Breaking News

16 February, 2012

TUHAN.. INILAH PERBUATAN SETAN (part one)


 By Pipit Setiafitri  
Assalamualaikum,



# PART ONE #


if the love come and knock in to your heart
let it in and let it come in to your heart
but if the love come and go to leave you
let it go and don't let it comes to your heart
(..PIET..)


January,

Wajah-wajah penuh tangis, duka, kekesalan, ketakutan dan keputus-asaan itu sedang tertawa terbahak-bahak. Ada yang tertawa sambil duduk dan memeluk guling, tertawa sambil merobek-robek kertas, bahkan ada yang menangis sambil menulis di buku.. Pemandangan itu terlihat di halaman belakang suatu klinik sakit jiwa di kawasan bogor. Para pasien berusia kisaran 20-50 tahun dan menurut informasi yang kudapat, mereka datang dari kalangan berada. Terlihat pula dari kendaraan yang terparkir di halaman parkir klinik ini, mayoritas kendaraan mewah.

Ketika sedang asyik memperhatikan tingkah polah para pasien tersebut, tiba-tiba aku dikagetkan dengan tepukan pelan di pundakku. Seketika ku menoleh, ternyata yang menepukku adalah seorang lelaki paruh baya, berkulit bersih dan berpenampilan necis, ganteng bahkan (menurutku..).. Sebelum ku menegurnya tiba-tiba lelaki tersebut ditarik seorang wanita berusia sekitar 50 tahunanan yang masih kelihatan tetap cantik. " maaf ya dik.. " " iya.. " jawabku pelan sambil menahan rasa penasaran di hati.

Sekitar 30 menit kemudian, wanita tersebut menghampiriku sambil tersenyum dan berkata " maaf atas kejadian tadi ya dik, lelaki tadi adik saya yang baru menjalani perawatan disini sejak seminggu lalu ". Mengalir waktu, akhirnya ku dapat a story of the necis man..

Lelaki tersebut berusia 45 tahun, dia seorang TOP MANAJER di salah satu perusahaan asuransi terkemuka, berkeluarga dengan 2 orang anak. Awalnya kehidupan rumah tangganya berjalan lancar dan normal. Namun tiba pada saat dia mendapat promosi di kantornya untuk menjabat suatu jabatan penting dan kenaikan gaji yang melesat. Waktu lebih banyak dihabiskan diluar rumah, perhatian untuk keluarga berkurang, komunikasi dengan istrinya pun berkurang. Dan parahnya, sebagai lelaki dengan embel-embel WAH'nya, dia juga mendapat lirikan kanan kiri dari para wanita. Yang awalnya hanya (katanya..) teman bisnis menjadi teman tidur..

Sekali dua kali hal tersebut dijalani dengan santai, prinsipnya, makan gado-gado diluar rumah saja, bungkus tidak perlu dibawa kerumah, Astaghfirulah.... Karena tidak pernah ketahuan sang istri, lama-lama dia menjadi ketagihan dengan cinta satu malam. Pada suatu ketika dia bertemu dengan wanita muda berusia 28 tahunan, berasal dari kalangan berada. Mereka awalnya hanya menjalani hubungan seks tanpa cinta. Tapi kelamaan si wanita merasa jenuh dengan hubungan tersebut dan ingin menaikkan level hubungannya dengan the necis man, yaitu menjadi hubungan dengan status. Tapi wanita itu bertepuk sebelah tangan, ternyata sebejad -bejadnya the necis man, tetap tidak mau menceraikan istrinya hanya untuk menikahi wanita itu, karena istri dan anak-anaknya tetap prioritas utama. Dia tetap menghormati istrinya yang telah mendampinginya selama 20 tahun masa pernikahan, dalam suka dan duka.

Merasa tidak ditanggapi, wanita muda itu memberanikan diri mendatangi kediaman the necis man, bertemu sang istri dan menceritakan tentang hubungannya, dengan detail. Tentu saja sang istri merasa kaget dan tidak menyangka dengan hal tersebut. Lelaki yang dia kira adalah imam keluarga yang soleh, setia, taat pada agama berani ternyata tega melakukan hal menjijikkan tersebut pada dirinya. Kepercayaan, rasa cinta dan rasa hormat sang istri kepada sang suami luntur seketika.. Dunia terasa kiamat, terasa runtuh.. Namun dengan kekuatan yang tersisa, dia berkata kepada wanita muda tersebut " lelaki yang kau ceritakan itu adalah bapak dari anak-anak saya, suami saya selama 20 tahun dan selama 20 tahun pernikahan kami tidak pernah mengalami gejolak pertengkaran hebat, saya sangat mencintai dan menghormati suami saya dan dia adalah imam keluarga ini. Tapi jika kamu benar membutuhkan lelaki ini sebagai imam untuk dirimu dan kamu tidak akan menyia-nyiakannya, saya akan meminta cerai darinya dan merelakan dirinya untuk dirimu.."

