Breaking News

15 February, 2012

Teruntuk Sahabat


 
Teman, terlebih sahabat adalah berkah dalam kehidupan seseorang. Tidak seperti hubungan percintaan, persahabatan tidak dibumbui drama perselingkuhan. Tidak terbentur dinding kejenuhan. Tak terikat waktu dan tempat. Sebuah hubungan istimewa tanpa harus ada ikrar.

Semua hubungan berawal dari pertemuan dan kebersamaan. Demikian halnya dengan sebuah persahabatan.

Seorang sahabat saya kenal hampir sepuluh tahun yang lalu. Hanya setahun waktu kebersamaan kami. Namun setahun cukup membuat kami merasa dekat bagai saudara. Sampai sekarang hubungan itu terus terbina. Kami jarang sekali kontak. Tahun 2002 adalah kali erakhir kami bertemu muka. Kami berbeda kota dengan jarak tempuh yang teramat jauh. Bila dihitung rata-rata, hanya 4-5 kali dalam setahun kami berhubungan lewat perbincangan panjang di telepon genggam.

Pertanyaan standar namun penuh kesungguhan selalu memulai percakapan kami; sehatkah? sedang apa? ada yang ingin diceritkan kah? sedang sedih atau bahagiakah? setelah itu mengalirlah obrolan yang berujung pada kerinduan akan sebuah perjumpaan.


Kami sama. Kami tidak akan mengorek cerita. Kami yakin masing-masing dari kami akan bercerita ketika memang saatnya. Sebuah bentuk penghargaan dan  kepercayaan akan kualitas masing-masing dari kami.

Beberapa hari yang lalu sahabat jauh tersebut menelepon. Ketika sampai pada pertanyaan "Adakah yang ingin diceritakan?" kemudian  kisah itu mengalir deras. Mendengar ceritanya saya hanya beristighfar. Berat sekali cobaan yang harus dihadapinya. Selama lebih dari 8 tahun cobaan itu sahabat jalani. Tak sekalipun terdengar keluh. Hingga kemarin, saat cobaan itu tak kuasa lagi ditanggung seorang diri.

Hanya telinga dan doa yang saya sanggup berikan untuknya.


Kali berikut telepon berdering sahabat mengatakan jika dia sudah baikan. Hatinya telah berdamai dengan keadaan bahwa 4jji lah (memang) Maha Tahu apa yang terbaik bagi hambaNya.

Alhamdulillaah saya ucapkan bagi sahabat. Dan bagi diri sendiri. Sebuah keberkahan memilki seorang sahabat yang dekat dengan Tuhannya saat keadaan semakin sulit dan seolah menjauhkannya dari banyak kebaikan. Seseorang yang mampu mengambil hikmah dan berkah dari kejadian paling menyakitkan sekalipun. Seseorang yang berprasangka baik terhadap Tuhannya. Seorang sahabat dimana  saya dapat  belajar  banyak tentang kualitas-kualitas terbaik seorang manusia.

Perbincangan kali itu kami tutup dengan janji akan sebuah perjumpaan. Berikut janji bahwa kami akan saling mengingatkan; 

Bahwa ada lebih banyak jalan dalam sebuah ujian
Ada  berlipat keberkahan dalam sebuah kesulitan
Ada limpahan kasih sayang Tuhan dalam sebuah cobaan
Bahwa ada sahabat yang senantiasa mendengarkan dan mendoakan
saat kesendirian membuat ujian menjadi tak tertahankan.

Sahabat, kehidupan dengan segala kesenangan dan kesulitan didalamnya,  dengan ataupun tanpa perjumpaan, semoga kita dapat senantiasa mendekatkan diri pada kebaikan.

Amin.

"Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya menta'ati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran."

 (QS. Al 'Ashr 103:1-3)

0 komentar:

Post a Comment