Breaking News

19 September, 2012

# 135 Tips Menulis


Bagaimana kita terhubung dengan pembaca kita sebagai penulis tergantung dari bagaimana kita terhubung dengan dunia. Jadi, tetaplah membuka diri pada berbagai informasi, bacalah apa yang orang lain baca, tontonlah apa yang orang lain tonton. Ikutlah kursus/workshop/pelatihan untuk mempelajari hal-hal baru hingga apa yang Anda tulis bisa lebih luas. Setiap hal baru yang Anda pelajari akan membuat akan semakin baik dan Anda menjadi penulis yang semakin berpengetahuan. Dan, terutama, mengetahui lebih banyak hal pastianya akan mendorong keinginan Anda untuk berbagi pengetahuan dengan orang lain melalui menulis. (Sumber: amberrisme.com)

# 134 Tips Menulis


“Pekerjaan kita sebagai penulis adalah untuk menjadi sama penasarannya seperti anak, untuk melihat berbagai hal pertama kali, dan untuk tak pernah berasumi. Kita harus selalu bersedia menyerahkan diri pada ide cerita kita untuk membiarkan cerita yang lebih luas muncul. Kita mencari untuk memahami yang mendasar dari berbagai hal, kekuatan paling pokok/dasar saat bekerja.” (Alan Watt)

# 133 Tips Menulis


Bersenang-senanglah. Jika Anda tak dapat menikmati menulis, bisa jadi menulis bukanlah kegiatan yang pas untuk Anda. Atau jika Anda tak bisa menikmati menulis fiksi, cobalah menulis hal lainnya, seperti menulis puisi, blog, skenario, atau tulisan-tulisan nonfiksi. Terbukalah dan Anda akan menemukan jalan Anda. (Sumber: writingforward.com)

# 132 Tips Menulis


Sudah hampir selesaikah naskah fiksi Anda? Jangan lupa untuk melakukan hal-hal berikut.
1. Ketika melakukan pengecekan, jangan lupa untuk mencermati plot yang mungkin masih bolong-bolong, ketidakkonsistenan pada karakter, adegan yang hilang, adegan yang berlebihan, akurasi hasil riset, dan tentu saja hal-hal yang terkait dengan tata bahasa, ejaan, dan tanda bahasa.
2. Sembari melakukan revisi, tanyakan pada diri Anda apakah setiap paragraf, kalimat, dan kata penting untuk cerita Anda. Jika tidak, Anda tentu tahu di mana tombol delete berada.
3. Baca lagi pelan-pelan cerita Anda terutama pada tata bahasa, ejaan, dan tanda bahasa. Semakin sedikit kesalahan ketik, semakin baik.(Sumber: writingforward.com)

# 131 Tips Menulis


10 Langkah untuk Menjadi Penulis yang Lebih Baik

Menulislah.
Menulislah lebih banyak.
Menulislah lebih banyak lagi.
Menulislah lebih banyak lagi dari yang sudah.

Menulislah ketika Anda tidak ingin melakukannya.
Menulislah ketika Anda ingin melakukannya.
Menulislah ketika ada sesuatu yang ingin Anda katakan.
Menulislah ketika tak ada sesuatu yang ingin Anda katakan.
Menulislah setiap hari.
Teruslah menulis.”

(Brian Clark)

# 130 Tips Menulis


1. Biarkan para pembaca Anda menggunakan imajinasi mereka. Sediakan detail dengan berbagai “pilihan” dan biarkan pembaca-pembaca itu “mengisi” sisanya dengan “warna” mereka sendiri.
2. Berempatilah pada pembaca. Gunaka
n kata-kata deskriptif yang menghubungkan antara rasa, sentuhan, dan “bau” dari pembaca.
3. Gunakanlah teknik dalam berpuisi untuk memberi napas pada prosa Anda. Gunakan aliterasi, bentuk kata yang meniru suara, metafora, dan “perlengkapan” lain yang berhubungan dengan kesusastraan untuk membuat kalimat Anda menyanyi dan menari. (Sumber: writingforward.com)

