Breaking News

16 May, 2012

SEPOTONG TAHU ISI


By Sri Rahayu
Pagi ini aku bangun kesiangan.  Padahal aku harus menyiapkan sarapan untuk anak dan suamiku tercinta.  Ohhh...bagaimana mungkin ini terjadi?  Waktu sudah menunjukkan pukul 05.15, padahal suamiku harus sudah berangkat pukul 05.30, belum lagi si kecil yang selalu rewel menagih sarapan di pagi buta.

Rasanya aku seperti sedang mengejar kereta saja pagi ini.  Bergegas kusiapkan susu dan secangkir teh panas untuk suamiku.  Tapi...aku lupa, kulkasku tak berpenghuni! Duh teledor sekali aku ini.  Akibat hujan yang turun semalam rencanaku belanja kebutuhan gagal total karena kehujanan.  Gimana ini???

Oh....iya , aku ingat!  Kebetulan salah seorang tetanggaku berjualan tahu isi.  Sepertinya ini bisa aku jadikan alternatif sarapan di pagi hari.  Ya..ya..ya..  Tergesa aku pergi menuju rumah tetanggaku untuk membeli beberapa potong tahu isi dan pisang goreng.

Setelah mendapatkan apa yang kucari, aku pun segera kembali pulang. Oh tidaak... rupanya suamiku sudah bersiap di atas sepeda motor jadulnya.  Akupun memintanya untuk sejenak turun dan memakan tahu isi untuk pengganjal perut.  benar-benar aku merasa bersalah, dan sepertinya suamiku dapat menangkap perasaan itu.  Dia pun tersenyum seraya berkata, " Ngga apa sayang, aku ngerti kok betapa lelahnya kamu semalam.  Tak usah kamu merasa bersalah.  Begini aja, berhubung hari telah siang, kubawa aja tahu isi ini untuk bekalku di bis, okay?  Selamat Hari Kartini Sayang!  semoga kau selalu menjadi Kartiniku"

Duh...malunya aku.  suamiku begitu pengertian kepadaku.  Beruntungnya aku memilikinya.  Tapi paling tidak aku tak khawatir lagi suamiku masuk angin karena ada tahu isi yang menemani perjalanannya.