Breaking News

06 February, 2012

S'moga abadi...


  sepuluh tahun yang lampau, ingatkah kau kita berdua dihadapkan pada suatu titik penentuan tentang apa yang kita pilih itu benar? satu hari dimana asa dan realita harus mampu diraih dan dijalani. satu hari dimana kita tak selayaknya dulu.
Sepuluh tahun yang lalu, kau menikahiku membuatku terikat oleh sebuah tali janji yang begitu mengikatku dan membuatku untuk selalu memenuhi komitmen yang sudah kuiyakan didepan penghulu. satu hari di sepuluh tahun yang lalu kau menjeratku, menghilangkan masa-masa riangku, masa-masa bebasku, masa-masa kuraih asa tanpa harus terbebani oleh satu komitmen.
Tapi semua itu harus kujalani bersamamu.....
Samakah pemikiranmu denganku?....
Tahun demi tahun kugigit sedikit demi sedikit bersamamu. Ternyata realita tak seindah mimpi-mimpiku tentang princes di negeri dongeng. Terlalu banyak aral melintang terbentang dihadapan kita. satu tahun pertma goncangan datang, empat tahun kemudian ujian kembali datang, lima tahun kemudian badai menghampiri perahu yang kita kayuh berdua untuk menuju satu titik di suatu benua cinta. Tak kuat rasanya diterpa ombak dan badai yang sedemikian dahsyatnya yang menghampiri kita, hatiku teriris, berharap kado annniversary yang terindah dan terbaik dari yang kucinta dan mencintaiku. Tapi apa yang kudapat gelombang itu datang menampar keras mukaku, mengombang-ambingkan hatiku yang sedikit lagi karam kalau saja sang Illahi tak memberi petunjuknya.
Kuraih sajadah...kugelar perhelatan doa memohon hidayahnya untuk memberikan pencerahan di otak dan hatiku. Dan hasilnya sungguh menakjubkan. kini aku bersamamu lagi, menggigit waktu sedikit demi sedikit, menit demi menit, jam demi jam  bersamamu, bercanda dengan anak-anak selepas kita lelah bekerja, mendidik dan membesarkan mereka. WaLaupun ada sedikit bekas badai yang menyayat dan selalu terngiang-ngiang di benakku.
S'moga semua ini adalah awal yang baik untuk menjadikan cinta kita lebih abadi menuju suatu dermaga di pulau terindah seperti mimpi-mimpiku tentang princes di negeri dongeng.

Jum'at 19 augst'2011


VZulaikha

Tak ada yang menyangka bahwa di balik  tubuh rentanya ,  Zulaikha  mendambakan dapat bertemu dengan  pembesar  istana yang bernama Yusuf.  Pertemuan yang tentu jauh berbeda dengan ketika ia pertamakali melihat pemuda tampan itu di rumahnya sendiri  yang bekerja sebagai pelayan suaminya.

 Betapa Yusuf yang penuh magnet pesona itu telah menjerat hatinya.  Dan ketika  rasa cinta tak lagi bisa dibendung ia menumpahkan begitu saja    saat suaminya tidak berada di rumah.  Tapi sayang, Yusuf  tak pernah menyambut dawai rindu yang selalu dipetiknya setiap saat. Malahan Zulaikha yang terkena amarah suaminya ketika baju belakang Yusuf yang robek mengatakan kejujuran bahwa Zulaikhalah  yang berhasrat.

 Maka  mulai saat itu Zulaikha berjalan menuruni lembah penderitaan. Hidup dalam keterbatasan materi, mata yang buta dan siksa cinta yang selalu membelenggu batin. Betapa menyakitkan hidup dalam harapan yang sama sekali tak bisa tersentuh,  walau sekedar dalam impian.

Kini setelah melewati masa sekian lama,  rasa rindu yang rapat rapat ia simpan itu mulai mencair, menjadi sebentuk permintaan maaf atas semua khilaf yang dulu pernah dilakukannya hingga hampir saja pemuda shaleh itu kehilangan kehormatan.

Dengan kekuatannya sebagai wanita yang berhati pualam ia meneguhkan niat untuk memasrahkan  segala harapan hanya padaNya.  Seiring dengan munajat yang dilantunkan setiap saat,  Allahpun  berkenan membukakan pintu rahasia cinta . ”Bakarlah aku dengan api cintaMu.  Jika tidak,  dunia akan menghanguskan dengan cintanya. Bakarlah aku dengan api rinduMu.  Jika tidak , dunia akan menghanguskanku  dengan api rindunya.”

Pada Yusuf, ia katakan , ”trimakasih atas kebaikan hati tuan.  Aku kini telah meletakkan rasa cintaku padamu dari hatiku,   karena Allah telah mengajarkanku bahwa cinta yang sebenarnya bukan padamu tetapi pada keagunganNya.  Semoga tuan berkenan memaafkan dan mendoakanku agar semakin tenang hatiku  dalam menjalani sisa hari hari.”

(Ini hanyalah cerita fiktif. Siapapun yang bernama Zulaikha atau Yusuf, jangan merasa tersanjung...hehe)

















0 komentar:

Post a Comment