13 September, 2012

# 129 Tips Menulis


Masih meneruskan fiksi Anda? Siapa tahu tips ini membantu Anda.
1. Karakter yang paling realistis dan berhubungan adalah yang bercacat atau tidak sempurna. Temukan sesuatu yang baik tentang penjahat atau karakter jahat Anda dan sesuatu yang kelam dari masa lalu karakter Anda yang baik atau pahlawan dalam cerita Anda.
2. Hindari menceritakan pada pembaca terlalu banyak tentang kara
kter-karakter Anda. Lebih baik perlihatkan kepribadian karakter-karakter Anda dari tindakan dan interaksi mereka dalam cerita Anda.
3. Beri karakter Anda tantangan yang sulit untuk diatasi. Biarkan mereka menderita. Dengan cara seperti itu, ketika mereka berhasil mengatasinya, akan sangat penuh penghargaan.
4. Eksplorasilah kondisi-kondisi yang sifatnya manusiawi.
5. Pastikan Anda mengerti bahwa setiap cerita membutuhkan awal, tengah, dan akhir.
(Sumber: writingforward.com)

# 128 Tips Menulis


Sudah sampai mana cerita fiksi Anda? Sudahkah Anda memperhatikan dua hal berikut.
1. Hilangkanlah “suara-suara” yang mengganggu. Narasi Anda jangan sampai terdengar hangat dan bersahabat pada bab-bab awal, namun objektif dan terasa jauh di bab-bab setelahnya. “Suaranya” harus konsisten dan sesuai dengan isi dari buku Anda.
2. Perkara narasi ini harus benar-benar diperhatikan. Apakah cerita Anda lebih baik diceritakan dari sudut pandang orang pertama ataukan orang ketiga? Jika tak yakin, cobalah untuk menulis beberapa halaman dari setiap gaya narasi untuk melihat mana yang lebih baik. (Sumber: writingforward.com)

# 127 Tips Menulis


1. Apakah cerita Anda berjalan terlalu cepat untuk para pembaca Anda ataukah mereka senantiasa menguap saat membaca setiap paragraf? Apakah adegan romantisnya terlalu pendek? Apakah adegan pertarungannya terlalu panjang? Apakah Anda menghabiskan 3 halaman sendiri untuk menjelaskan detail tentang karakter Anda lalu masuk ke dalam beberapa paragraf pendek? Beri perhatian saat melangkah!
2. Masukkan cerita Anda dengan tema-tema yang kaya untuk menambah kualitas yang sifatnya manusiawi. Beberapa contoh tema itu, misalnya pengorbanan, hidup dan mati, keyakinan, penebusan, nasib atau takdir, dan lain sebagainya. Hal-hal seperti ini biasanya menjadi bayang-bayang yang dekat dengan cerita Anda.
3. Gunakan simbol dan perbandingan untuk menciptakan kesinambungan dalam cerita Anda. Pikirkan tentang bagaimana White Rabbit terus muncul sepanjang petualangan Alice di Wonderland atau bagaimana warna merah digunakan terus dalam film American Beauty. Hal-hal seperti ini mungkin terlalu detail tapi akan memberi kekuatan yang dahsyat pada cerita Anda.(Sumber: writingforward.com)

12 September, 2012

# 126 Tips Menulis


“Bagus bagi Anda untuk menulis dengan simpel, dan semakin sederhana semakin bagus. Tapi, jangan memulainya dengan berpikir terlalu sederhana. Tahu bahwa sesuatu itu rumit lalu nyatakan atau ungkapkan sesuatu itu dengan sederhana.” (Ernest Hemingway)

# 125 Tips Menulis


“Menulis itu adalah sebuah eksplorasi. Anda memulainya dari tak ada apa-apa." (E.L. Doctorow)

# 124 Tips Menulis


“Saat Anda duduk untuk menulis, menulislah. Jangan melakukan hal yang lain, kecuali pergi ke toilet atau kamar mandi, dan hanya melakukan hal itu jika benar-benar tak bisa ditunda lagi.” (Stephen King)

# 123 Tips Menulis


Cobalah tips berikut.
1. Bacalah lebih banyak fiksi, lebih banyak dari yang Anda tulis.
2. Jangan membatasi diri Anda dengan hanya satu genre (baik dalam menulis maupun membaca). Bahkan jika Anda punya genre favorit, keluarlah sesekali agar Anda tak terbebani dengan mencoba menyesuaikan karya Anda dengan yang sudah ada.
3. Bedahlah cerita yang Anda sukai entah dari buku, film, dan televisi untuk menemukan cara bercerita seperti apa yang berhasil dan apa yang tidak.
4. Ingatlah prinsip dari semua penulis: pantat di kursi, tangan di keyboard komputer.
5. Janganlah menulis untuk pasar. Buatlah cerita yang asalnya benar-benar dari hati Anda. (Sumber: writingforward.com)

