Breaking News

13 March, 2012

Aku dan Hujan

By Dydie Prameswarie
Hari ini langit kembali bocor. Tetes-tetes air hujan kembali menetes dari balik pori-pori langit. Hawa dingin dan aroma khas tanah yang basah semakin memelukku erat. Aku selalu menikmati detik-detik bocornya langit seperti ini. Percaya atau tidak, kretifitasku semakin terasah ketika deras hujan menguyur Bumi. Tangan ini seperti kerasukan lantas menari dengan lincah di atas keyboard .
Tak ada beban atau halangan lagi. Semuanya mengalir seperti air langit yang mencari jalan di lubang-lubang biopori. Ditemani segelas teh hangat atau kopi yang aromanya menggugah selera, semakin mantap saja menuangkan ide.
Hujan kali ini membawa sesuatu yang berbeda. Nikmat yang tak terkira. Emosi yang terkontrol. Kesabaran yang dipertaruhkan. Semua! Intinya : hujan sering kali membawa kenikmatan dalam hidupku. Seperti hakikat hujan: diciptakan oleh ‘tangan’ Yang Maha Pemberi Nikmat, maka sudah selayaknya aku menikmati hujan. Jadi kenapa tak kau coba menikmati hujan kali ini?
Dan jika kau mampu singgah di relung hatiku, maka kau akan bisa menemukan waktu yang semakin melambat. Sehingga engkau dapat menghitung berapa banyak tetes air hujan yang jatuh kali ini. Dan sebanyak itulah rasa syukurku untuk Rabb.