Breaking News

15 February, 2012

· TAK MINDER DENGAN KEKURANG PADA DIRINYA


Tak menyangka semua orang jika menatap wajahnya yang ada suatu keganjilan pada dirinya, seorang yang punya kekurangan atau cacat pada dirinya. Ia mampu memompa dirinya hingga menjadi manusia yang berguna. Mungkin jika kalian merasakanya, tentunya terasa lah pusing 7 keliling.

Semisal seorang yang patah kakinya mampu mengendarai mobil dengan satu kaki, seorang tanpa tangan mampu memandikan dan menggantikan popok si buah hatinya, bagai mana kisah seorang yang tak punya pendengaran yang lengkap...yang mereka bisa lulus ujian negara, dengan tes lesan, padahal ada komunikasi yang harus dijawab secara benar dan tepat, itulah suatu anugra yang tak bisa orang lain merasakannya.
Ketika suatu hari, pastilah merasakan sesuatu yang betul-betul sangat sulit dikerjakan, semuanya dilaluinya dengan penuh kesabaran dan ketlatenan untuk menyimak dan melihat mimik siapa yang diajak berkomunikasi. Ada sebuah anugrah yang paling berharga...yaitu sebuah prasaan yang sangat halus, mereka dapat merasakan apa yang sahabat atau orang yang membicarakan dia dibelakang.

Ketika mengikuti ujian negara, dia merasakan seakan jantungnya copot dan meledak sekujur badanya, karena merasakan dan membanyangkan bagaimana dia berkomunikasi secara 4 mata.
dia tak menjadikan cacat pendengarannya sebagai senjata untuk menjawab semua pertanyaan dengan bantuan Hidayah dari sang Robbi, semuanya selalu menyisakan Cahaya untuk melangkah dengan pridikat yang memuaskan.

Kini dia tak mau orang yang kalah pada nasib, menurut dia, karena hidup adalah permainan, dan sementara, dan dia tak mau menjungkalkan kelemahan  jiwanya jauh-jauh kedasar jurang. Dia ingin sebagai pemenang yang menarik semua orang.

Semangat hidupnya tak mau surut dari kemaunya, dia berusaha belajar dan memahami apa yang ada disekelinglingnya.

dalam kekurang pendengarannya dia mampu menjadi penjahit dan wira usaha serta ingin lagi melangkah sebagai penulis yang profisional...he he hebat amat bukan?
oh, belum sempat masuk ke grup rehabilitasi orang cacat memang, dia belajar dengan mandiri.

alhamdulillah tak ada suatu hinaan pada orang disekelingnya...ya nggak tau jua deh...adakah ada didalam hatinya. " eh...kok shuudon"

ya keterbatasa pendengaran tak menghalangi semua langkahnya, ingin lebih maju tak mau kalah dengan orang yang normal deh...

Allahu Akbar...semoga Allah selalu bersamanya dan hidaya serta cahayaNya selalu mengiringi langkahnya. Menjadi orang yang sukses dunia dan akhirat..

0 komentar:

Post a Comment