# 122 Tips Menulis


Masih melanjutkan cerita fiksi Anda? Cobalah tips berikut.
1. Anda bisa membuat outline dari tulisan Anda sebelum, selama, atau setelah Anda menulis draft kasar tulisan Anda. Beberapa penulis menganggap penulisan outline ini tak penting, namun terkadang outline dapat menjadi semacam peta yang sangat berguna dalam proses penyelesaian naskah Anda.
2. Temukan sendiri hal-hal yang berkaitan dengan menulis.
3. Banyak fiksi yang bagus terinspirasi oleh kehidupan nyata. Jadi, catatlah cerita yang menarik untuk Anda, bisa mendengarnya dari seorang teman atau membacanya dari sebuah berita.
4. Kehidupan nyata juga menjadi sumber inspirasi yang hebat untuk penemuan karakter. Lihatlah ke sekeliling Anda, ke teman-teman Anda, keluarga, atau rekan sekerja Anda. Coba kembangkan aspek yang paling kuat dari kepribadian mereka, ketika melakukan hal ini sebenarnya Anda sedang membuat karakter yang hidup atau terlihat nyata.
5. Buatlah karakter Anda menjadi nyata dengan penggambaran yang detail.
(Sumber: writingforward.com)

10 September, 2012

# 121 Tips Menulis


Sedang menulis cerita pendek? Mulailah dengan alinea pertama atau lead yang menjerat, cukup untuk meraih pembaca dan membuat mereka penasaran untuk tahu apa yang terjadi setelahnya. Pastikan plot Anda bekerja—harus ada awal, tengah, dan akhir. Tetapi, jangan menghabiskan banyak waktu untuk membangun hingga klimaks atau akhir dari ceritanya menjadi hanya satu kalimat, meninggalkan pembaca bertanya dan melongo tapi dengan cara yang mengecewakan, tidak memesona. Selain itu, jangan memberi tanda-tanda akan ending yang menikung telalu cepat—cobalah untuk mempertahankan pembaca bertanya-tanya sampai moment terakhir. Jika Anda membuat cerita dengan alur yang cepat, katakanlah tentang kejahatan, buatlah alinea dan kalimat-kalimat yang pendek. Ini adalah trik untuk mengatur langkah dan menambahkan atmosfer yang ingin Anda sampaikan kepada pembaca. (Sumber: write101.com)

# 120 Tips Menulis


Banyak penulis merasa seakan-akan mereka tak bisa membaca buku karya penulis lain ketika sedang membuat karya andalan alias masterpiece mereka. Mereka biasanya tidak mau kepercayaan diri mereka menjadi terganggu karena hal itu. Namun, sebenarnya ketika Anda membaca banyak buku dari banyak penulis, Anda akan dapat belajar untuk memahami cara melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda-beda. Dengan banyak membaca, Anda memasukkan keahlian menulis yang sangat berharga ke dalam pikiran Anda. Anda juga dapat memahami apa yang menggerakkan Anda dan membuat Anda tertawa selama Anda mengembangkan keahlian Anda. Anda juga akan membuat pikiran Anda segar sehingga dapat melihat karya Anda sendiri dengan objektivitas dari level yang berbeda. (Sumber: fictionfactor.com)

# 119 Tips Menulis


Apakah subjek atau tema yang Anda pilih menarik pembaca yang cukup luas hingga menjadi komersial? Pertanyaan seperti ini harusnya sudah ada ketika Anda mulai menulis sebuah buku nonfiksi. Buku-buku ditulis dan diterbitkan dengan tema-tema yang benar-benar bagus, tapi tetap masing-masing mempunyai pasar sendiri-sendiri. Hal ini tergantung pada seberapa luas pembaca yang ingin diraih dan seberapa banyak keuntungan dan prestise yang diinginkan. Hal ini juga tergantung pada menemukan penerbit yang pas untuk tema Anda. (Sumber: howtobooks.co.uk)