Setelah puas dengan jawaban sang istri, wanita muda itu pergi dengan rasa kemenangan, rasa kemenangan telah merebut sang imam keluarga itu.. Dan sang istri hanya terpaku sambil menatap kepergian wanita muda itu. Hatinya remuk redam, shock, sakit hati, kecewa, sedih, tidak mengira semua itu terjadi pada dirinya. Dia langsung menuju kamar, membereskan pakaian dan memasukkan ke dalam kopor pakaian. Dia juga sempat menuliskan pesan di sehelai kertas dan menempelkannya di cermin rias kamarnya, yang isinya :

" Pah, mama memang bukan wanita cantik karena mama bukan model, bukan wanita yang berpendidikan tinggi dan bisa menghasilkan uang karena mama bukan wanita karief, mama hanya seorang ibu rumah tangga biasa.. Mama hanya punya cinta dan perhatian untuk papa dan anak-anak lewat tangan dan kaki yang mama baktikan untuk keluarga ini.. Jika mama belum bisa memuaskan papa, belum bisa melayani papa dengan baik, mohon maaf.. Mama punya banyak kekurangan, salah satunya mama belum punya rasa ikhlas untuk menerima ini semua. Anak-anak sudah besar dan insya Allah bisa memilih jalan terbaik untuk mereka, karena mama sudah memberi bekal untuk mereka bahwa mereka lahir sendirian, pulang sendirian, jadi mereka tidak akan takut dengan hal macam ini, insya Allah. Mungkin ini jalan terbaik.. Mama akan pulang kerumah yakung dan yangti. Insya Allah mama mendapat hidayah dari Allah dan berani menghadapi ini semua.. "
Love, mama.....

Setelah itu, sang istri meninggalkan rumahnya. Dia mengendarai mobilnya dengan hati galau dan gamang. Di tengah perjalanan sang istri mendapat kecelakaan dan meninggal seketika. Ironisnya, saat kejadian itu terjadi, sang suami, the necis man juga sedang bergumul dengan wanita muda lainnya di kamar hotel pinggir kota..

Ternyata the necis man yang dikenal tegar, kuat dan gigih tidak kuat juga menahan gejolak emosi dan gejolak penyesalan di dalam dirinya. 1 tahun setelah kepergian istrinya hanya dihabiskan di dalam rumah, kegiatannya hanya termenung sendirian di balkon atas rumahnya, kadang sambil menangis, kadang tertawa.. Pikirannya kosong, entah bisa normal kembali atau tidak. Dia menerima azab dari Allah, "siapa yang mendzalimi istrinya atau menyia-nyiakannya, berarti ia telah berbuat dosa dan kesalahan hingga akan diajukan ke meja pengadilan Allah SWT.. Naudzubillah..

Ironis.. Padahal jika saja the necis man dapat mengendalikan segala hawa nafsunya sebagaimana terkutip dalam surah an-nur: 30-31 .. "katakanlah kepada laki-laki beriman, hendaklah mereka menahan pandangannya dan memelihara kemaluannya. Yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang mereka perbuat. Katakanlah kepada wanita yang beriman, hendaklah mereka menahan pandangan mereka dan memelihara kemaluan mereka, serta janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) tampak dari mereka. Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dada mereka,......"

Setelah bercerita tentang adiknya si the necis man, wanita tersebut pamit pulang sambil berkata pelan kepada "itulah hidup dik, kadang diatas kadang dibawah, yang diatas pun ternyata mendapat cobaan yang lebih dari Allah, tergantung pada manusianya, sanggupkah ia menjaga titipan dari Allah atau tidak. Ternyata adikku tidak bisa dan sekarang ia sedang menerima azab dari Allah atas perbuatannya.."
Ya Allah, sedemikian hebatkah rayuan setan hingga bisa membuat mahligai pernikahan hancur lebur..?


Wassallam..

0 komentar:

Post a Comment