Breaking News

16 May, 2012

Yuk! Beri Buku ^^


by Siti Nuraida
Hari Jumat kemarin di sore yang sejuk, aku, suami dan anakku kembali menghabiskan waktu di toko buku.
Niat awal sekadar melihat-lihat. Niat yang hanya bertahan sekejap.  Setelahnya, bermunculan banyak mumpung; mumpung bukunya bagus, mumpung  diskon, mumpung masih ada uang dan masih banyak mumpung lainnya.
Sejujurnya, selalu ada alasan dan pembenaran bagi kami untuk membeli buku; sepailit apapun keuangan kami.

Benar saja, kami kembali kalap. Uang kembali menipis. Namun semuanya  impas saat sensasi 'menjadi orang paling kaya dan beruntung sedunia'  kembali kami sesap saat melihat beberapa buah buku bagus sukses kami  bawa pulang.

Tiba-tiba, sebuah pemandangan mengusikku saat aku hendak membayar buku di depan kasir.

Di seberang tempatku berdiri, seorang pengemis cilik tengah asik  menonton sebuah kartun di pojok penjualan cd diskon. Sesekali anak  tersebut terbahak.

Kuperhatikan seksama pengemis cilik berbaju dekil tersebut. Usianya kira-kira 9tahun.

Aku dan suamiku berpandangan sesaat. Tanganku langsung merogoh tas.  Aku terbiasa menyimpan biskuit dan beberapa kotak susu untuk anakku. Dan  juga untuk kami berikan pada pengemis dan pengamen cilik yang kami  jumpai.

Saat sekotak susu coklat sudah berada di genggaman, aku melihat sebuah pemandangan menarik.

Disela-sela tawanya menonton film kartun, mata pengemis cilik itu  sesekali melihat buku-buku yang bertebaran di seluruh ruang pameran. Ada  jeda dan binar disana.



Aku terhenyak. Kutarik lengan suamiku dan langsung bertanya buku apa yang menyenangkan untuk dibaca semua umur.
Faham niatanku, suamiku langsung mengambil majalah 'Donald Bebek' dari rak di samping kasir.
Aku kemudian bergegas ke sebuah toko di sebrang ruang pameran untuk membeli roti & minuman.
Majalah dan makanan yang tadi kubeli aku sodorkan pada anakku sambil membisikan sesuatu di telinganya.
Penuh semangat, anakku menghampiri pengemis cilik tadi.
'Aa ini. Bukunya dibaca ya..'
Anakku dan pengemis cilik itu sama-sama tersenyum lebar.
Hatiku haru sekali. Sebelum haru berubah menjadi tangis seperti reality show di tv, kami bergegas pulang.
Perjalanan pulang kami dibumbui pembicaraan antara aku dan suami.
'Kira-kira, anak itu sekolah ga ya? bisa baca ga dek?'
'Ga tau juga..tp kayanya bisa baca a..tapi kalaupun nggak, dia kan bisa minta dibacakan orang lain.'
'Atau syukur-syukur dia ngajakin teman-temannya untuk baca bareng ya dek'
'Iya, mudah-mudahan.
'Dia suka baca buku ngga ya?'
'Sepertinya, setiap anak suka buku a. Minimal dia tertarik lah. Apalagi kalau bukunya berwarna-warni dan gambarnya lucu.'
'Hmm..iya juga. Dek, lain kali, kalau jalan-jalan lagi, kita bekel  buku atau majalah anak-anak yuk. Kalau perlu kita bikin rutin. Kita ajak  juga temen-temen untuk nyumbang buku.'
'Iya a. Gak harus baru. Bekas juga gapapa. Tapi jangan yang serius.  Harus yang ringan dan menarik. Biar mereka tertarik. Kalau udah  tertarik, insya4jji mau baca. Dan lama-lama, jadi suka baca deh.'
'Sip!'
Seringkali aku dan suamiku iri tiap kali menyaksikan kiprah  orang-orang luar biasa. Ingin rasanya  bisa bermanfaat bagi sesama  seperti halnya mereka.
Ada yang pergi ke tempat-tempat terpencil untuk mengajar. Ada  sepasang suami istri yang mengasuh ratusan anak tanpa pamrih. Ada yang  ikhlas mengurus mereka yang terbuang atau dianggap sampah masyarakat.
Ada banyak kebaikan dan ketulusan yang mereka tebar.
Sekaranglah saatnya berbagi. Semampu yang kami bisa. Melalui buku.

Insya Allaah, sekecil  dan sesedikit apapun, tak ada kepedulian dan kebaikan yang remeh.
Bukankah sebuah kebaikan besar berawal dari yang kecil?:)

'Baja, senang gak kasih buku ke aa nya?'
'Senang mbu. Yuk, kita kasih buku lagi mbu!'

Iya nak, ayo! kita beri buku ^^