# 118 Tips Menulis


Seberapa menarikkah judul dari artikel yang Anda taruh di blog Anda. Berikut beberapa tips yang mungkin berguna bagi Anda dalam menentukan judul artikel Anda.
1. Gunakan angka, misalnya 10 Tips… atau 45 cara….
2. Gunakan kata-kata kunci yang kemungkinan besar dicari oleh pembaca Anda, seperti “Bagaimana memilih nama untuk toko Anda.” Judul ini pas jika blog Anda bicara seputar bisnis.
3. Jelaskan tentang keuntungan atau manfaat. Jadi, dari judulnya, pembaca bisa tahu apa keuntungan yang bisa mereka dapatkan dari membaca artikel Anda.
4. Anda juga bisa membagikan hal-hal yang sifatnya “rahasia” atau belum banyak diketahui orang tapi dapat menjadi solusi bagi hal-hal tertentu. Misalnya. “Rahasia dari pernikahan yang membahagiakan.” (Sumber: everythingetsy.com)

# 117 Tips Menulis


Apa yang Anda tulis akan menjadi diri Anda sendiri… jadi pastikan Anda mencintai apa yang Anda tulis! “Penulisan Harry Potter benar-benar terkait dengan hidup saya selama tujuh belas tahun, hingga menyampaikan selamat tinggal padanya menjadi sangat sulit seperti yang saya sudah kira sebelumnya.” Jika Anda mengerjakan sebuah novel atau buku nonfiksi, Anda akan menghidupi dan memberinya napas pada karya Anda itu selama bertahun-tahun. Jika Anda belum menulis buku Anda dengan cinta dan passion, Anda kemungkinan besar akan berjuang untuk menulisnya bertahun-tahun. (J.K.Rowling)

07 September, 2012

# 116 Tips Menulis


“Saya tidak percaya berbagai macam sihir yang ada dalam buku-buku saya. Tapi, saya percaya sesuatu yang magis dapat terjadi ketika Anda membaca sebuah buku yang bagus." (J.K. Rowling)

# 115 Tips Menulis


“Ketika saya mulai meragukan kemampuan saya untuk mengolah kata-kata, saya biasanya membaca karya penulis lain dan tahu bahwa saya tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Perjuangan saya hanya dengan diri saya sendiri, melakukannya dengan benar, dengan kekuatan, dan tenaga, dan kesenangan, dan spekulasi. “ (Charles Bukowski)

# 114 Tips Menulis


Membuat sebuah novel percintaan boleh dibilang susah-susah gampang. Sebelum menulis, cobalah untuk memikirkan kejadian apa yang benar-benar dapat membuat cerita Anda menjadi sebuah cerita percintaan. Termasuk, memasukkan keja
dian atau peristiwa-peristiwa yang ada hubungannya dengan percintaan, seperti kencan dan patah hati. Pikirkan ide-ide yang menarik, yang tak sama dengan yang sudah sering dimunculkan dalam novel-novel percintaan yang sudah ada. Misalnya bisa berangkat dari ide tentang salah satu mantan pacar dari karakter/tokoh Anda yang cemburu dengan hubungan percintaan yang sedang dijalin tokoh Anda dan berusaha untuk rujuk kembali. Atau bisa juga berangkat dari ide tentang orang tua yang tak menyetujui hubungan tokoh Anda dengan seorang tokoh yang lain dan memilihkan pasangan lain untuk tokoh Anda (Sumber: wikihow.com)

# 113 Tips Menulis


Berilah masalah pada pasangan yang ada dalam novel percintaan Anda. Cerita tentang hal “laki-laki-bertemu-seorang gadis-dan-mereka-jatuh cinta-dan-bahagia selamanya” sudah menjadi ide yang jamak. Buatlah hal itu menjadi menarik, seperti “laki-laki-bertemu-seorang gadis-dan-mereka-saling-benci-sampai-laki-laki itu melihat-gadis-itu-mabuk-dan-gila-di-sebuah-pesta-dan-mengajaknya-dalam-kencan-yang-me
ngenaskan-dan-gadis-itu-tahu-tentang-bagian-yang-mengenaskan-itu.” Iya, memang hal itu menjadi seperti skenario yang panjang, tapi jauh lebih orisinal. Tergantung pada jenis percintaan seperti apa yang ingin Anda tulis, ciptakan masalah yang berbeda untuk karakter Anda, seperti bahwa ternyata gadis itu adalah hantu, laki-laki itu lebih tua 10 tahun dari si gadis, keluarga gadis itu tak menyetujuinya, gadis itu cacat, atau laki-laki itu dari masa depan. (Sumber: wikihow.com)

