Breaking News

17 February, 2012

surat cinta untuk ayah dan bunda yang hebat!!!


 By Neno Nano Nano  

Tulisan ini dibuat oleh seorang ibu muda yang tidak banyak tahu, tapi selalu ingin tahu dan belajar...tulisan ini dibuat sebagai media pembelajaran bagi saya pribadi dan media sharing bagi para orang tua yang memiliki anak-anak yang luar biasa dengan segala potensi yang dimilikinya...

Semua orang tua pasti menginginkan anak-anaknya mandiri dan tidak bergantung pada orang lain. Memiliki anak-anak yang mampu melakukan banyak hal merupakan dambaan dan kebanggan bagi orang tua manapun. Tetapi, semua itu perlu dipersiapkan sedini mungkini, "mulai dari hal-hal kecil dan mudah dilakukan bagi anak-anak kita".

Menumbuhkan kemandirian pada anak-anak merupakan kasih sayang yang konkrit, yang kelak sangat dibutuhkan oleh anak kita dan merupakan warisan berharga yang perlu dipersiapkan sedini mungkin oleh para orang tua yang ingin memiliki anak yang jiwanya kuat, yang tidak bergantung pada orang lain.yang selalu siap jika suatu saat ajal menjemput ayah dan bundanya, mereka tak meraung-raung, mereka tak kehilangan arah, karena mereka telah memiliki banyak skill dalam hidup mereka.

"Setiap anak memiliki potensi kebaikan yang baru bisa berkembang jika memperoleh kepercayaan". Sejak lahir anak-anak kita telah dianugerahi milyaran sel-sel neuron yang akan terus bersambung jika kita, para orang tua sadar dan mengerti cara menstimulasinya.

Pada dasarnya, anak kita memiliki banyak keinginan untuk mengembangkan dirinya sejak dia dilahirkan, mulai dari proses tumbuh kembangnya, terlentang,tengkurap,merangkak,duduk,berjalan kemudian berlari dst.tetapi, banyak orang tua yang justru menghapus, bahkan mematikan potensi kemandirian anak-anaknya. karena rasa cinta yang luar biasa terhadap anak tanpa dibarengi dengan ilmu pengasuhan yang cukup. para orang tua berlelah-lelah menyediakan, memenuhi,membantu, apa-apa yang dibutuhkan oleh anak, bahkan tanpa diminta olehnya. saat anak sudah mampu memakai baju sendiri, para orang tua atau pembantu malah melarang mereka dengan alasan ribet karena sang anak memakan waktu yang lama saat mengaitkan satu kancing baju saja.saat anak-anak tertarik untuk membantu ibunya untuk mencucikan piring, banyak dari para ibu yang lebih memilih melarangnya dengan alasan takut masuk angin karena sambil main air, atau bahkan khawatir banyak piring yang pecah. sungguh sayang, jika kita termasuk dari orang tua seperti gambaran diatas.

Sedikit berbagi cerita dan pengalaman saya dengan proses saya dalam mendidik ke 3 anak saya yang masih usia dini (16 bulan, 7 dan 11 tahun). Saya selalu berfikir, bahwa anak-anak saya bukanlah seorang boneka yang tidak mampu melakukan apa-apa, bagi saya, mereka makhluk allah yang luar biasa yang mampu melakukan banyak hal jika saya mau memberikan kesempatan, mau mengarahkan dan menuntun. Tidak melulu membantu apalagi mendikte atau mengajarkan dengan cara-cara yang terkesan menggurui.saya berusaha untuk hati-hati untuk hal ini.

Wahai para ayah dan bunda yang hebat…!

