buku dalam bentuk cetak?
- Website mana atau majalah/koran mana tempat mereka mencari rekomendasi tentang buku? Pendapat siapa yang mereka percayai?
- Ke mana mereka setiap hari berkunjung secara online maupun offline?
Pastikan Anda bisa memetakan jalan bagi pembaca Anda untuk menemukan dan membeli buku Anda. Memang kemungkinan besar pasti ada permintaan, tapi jika Anda tidak memiliki jalan yang jelas dan terang untuk meraih pembaca potensial Anda, buku Anda tidak akan laku. (Sumber: writenonfictionnow.com)

# 204 Tips Menulis


Selanjutnya, Anda perlu mengidentifikasi siapa pembaca buku Anda. Gender, rentang usia, berada di mana, termasuk golongan ekonomi mana, dan level pendidikannya seperti apa adalah faktor-faktor mendasar yang harus dipertimbangkan. Jadi tak hanya menulis buku yang bagus, tapi juga bagaimana agar sukses memasarkannya. Begitu Anda memahami target pasar dari tulisan Anda, coba gambarkan orang seperti apa yang menjadi target Anda sama seperti ketika Anda menciptakan profil karakter buku fiksi. Beri dia nama, usia, dan latar belakang paling mendasar supaya Anda bisa menggambarkan dengan spesifik untuk orang seperti apa Anda menulis dan Anda ajak bicara tentang tulisan Anda. (Sumber: writenonfictionnow.com)

# 203 Tips Menulis


Persepsi bisa sangat memperdaya. Dalam arti, apa yang Anda pikir dibutuhkan oleh orang-orang, belum tentu apa yang memang mereka ingin baca. Jadi, penting untuk melakukan studi pasar agar Anda benar-benar mengetahui isu apa yang sedang diperbincangkan oleh orang-orang dan lihat apakah ide Anda benar-benar yang dibutuhkan. Ini penting jika Anda hendak menulis buku nonfiksi yang benar-benar menjual. (Sumber: writenonfictionnow.com)

# 202 Tips Menulis



Untuk yang semangat menulis nonfiksi, tantangan yang paling besar sebagai penulis nonfiksi adalah memilih topik yang menjual. Maka, sebelum menulis, cobalah untuk menggali ide terlebih dahulu berangkat dari pengalaman, keahlian, dan pengetahuan Anda. Jangan lupa, pembaca nonfiksi mencari buku yang memberi pengetahuan. Pengetahuan yang dapat meningkatkan kehidupan mereka, menghemat uang mereka, atau menghemat waktu mereka. Salah satu cara untuk mengetes topik Anda, apakah menjual atau tidak, adalah dengan mengajukan pertanyaan ini:

Pada akhir dari buku ini, Anda dapat melakukan…..

Misalnya jika topik Anda tentang memakai jilbab dalam waktu lima menit, berarti pada akhir dari buku tersebut Anda akan mampu memakai jilbab dalam waktu lima menit.

Agar topik tersebut sukses, dibutuhkan pendapat juga dari pembaca-pembaca Anda.
(Sumber: writenonfictionnow.com)

# 201 Tips Menulis


Untuk menulis novel misteri, sang penjahat harus benar-benar sanggup melakukan kejahatan. Pembaca Anda harus yakin akan motivasi dari penjahat Anda dan sang penjahat harus mampu melakukan kejahatan, baik dari segi fisik maupun emosional. Dalam menulis sebuah cerita misteri, jangan pernah terpikirkan untuk membodohi pembaca Anda. Hal ini hanya akan membuat pembaca Anda tak lagi bisa menikmati karya Anda. Jangan menggunakan penyamaran yang tak mungkin, solusi yang terjadi karena kebetulan, atau solusi supernatural. Sang detektif jangan sampai melakukan kejahatan. Semua petunjuk harus diungkapkan kepada pembaca, seperti halnya sang detektif menemukan petunjuk-petunjuk itu. (Sumber: fictionwriting.about.com)

# 200 Tips Menulis


Sampai mana cerita misteri Anda? Ingat sementara, detail dari sebuah pembunuhan—bagaimana, di mana, dan mengapa pembunuhan itu dilakukan, termasuk bagaimana kejahatan terungkap—adalah kesempatan besar Anda untuk memasukkan atau memperkenalkan berbagai macam metode, bentuk, atau variasi kejahatan, pastikan kejahatannya masuk akal. Pembaca Anda akan merasa dicurangi jika kejahatan dalam cerita Anda bukanlah sesuatu yang bisa benar-benar terjadi. Selain itu, detektif Anda harus membongkar kasusnya dengan menggunakan metode yang rasional dan ilmiah.