06 September, 2012

# 112 Tips Menulis


Masih terus menulis buku cerita anak? Tips berikut semoga bermanfaat.
1. Buatlah daftar tentang tema yang hendak ditulis. Bisa tentang seekor lebah atau kupu-kupu, seekor lebah yang kesepian, atau seekor kupu-kupu yang kesepian. Temukan juga setting yang anak-anak mudah untuk memahaminya. Setting-nya bisa rekaan atau fiksi.
2. Pikirkanlah kejadian atau konflik yang sederhana, seperti badai, terseset, merasa ditinggalkan, atau mencoba mencari rumah baru.
3. Jadikan seorang anak sebagai karakter utama Anda. Bisa tentang anak-anak atau dari sudut pandang anak-anak. Anak harus terlibat dalam mencari solusi dari konflik yang ada.
4. Buku cerita anak bergambar biasanya terdiri dari 32 halaman. Empat halaman depan dan belakang biasanya dipergunakan untuk copyright dan sebagainya. Tulislah dengan kata-kata konkret yang merangsang imajinasi. Ingat bahwa yang dimaksud dengan konkret di sini adalah dekat dengan pengalaman merasa, seperti menyentuh, mengecap, dan lain sebagainya.
5. Akhiri cerita dengan hal yang membahagiakan atau happy ending.
6. Buatlah semacam dummy sederhana agar Anda bisa membayangkan penempatan tulisan dan kira-kira ilustrasi seperti apa yang cocok.
7. Pastikan bahwa anak-anak mengerti tentang cerita yang Anda tulis dan kata-kata yang yang Anda gunakan. Jika ketika Anda coba membacakan cerita Anda pada seorang anak dan anak itu bertanya“apa maksudnya?”, artinya Anda harus menyederhanakan kata atau kalimat tersebut. (Sumber: wikihow.com)

# 111 Tips Menulis



Mengalami writer’s block lagi? Kalau Anda sedang menulis fiksi, coba Anda lihat lagi tokoh/karakter yang sedang Anda tulis. Kembangkan lagi karakter Anda. Pastikan bahwa Anda sudah menghayati karakter utama Anda. Jika karakter yang Anda ciptakan ini belum berhasil mengambil hati Anda, akan sulit bagi Anda untuk menulis tentangnya, termasuk hal-hal lain di sekitarnya. Kebanyakan karakter yang sudah menyatu dengan cerita Anda pasti akan menuntut Anda untuk terus menulis tentang mereka. “Mereka” juga akan membantu Anda untuk mengatasi kebuntuan menulis Anda. (Sumber: creative-writing-solutions.com)

# 110 Tips Menulis


Masih juga mengalami writer’s block? Cobalah untuk mengamati orang-orang di luar sana dan tontonlah berita. Kenyataan atau fakta sering kali lebih aneh ketimbang hal-hal yang sifatnya fiksi. Orang-orang di kehidupan nyata tak jarang melakukan hal-hal yang aneh dan membuat mereka mudah untuk dijadikan bahan tulisan. (Sumber: creative-writing-solutions.com)

# 109 Tips Menulis


Masih juga mengalami writer’s block? ^^ Singkirkan dulu perfeksionisme itu untuk sementara. Apalagi jika yang sedang Anda tulis adalah tulisan pertama Anda. Tidak akan menjadi sesempurna yang Anda bayangkan, tulisan pertama Anda ini. Segera saja tuangkan ide Anda dan dorong diri Anda untuk menyelesaikan tulisan Anda. Jika Anda terlalu menuntut kesempurnaan (misalnya, menginginkan kata-kata yang Anda tuliskan mengalir dengan begitu indah dan karakter-karakter Anda menjadi sangat hidup), Anda tidak akan pernah menyelesaikan tulisan Anda! (Sumber: creative-writing-solutions.com)

# 108 Tips Menulis


“Ketika saya mulai meragukan kemampuan saya untuk mengolah kata-kata, saya biasanya membaca karya penulis lain dan tahu bahwa saya tak perlu mengkhawatirkan hal itu. Perjuangan saya hanya dengan diri saya sendiri, melakukannya dengan benar, dengan kekuatan, dan tenaga, dan kesenangan, dan spekulasi. “ (Charles Bukowski)