“Mulailah dari hal-hal yang kecil dan mudah dilakukan oleh anak-anak kita”

Sejak usia kurang lebih 7 bulan (pengalaman saya), anak-anak memiliki keinginan yang sangat luar biasa untuk makan dan minum sendiri. Banyak orang tua yang tidak sadar bahwa ini merupakan kesempatan emas bagi para orang tua untuk memulai menumbuhkan kemandirian pada anak-anak.  Anak saya (dafina) sejak usia 7 bulan seringkali menolak untuk disuapi makan. Awalnya saya ragu, apakah bisa dimulai dari sekarang? kemudian,Saya mencoba memberikannya kesempatan pada dafina untuk memakan-makanannya sendiri. Bersusah-susah payah dia mengambil butiran-butiran nasi, memegang sendok dan memasukkan makanan kemulutnya. Tapi ternyata, semakin saya berikan kesempatan peluang dan kepercayaan, semakin terlatih skillnya. Yang awalnya untuk memasukkan sebutir nasi saja sulit, kini dia telah mahir menggunakan sendok dan memasukkan banyak makanan kemulutnya.sekarang, saya hanya tinggal menyediakannya makanan dan menemaninya bereksplorasi dengan makanannya…

Saya tak peduli dengan nasi yang berserakan dimulut,wajah,badan dan lantai. Saya tak hiraukan baju-baju yang terkena noda kotoran dari makanan. Karena noda-noda yang kotor itu bisa saya bersihkan, tidak lebih dari 3 menit. Tetapi,kesempatan emas takkan pernah saya lewatkan begitu saja. Kemandirian anak-anak merupakan raport biru bagi saya untuk terus memacu diri dalam menuntut ilmu untuk menjadi orang tua yang cerdas, dan hebat!!

jika dafina baru memulai, abangnya, ahmad syukri (7 tahun) sedang terus melatih kemandiriannya,sejak usia 2 tahun,  saat syukri merasa lapar, dengan mantapnya dia menuju dapur untuk mengambil piring dan sendok, untuk kemudian dia menuju dandang nasi dan meyendokkan nasi kepiringnya.diusia itu juga, saya mulai melatihnya untuk mengancingkan baju, memberikan kesempatan untuk memakai sendal sendiri, meski awalnya selalu terbalik, yang kanan dipakaikan kekaki kirinya. bahkan diusia 3 tahun, ketika hujan turun, pelataran rumah menjadi basah, dengan wajah berseri-serinya melihat air yang tergenang, dia menyibak-nyibakkan kaki digenangan air tersebut, saat ia melihat sapu, dengan inisiatifnya, syukri mengambil sapu dan menyapukan genangan air dan mengarahkannya kelubang air hingga lama kelamaan air itu surut. bahkan yang lebih luar biasa dari potensi kemandirian syukri, kini ia tak lagi hanya sekedar mandiri, tapi juga dapat diandalkan, badannya yang besar, diusia 3 tahun, mampu mengangkat sekardus indomie goreng dan sekardus aqua gelas 240 ml saat membantu neneknya pulang berbelanja untuk stok barang diwarungnya.

lain dafina, lain syukri, lain lagi kecerdasan anak pertama kami, fitriai (11 tahun). diusianya sekarang, fitria telah memiliki tanggung jawab rutinitasnya, mencuci dan menggosok bajunya dan tak jarang baju syukri dimasukkan kedalam cuciannya. saya ibu dari 3 anak, tak memiliki khodimat yang dapat membantu  mengerjakan pekerjaan rumah tangga, bukan hanya karena anggaran yang terbatas, tapi karena pembelajaran kemandirian untuk saya dan anak-anak harus dimulai sedini mungkin, agar kami tak terbiasa menggantungkan diri pada pembantu, agar kami terbiasa mandiri.

semoga tulisan ini mampu mengajak para ibu untuk senantisa memberikan kesempatan pada anaknya, untuk terus mengembangkan potensi-potensi baik dalam diri mereka

Untukmu,para ayah-bunda dan calon-calon ayah bunda yang istimewa!!!

bagi teman-teman yang banyak memiliki pengalaman dalam pengasuhan dan parenting,mohon sharingnya ya...

0 komentar:

Post a Comment