Breaking News

06 February, 2012

Vaksin Dodol Garut (Amazing Vet Stories....)


  Salah satu pengalaman paling konyol, memalukan tetapi tetaplah manusiawi yang pernah kualami sehubungan dengan profesi dokter hewan ku adalah kisah yang satu ini.
Saat itu kebetulan hari Senin, seperti biasa aku yang mulai mengidap sindrom menjelang usia 40 an,  melupakan sebagian besar rencana-rencana yang sudah kususun di hari Sabtu untuk dilaksanaan di hari Senin minggu depannya. Nah di hari Senin yang spesial itu aku sebenarnya sudah punya janji untuk memberikan pelayanan vaksinasi Rabies pada salah satu klien ku, yang sudah hampir dua minggu bolak-balik menelepon, meminta agar aku segera datang untuk memvaksin anjing kesayangannya. Berhubung kesibukan di rumah dan kantor yang tidak bisa ditinggal, maka baru sesudah dua minggu lah aku menyanggupi untuk datang ke rumah klien ku itu.
Syukurlah di detik-detik terakhir menjelang berangkat kerja di hari Senin itu aku mendadak teringat dengan janjiku yang akan memvaksin anjing klien ku itu. Dengan terburu-buru aku pun turun dari kendaraan untuk mengambil termos vaksin dan mengisinya dengan vaksin Rabies yang selalu kusimpan dalam kantongan plastik hitam di kulkas yang terletak di ruang makan rumah kami.
Dengan perasaan sedikit sungkan dan tidak enak, karena sudah agak terlalu lama membiarkan klien ku yang setia itu menunggu-nunggu aku berangkat juga menuju rumahnya.
Sesampainya di sana aku disambut dengan gembira oleh klienku (bukan apa-apa, aku termasuk dokter hewan dengan tarif termurah saat itu...he...he...) dan pasien ku si anjing jantan lokal yang sibuk mengibas-ngibaskan ekornya sambil melompat-lompat ke arahku.
Sesudah beramah tamah sebentar dengan pemilik anjing, aku pun bergegas mengeluarkan termos vaksin dari mobil dan menaruhnya di meja di teras rumah. Kukeluarkan kantongan plastik hitam yang ada di dalam termos vaksin itu dan membukanya untuk mengambil botol vaksin Rabies. Olala....alangkah terkejutnya aku...kantong plastik yang kukira berisi botol vasin Rabies ternyata berisi dodol garut kesukaan Thoriq....anakku yang sulung.
Rupanya anakku secara kebetulan menyimpan snack kesukaannya itu di kantongan plastik hitam yang mirip dengan kantongan plastik hitam berisi vaksin Rabies milikku!.
Dengan menahan malu dan geli (syukurlah klien ku tidak menyadari kesalahan yang terjadi), aku buru-buru memasukkan kembali kantongan plastik hitam yang berisi dodol garut itu ke dalam termos vaksin. Aku pun meminta maaf pada klien ku  dan berkata akan pulang sebentar ke rumah mengambil botol vaksin yang ketinggalan, karena ternyata aku membawa botol vaksin yang salah... (tentu tidak kukatakan bahwa kantong plastik yang kukira berisi vaksin Rabies ternyata isinya dodol garut...!!).
Syukurlah klien ku yang penuh pengertian itu dapat memahami dan kegiatan vaksinasi tetap dapat kulakukan sesudah aku kembali ke rumahnya dengan membawa kantongan plastik hitam yang  kali benar-benar berisi vaksin Rabies !. :)



0 komentar:

Post a Comment