Breaking News

16 May, 2012

Ibu Hebat di Ranjang Sebelah


by Dewi Laily Purnamasari
Tangis anak yang agak aneh terdengar dari ranjang  sebelahku. Baru sejam lalu ranjang itu kosong ditinggal penghuninya yang  telah sehat kembali ke rumahnya. Aku terbangun jam menunjukkan pukul  11.00 malam, lamat-lamat terdengat lagi bunyi nafas tersengal yang juga  kurasa agak aneh.
Rasa penasaranku ‘kumat’ … Aku bangkit perlahan dari  ranjang karena khawatir anakku, Kindi terbangun. Ia sedang tertidur  pulas dengan selang dan botol infus tergantung di sebelah kanannya.
Kulangkahkan kaki menuju kamar mandi dan harus melewati ranjang sebelah.  Seorang ibu sedang memangku anak berusia kira-kira setahun (ternyata  aku salah sangka : keesokkan harinya aku tahu anak itu berusia dua  tahun). Devan, namanya. Ia dikaruniai kebutuhan spesial. Di usianya  kini, Devan belum bisa berbicara dan berjalan. Gerakannya tak  terkendali. Makannya bubur saring. Kini ia terbaring tak berdaya dan  sering tiba-tiba menangis disertai demam yang tak kunjung reda.



Maminya terlihat sabar … sungguh sangat sabar. Dipangkunya Devan dengan  lembut, disuapinya. Digantikan bajunya yang basah kuyup ketumpahan susu.  Devan tetap diajak bicara, walau tak ada respon kecuali suara ah … argh  … hahah … dan secuil senyum, atau tangisan. Maminya tetap tersenyum  ketika ku bertanya Devan sakit apa ? Dia bilang demamnya tak kunjung  turun dan trombositnya juga makin menurun.
Devan diberi tempat di dunia ini bersama Maminya yang hebat. Kasih  sayang terlimpah untuknya walau ia tak memberikan keceriaan bagi  keluarganya. Ah … Devan telah dikirim Tuhan untuk menambah pahala surga  bagi keluarganya, yang telah ikhlas dan sabar terus merawat, mengasuh,  dan menjaga Devan.
Hari ini, aku dan Kindi akan pulang. Alhamdulillah … Allah Yang Maha  Baik telah memberikan kesembuhan kepada Kindi yang telah selama 4 hari  bersemangat melawan penyakitnya. Ya Allah … telah Engkau berikan aku  hikmah besar bahwa betapa seharusnya aku senantiasa bersyukur atas  segala nikmat sehat-Mu. Juga senantiasa menjaganya. Jikapun ditimpa  sakit, maka bersabarlah … Bukankan Engkau bersama orang-orang yang  sabar. Terima kasih ‘Ibu Hebat : Maminya Devan’ yang tanpa dia tahu  telah memberikan pelajaran berharga tentang keikhlasan mendampingi  tumbuh kembang anak-anak dengan apapun kelebihan dan kebutuhan  khususnya.

0 komentar:

Post a Comment