Breaking News

15 February, 2012

Tak Ada Yang Boleh dianggap Remeh!!





Dulu aku pernah kesel bin sebel oleh ulah beberapa pramuniaga disebuah toko buku, yang membuntutiku karena menganggap aku mau mengutil di toko mereka. Cuma gara2 aku pake jilbab lebar n pake jaket motor, sengaja, jaket tak kulepas, karena aku hanya mencari kartu ucapan di toko buku tersebut. (sangat keterlaluan!!!!! Emangnya aku ada tampang pengutil apa!!) saat aku sadar dibuntuti, tuh pramuniaga pura2 cuek, lalu kudengar pramuniaga perempuan yang agak menor berteriak ketus “biarin aja…ntar juga ketangkep cctv. (jiaaahhh)”

Humm…jadi inget penelitian dikampus dulu, aku dan kelompok meneliti hubungan antara penerimaan diri (interpersonal) dengan performance. Penelitian dilakukan di 3 Mall yang berbeda, dengan subjek seorang yang ganteng  bin keren. Didandani dengan 3 gaya berpakaian.
1)pakaian gaul,
2) pakaian lusuh..jeans robek2, kaos belel dan rambut acak2an,
3) pakaian kantoran.

Kesimpulannya adalah, si subjek yang ganteng ini..paling banyak mendapatkan kenalan cewe saat ia sedang mengenakan pakaian kantoran..lalu berturut-turut pakaian gaul..dan jreng…. jreng… ternyata dengan mengenakan pakaian lusuh, ga ada satu cewe pun yang mau diajak kenalan (hahahahahahahah tampang keren nan ganteng temenku ini ga dianggep sama para cewe yang hobby mejeng di mall). Eniwei, penelitian yang jauh dari kata sempurna ini, tak cukup menyadarkan diriku untuk selalu memperhatikan penampilan..(so..wajar kali ya..aku disangka pengutil di toko buku,)

Dulu juga saat dosenku berkata, “udahlah kamu ga akan bisa nulis skripsi dengan judul seperti itu, itu judul susah, ga banyak senior kamu yang berhasil lulus cepet dengan tema itu, dibilangin ko ngeyel…kamu ga akan sanggup!!”
Lantas aku menangis…nangis karena dianggap ga mampu..mengerjakannya..
Mesq kemudian aku lulus dengan nilai yang baik dengan tema yang ga jauh dari yang aku ambil sebelumnya..


Dulu saat dipindah keHR division, aku dah under estimate sama penghuni2 yang ada di div itu..kaku, ga bisa diajak becanda, kerjanya sok serius…padahal di div itulah justru aku lebih banyak mendapatkan ilmu dan pengalaman berharga..
Saat pindah ke HR division, atasanku pak andry pun sempet ragu..apa iya anak ini kelak ga akan jadi trouble maker?? Melihat gayaku yang blak2an, tukang protes, beliau under estimate jika aku mampu mengikuti culture n irama kerja di HR div. O la la…betapa menyedihkannya diriku saat itu…
Aku juga pernah menyangsikan kemampuan dan potensi diriku..saat atasanku di kantor lebih memilih mendengarkan interpretasi dari konsultan psikolog dibandingkan dengan aku, staffnya yang jelas2 lulusan psikologi (masih sarjana si…) ..ya iyalaahhhh…itu dulu, waktu aku masih baru banget nyemplung ke dunia HR, sekarang saat dipikir buat apa sedih…dan menyangsikan kemampuan serta potensi diri???

Kadang memang kita harus memahami segala hal dari 2 sisi. kadang kita terlalu sok yakin bisa menginterpretasikan seseorang dari penampilannya, dari pakaian yang dia kenakan, dari wajahnya, dari air mukanya, padahal begitu banyak orang2 baik yang justru kebaikannya bertolak belakang dengan penampilannya…..padahal begitu banyak orang berbudi, yang tampangnya gahar..padahal begitu banyak orang dengan taste kemanusiaan yang tinggi meskipun bukan seorang dokter, padahal begitu banyak orang yang tubuhnya kurang sempurna tapi kerjanya hebat....padahal…padahal…….

Ahh…jadi inget jabatan hangat dari seorang saudariku beberapa tahun yang lalu. Saat dia  berucap sederhana padaku,
“mba..terimakasih ya, baru kali ini saya merasa sangat nyaman saat  proses interview,  saya bisa jadi saya sendiri, dan mba sama sekali tidak menghiraukan kekurangan saya..saya betul-betul  nothing to loose. Jika tidak diterima pun, saya telah merasa beruntung diinterview oleh mba, jika saya diterima, saya akan bekerja sebaik mungkin..”

Subhanallah…kata2 itu meluncur dari seorang akhwat lulusan IT, dengan wajah dan performance begitu sederhana, optimis dan gesit..meski punya kekurangan, kakinya tak normal, mengidap polio sejak kecil, sehingga harus selalu diseret ketika berjalan.
Hummm…..seharusnya memang ga ada yang boleh dianggap remeh, meskipun mahluk sekecil nyamuk, kita memang bukan siapa-siapa dan bukan apa-apa. Sangat mungkin sekali, orang2 yang kita remehkan, yang kita rendahkan, yang kita anggap kemampuannya jauh dibawah kita, yang kita anggap kekanakkan dalam berpikir, yang kita anggap tak cantik dan tak ganteng, bisa jadi adalah orang-orang yang lebih ikhlas dibanding kita, bisa jadi adalah orang yang memiliki potensi berkilau dibanding kita, lebih bersih hatinya, lebih khusyu dalam setiap ruku dan sujudnya, lebih menghamba padaNya, lebih..dan lebih…

Moga istighfar terlafadzkan atas perasaan remeh yang melintas halus, saat mempertanyakan kemampuan diri atau kemampuan orang lain.

Mohon maaf bagi yang tak berkenan 

BinJay City
25 Oktober 2011 (Editan artikel lama diblog)




0 komentar:

Post a Comment