# 199 Tips Menulis


Bagi yang berencana menulis sebuah novel misteri, jangan lupa bahwa tipe kejahatannya haruslah yang cukup kejam—lebih disukai pembunuhan. Untuk banyak pembaca, hanya pembunuhanlah yang seimbang dengan perjuangan mereka membaca sekitar 300-an halaman sembari melihat sampai sejauh mana kemampuan detektif Anda. Meski demikian, harus dicatat bahwa beberapa tipe kejahatan masih dianggap tabu seperti pemerkosaan, penganiayaan terhadap anak, dan penyiksaan terhadap binatang. (Sumber: fictionwriting.about.com)

# 198 Tips Menulis


Perkenalkan sang detektif dan pelaku kejahatan pada pembaca Anda sejak awal. Sebagai tokoh utama, detektif Anda harus jelas muncul sejak awal dalam buku Anda. Begitu juga halnya dengan sang pelaku kejahatan, pembaca Anda akan merasa dibohongi jika tokoh antagonis atau penjahat masuk terlambat dalam cerita sebagai salah satu tersangka dalam pikiran mereka. Perkenalkan juga kejahatannya dalam tiga bab pertama dari cerita misteri Anda. Kejahatan dan pertanyaan-pertanyaan yang muncul berikutnyalah yang membuat pembaca Anda tak beranjak dari cerita Anda. (Sumber: fictionwriting.about.com)

# 197 Tips Menulis


Karakter utama dalam sebuah cerita misteri biasanya adalah orang yang mencoba untuk membongkar kejahatan. Orang itu bisa saja seorang detektif atau warga biasa yang terlibat di dalamnya karena alasan pribadi. Penulis cerita misteri yang hebat memiliki mata-mata (baik profesional maupun amatir) yang hadir dalam cerita dan sering muncul. Penulis sebisa mungkin menggunakan metode menulis deskriptif untuk menciptakan ketegangan, dan sering, suasana yang berbahaya. Jangan lupa, untuk membawa pembaca ke dalam cerita, teknik memperlihatkan ketimbang memberi tahu akan memberi kesempatan pada pembaca untuk menemukan sendiri petunjuk-petunjuk yang ada dan mengembangkan kecurigaan mereka sendiri. (Sumber: creative-writing-now.com)

# 196 Tips Menulis


Adakah yang sedang mencoba menulis sebuah novel misteri? Novel misteri yang baik berarti juga novel yang baik. Sebuah novel misteri yang baik tentunya memiliki karakter yang mudah diingat, plot yang menarik, dialog-dialog yang hidup, dan menulis dengan cara yang tidak “memberi tahu” tapi “memperlihatkan”. Plot pada sebuah cerita misteri berada seputar kejahatan, biasanya pembunuhan. Konflik yang menjadi sentral dari novel misteri biasanya terjadi antar seseorang yang berusaha memecahkan teka-teki seputar kejahatan versus usaha dari para kriminal untuk menutupi jejak mereka. Pada saat yang sama, sebuah misteri sering menjadi semacam puzzle atau permainan bagi pembaca, yang berusaha menganalisis petunjuk-petunjuk dan mencoba untuk juga memecahkan teka-teki dari misteri yang ada. (Sumber: creative-writing-now.com)