04 September, 2012

# 107 Tips Menulis


“Saya tidak tidur,” begitu jawab Danielle Steel, ketika ditanya tentang bagaimana ia mengatur waktu antara menulis dan keluarga. “Anak-anak saya lebih berharga bagi saya dibandingkan apa pun. Saya menemani mereka sepanjang hari, dan saya menulis sepanjang malam.” (Sumber: cmlibrary.org)

# 106 Tips Menulis


Jangan menjejali tulisan Anda dengan terlalu banyak informasi atau detail adalah salah satu cara agar tulisan fiksi Anda menarik. Pastikan agar pembaca Anda masih mempunyai ruang untuk membayangkan. Lalu, jika Anda ingin menggunakan kata-kata tertentu yang jarang Anda lakukan, pastikan bahwa Anda benar-benar tahu maknanya. Jangan sampai Anda salah menggunakan kata atau tidak sesuai dengan apa yang Anda maksud. (Sumber: wikihow.com)

# 105 Tips Menulis


Tips membuat fiksi:
1. Ciptakanlah karakter yang unik.
2. Jadikan cerita Anda memiliki kedalaman.
3. Pastikan cerita Anda terorganisasi dengan baik.
4. Melangkahlah terus. Tulislah satu bab dalam satu waktu, atau jika tak memungkinkan satu paragraf. Intinya, jangan pernah berhenti.
5. Setelah menulis, bacalah kembali.
6. Bersabarlah.
7. Rileks.
8. Ingatlah untuk menulis setiap hari, tak peduli seberapa bosannya. Berhenti selama satu hari biasanya akan membuat Anda lantas tak menulis selama satu minggu, lalu Anda biasanya akan lupa ide yang sudah Anda temukan sebelumnya.
9. Jika Anda berhenti terlalu lama, Anda akan kehilangan ketertarikan Anda untuk terus menulis.
10. Menulis seharusnya menjadi kegiatan yang menyenangkan dan Anda harus mencintai buku yang Anda tulis sebesar pembaca yang akan membaca buku Anda.
11. Pastikan Anda memulainya dengan sesuatu yang kecil dan temukan jalan untuk sesuatu yang BESAR! (Sumber: wikihow.com)

# 104 Tips Menulis


Berikut ini adalah tips menulis buku anak:
1. Ketahuilah tujuan Anda. Jika penerbitan sangat penting bagi Anda, pelajarilah apa saja yang terkait dengannya. Beberapa penulis merasa perlu untuk mengetahui apa saja buku yang diterbitkan. Mereka membaca review dari buku-buku anak bergambar yang sudah diterbitkan dan mencarinya di toko buku.
2.Pahamilah bahwa buku cerita bergambar adalah sebuah proses kolaborasi antara penulis, ilustrator, editor, art director, bahkan tak jarang kepala redaksi dan staf pemasaran. Jika Anda ingin benar-benar mengontrol semua hal yang terkait dengan buku Anda, menerbitkan sendiri menjadi pilihan yang lebih baik.
3. Pahamilah juga bahwa dunia penerbitan adalah dunia bisnis. Hanya buku yang bagus yang akan diterbitkan. Penerbit harus yakin bahwa buku yang akan diterbitkan akan benar-benar terjual dan dapat bersaing dengan ribuan buku lainnya.
4. Bersiaplah untuk penolakan.
5. Gigihlah. Tak mudah memang untuk menjebolkan naskah ke suatu penerbit.
6. Jangan meremehkan dukungan dari teman dan keluarga.
7. Berbagilah. Biarkan karya Anda dapat menjadi semangat bagi penulis-penulis yang lainnya dan bagi diri Anda sendiri.
8. Cintailah pekerjaan Anda. Hargailah proses menulis dan kehormatan menulis buku untuk Anak. Konsisten dan teruslah di situ. Mempunyai sebuah buku yang berhasil diterbitkan mungkin tak akan mengubah hidup Anda, namun konsisten untuk terus menulis dan terikat dengan anak-anak dapat mengubah hidup Anda dan hidup dari pembaca-pembaca Anda.
(Sumber: patmora.com)