# 195 Tips Menulis


Hal paling pertama yang harus Anda lakukan dalam menulis sebuah artikel untuk majalah adalah menarik orang untuk membaca artikel Anda. Jadi, Anda harus mencari cara untuk menangkap mereka. Salah satu caranya bisa dengan cara menaruh quote atau anekdot dari pembaca yang menjadi sasaran kita. Untuk bagian tengah dari artikel Anda, jika artikel Anda adalah hasil dari wawancara dan yang Anda wawancarai mengatakan sesuatu yang baik, gunakanlah kutipan langsung ketimbang kalimat pernyataan atau yang sifatnya reportase. Ini akan membuat artikel Anda semakin menarik. (Sumber: dailywritingtips.com)

# 194 Tips Menulis


Ketika Anda sudah siap untuk menulis sebuah artikel, Anda perlu memikirkan tentang struktur. Dalam artikel untuk majalah, Anda bisa bergerak dari bentuk piramida terbalik yang biasa dipakai dalam menulis berita. Anda bisa menyebarkan poin-poin yang penting ke seluruh artikel Anda. Hal lain yang harus diingat adalah Anda seperti membacakan cerita pada pembaca Anda ketika menulis artikel. Artinya, Anda perlu permulaan, pertengahan, dan akhir. Ini juga berarti Anda perlu berpikir tentang ke mana Anda akan membawa pembaca Anda dan bagaimana menciptakan jalur yang logis sampai akhir artikel Anda. (Sumber: dailywritingtips.com)

# 193 Tips Menulis


Terpikirkan untuk menulis artikel di majalah? Tahukah Anda bahwa kebanyakan artikel yang ada di majalah biasanya melakukan 4 hal atau tugas. Hal pertama yang dilakukan sebuah artikel adalah menambah pengetahuan pada pembacanya tentang subjek tertentu. Hal yang kedua, artikel itu juga biasanya akan menawarkan solusi atau membantu pembaca untuk menyelesaikan masalahnya. Hal yang ketiga, sebuah artikel juga biasanya membujuk atau meyakinkan pembaca akan sudut pandang tertentu. Hal yang keempat, tentu saja menghibur pembaca. Banyak artikel melakukan satu atau dua tugas tersebut, atau bahkan lebih, dalam satu artikelnya. (Sumber: dailywritingtips.com)

# 192 Tips Menulis


Pastikan menggunakan kata atau kalimat perantara untuk menghubungkan paragraf-paragraf yang Anda tulis dan susunlah paragraf Anda menjadi mengalir. Hal yang normal bagi seorang penulis yang baik untuk mengatur kembali kalimat-kalimat mereka demi menciptakan tulisan yang lebih baik. Paragraf terakhir dari tulisan biografi Anda sebaiknya menyimpulkan poin utama dari tulisan Anda dan menegaskan kembali subjek atau tokoh yang Anda tulis. Paragraf terakhir harus menunjukkan poin utama tulisan Anda, menyebut kembali tokoh yang Anda tulis, tapi tidak dengan mengulang hal-hal spesifik yang sudah disebutkan sebelumnya. (Sumber: homeworktips.about.com)

# 191 Tips Menulis


Bagi Anda yang menulis buku bioggrafi, jangan lupa untuk mengorek tentang berbagai hal berikut:
1. Apakah ada peristiwa, kejadian, atau apa pun di masa kecil dia yang membentuk kepribadian dia?
2. Apakah ada karakter atau kepribadian di
a yang menggiringnya pada kesuksesan atau pencapaian dia sekarang ini?
3. Kata sifat seperti apa yang ingin Anda pakai untuk untuk menggambarkan dia?
4. Apa titik balik dalam kehidupan dia?
5. Apa dampak atau pengaruh dia dalam sejarah (sejarah tentang apa pun)? (Sumber: homeworktips.about.com)

09 October, 2012

# 190 Tips Menulis


Adakah yang sedang mencoba untuk menulis biografi seseorang? Bagus jika Anda bisa memulainya dengan kalimat yang sangat menarik, sebuah fakta kecil yang mungkin sudah diketahui orang atau peristiwa yang dapat menggugah rasa ingin tahu. Sebisa mungkin hindarilah kalimat yang membosankan. Anda harus memastikan bahwa bagian awal dari tulisan Anda dapat memotivasi siapa pun yang membacanya, tapi juga tetap relevan. (Sumber: homeworktips.about.com)