03 September, 2012

# 103 Tips Menulis


Menulis novel remaja, seberapa sulitkah? Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah merumuskan ide terlebih dahulu. Artinya, keputusan tentang ide apa yang ingin ditulis harus sudah ada terlebih dahulu dalam kepala dan konsistenlah. Apakah
Anda ingin menulis untuk remaja laki-laki atau perempuan? Jika untuk remaja laki-laki, mungkin Anda bisa mencari ide seputar action atau suspense. Cerita horor dan fiksi sains juga disukai oleh mereka, meski tidak sedikit remaja perempuan yang menyukainya juga. Jadi, hal paling pertama yang mesti dilakukan adalah memutuskan genre apa yang akan Anda tulis. Fiksi remaja memiliki berbagai macam genre termasuk romance (dalam banyak kasus sukses karena disertai bumbu komedi), supernatural, komedi, horor, ras, fiksi sains, kehidupan nyata, action, dan masih banyak lagi. Karya yang bestseller kebanyakan adalah karya-karya yang dengan sukses mengombinasikan berbagai genre yang ada. (Sumber: wikihow.com)

# 102 Tips Menulis


Perkara mengombinasikan genre untuk sebuah fiksi remaja memang terkesan memusingkan pada awalnya, tapi satu hal yang mesti diingat adalah remaja cepat bosan. Anda harus dapat menjaga ketertarikan mereka dan cara terbaik untuk melakukannya adalah dengan menambahkan apa yang mereka tak tahu dan tak menyangkanya. Setelah Anda memutuskan genre apa yang akan ditulis, pikirkan ke mana Anda akan menulis
dengan genre itu. Apa rencana Anda? Apakah Anda ingin memiliki satu karakter saja atau beberapa karakter dalam bab-bab yang berbeda? Siapa yang menjadi naratornya? Ke mana karakter atau tokoh utama Anda akan dibawa? Coba temukan tokoh utama yang dekat dengan kehidupan pembaca. Jangan membuat tokoh atau karakter-karakter Anda terlalu sempurna, pembaca biasanya tak menyukainya dan akan terasa jauh dengan mereka. Para pembaca Anda juga memerlukan ketidaksempurnaan. (Sumber: wikihow.com)

# 101 Tips Menulis


Masih berkutat dengan novel remaja Anda? Anda harus dapat menemukan hal-hal apa saja yang menarik dari tulisan Anda. Pasalnya, jika tidak, Anda tidak akan pernah menyelesaikannya. Tambah lagi, jika penulis tidak mau membaca buku sendiri, siapa yang akan membacanya? Pembaca remaja itu cenderung pemilih dan lebih kejam daripada pembaca dewasa, jadi Anda harus mengeluarkan apa pun yang Anda miliki. Selain itu, gunakan bahasa yang remaja mengerti. Koleksilah bahasa slang yang digunakan oleh mereka. Bicaralah dengan bahasa mereka, namun tetap memperhitungkan seberapa banyak novel Anda ingin menggunakan bahasa slang. (Sumber: wikihow.com)

# 100 Tips Menulis


Tulislah hal yang Anda sukai, salah satu tips jitu yang akan mendorong Anda untuk semakin produktif dalam menulis. Biarkan proses menulis menjadi kegiatan yang menyenangkan. Selain itu, seorang penulis dapat menulis dengan cepat karena ia t
ahu apa yang ingin ia tulis. Jadi, sebelum menulis, pikirkan dulu apa yang hendak Anda tulis. Catatlah poin-poinnya dalam buku catatan kecil. Berkomunikasilah dengan banyak orang dan kumpulkan cerita-cerita mereka. Hal ini akan menjadi modal Anda dalam menulis.

# 99 Tips Menulis


“Hidup dari seorang penulis benar-benar bisa disandingkan dengan hidup dari seorang pengusaha. Seorang penulis harus memaksa dirinya bekerja. Ia harus bisa mengatur jadwalnya sendiri dan jika ia tidak pergi ke mejanya tak ada orang yang akan mencerewetinya…. Seseorang sebenarnya bodoh ketika memutuskan untuk menjadi penulis, timbal baliknya hanya kebebasan yang mutlak. Ia tak punya bos atau atasan, kecuali jiwanya, dan itu, saya yakin, adalah alasan mengapa seseorang memutuskan untuk menjadi seorang penulis.” (Roald Dahl)