Breaking News

17 February, 2012

Silaturahim Nasional (Silnas) IIDN ^_^


 By Dhia Nisa  

       Dulu tahun 1998 aku pernah mengikuti Silaturahim Nasional (Silnas) organisasi yang aku ikuti. Di sini berkumpul banyak teman dari seluruh wilayah Indonesia, yang selama ini interaksinya lewat internet. Subhanalloh pertemuan itu begitu indah. Masing-masing mencari dan bertanya siapa kenalan terdekat mereka di maya. Atau sekedar tahu nama, karena bekennya.

       “Mbaaa Deeeee!” seruku.

       “Ziaaah yaaa!” serunya.

       “Akhirnya kita bisa ketemu juga yaaa.” Cipika cipiki, berpelukan.

       “Maaf kamu Dian Palembang yaa?” tanyaku.

       “Iya betul. Siapa yah? Mmm… mba Ziah yaaa?” serunya.

       Aku mengangguk, jabat erat tak mau lepas pun tertancap, cipika cipiki, duduk berdampingan.

       “Mbaaa Ziaaaah” seru gadis cantik menyapaku dengan senyumnya yang khas dan lembut. Menjabatku dengan erat, cipika cipiki, berpelukan.

       “De Dini?” seruku meyakinkan diri. Ia menangguk pasti. Dini sahabat mayaku diluar organisasi tersebut. Dini dan rombongan KCMYQ sengaja menemuiku di tempat acara, saat istirahat.

       “Iniiii… pasti mba Justitia” seruku menjabat erat tangannya. Duuuhh… mbaku satu ini salah seorang yang aku rindukan. Kami duduk berdampingan di belakang teh Pipiet Senja saat itu. Teh Pipiet nan ramah, menyapa kami dengan serunya. Subhanalloh.
Itu sebagian dari pertemuan tatap muka seru yang pernah aku alami. Tak henti-hentinya hati ini bersyukur, bisa bertemu langsung dengan mereka yang selama ini hanya berinteraksi di maya.

       Kesempatan emas bisa melancong ke pusat untuk mengikuti kegiatan organisasi, bisa diselingi dengan bertemu teman-teman online juga. Sungguh amazing mengingat masa-masa itu. Pertemuan yang sungguh mengesankan.

                                                              ***

       Membayangkan Silnas tersebut, jadi terbayang bagaimana hebohnya jika aku bertemu dengan sahabat-sahabat IIDN yah? Ibu-ibu dan remaja putri semua pula. Tak hanya Indonesia, tapi sampai ke seluruh penjuru dunia.

       Silnas IIDN tentu punya tujuan, tak sekedar pertemuan para iboew-iboew yang tak ada jutrungannya. Bisa diisi dengan launching buku-buku IIDN, penyerahan pena emas bagi yang berprestasi. Penyerahan pena butut bagi yang suka gokil hehehe. Workshop penulisan. Motivasi dan motivator terkenal, baik itu motivasi kepenulisan maupun motivasi bisnis, dll. Hiburan musikalisasinya Pecanduhujan. Dagelan ketopraknya Archa Bella. Sampai ceramah penyejuk hatinya mbayu Mukti Amini. Pembahasan tentang parenting, dll dsb. Banyak hal yang bisa ditampilkan IIDN oleh anggotanya sendiri, tanpa harus membayar orang luar. Just… berbagi dengan sesama, tentu mengurangi beban pengeluaran penyelenggaran acara J.

       Beberapa jam sebelum memasuki pintu ruangan acara, sudah terdengar riuh tinggi (maaf bukan riuh rendah, secara yang ketemuan ibu-ibu semua hehehe). Suasana tak terkendali terjadi di luar ruangan. Masing-masing mencari dan mencermati wajah-wajah peserta. Siapa-siapa saja yang berinteraksi dengannya selama di maya. Siapa-siapa saja yang bikin ketawa-ketiwi, biang heboh, biang ngocol, si kalem, si melow, dll dsb.

       Di sana tumpah tawa dan air mata karena haru. Haru akhirnya bisa bertatap muka, jabat tangan, cipika-cipiki, serta berpelukan. Silaturahim yang erat dan hangat. Ruangan jadi penuh dengan aroma cinta dan kasih sayang. Ssssttt… ada juga yang memilih mojok dengan sahabat mayanya. Maklum sajalah baru pertama kali bertemu.

       Tahu tidak siapa orang yang pertama kali ingin aku temui kalau Silnas IIDN? Orang yang selama ini nyusahin aku terus, yang dengan tidak sopannya merintah ini dan itu, tapi aku suka. Yang 24 jam selalu bersedia aku gangguin dengan sms-smsku. Hayooo ngacung siapa yang ‘menganiaya’ aku selama ini dengan cintanya? Hehehe….  Mak Harlis, kaulah orangnya. Orang yang pertama kali akan aku cari di tengah kerumunan ibu-ibu dan adik-adik remaja putri. Akan kuculik dirimu, menjauh dari kerumuman :D

       Selanjutnya aku akan cari biang kerusuhan di IIDN selama ini. Mereka yang menyeretku ke dalam Ketoprak. Mbayuku: Sri Widiastuti, Mukti Amini, Archa Bella, Venus Pecandurindu, Atiek Pujiastuti, Rachmi, adekku Tarmots, Padahal aku kan Banjar Samarinda asli. Berada di tengah ibu-ibu dan remaja putri yang notabene dengan asyiknya ber-Jawa ria dihadapanku. Aku pasti akan membutuhkan lap keringat yang banyak, habis ora mudeng dengan bahasa planet itu hehehe… tapi aku suka berada di tengah-tengah mereka. Ada sedih, ada tawa. Lengkap.  

       Wait… wait… wait… ntar ada yang cemburu namanya tak disenggol, seseorang yang jauh dari Siantar Medan, yang sedang meratapi nasibnya terdampat di Madina. Kemarin daku pikir Madina itu di LN. Asyik dong deket dengan Ka’bah, pikirku. Ealah tak tahunya, Madina itu Mandailing Natal. Hehehe… peluk Ryva Nova :).

       O… o… tunggu, belum selesai, aku akan menjabat kalian dengan eratnya satu persatu, memastikan bahwa kalian meskipun belum aku kenal, telah mengkhiasi rumah IIDN kita dengan sama ingin belajar, sama ingin maju, sama ingin jadi penulis, sama ingin meninggalkan jejak sebentuk buku.

*Mari ikut berkhayal denganku, agar satu saat SILNAS IIDN bisa terjadi dan terlaksana. Karena kenyataan berawal dari khayalan yang kuat ^_*.

*Mohon maaf bagi nama yang belum tersenggol, mari senggolkan diri di komen notes ini. Kita jalin silaturahim yang indah, seindah pelangi.

KHAYALAN TINGKAT TINGGI DARI BALIK BORNEO TIMUR. (maaf yooo man-teman numpang ngayal, kaya Lygia yang mendadak jadi kaya, bisa keliling Eropa :) *Pelampiasan setelah lama vakum nulis hehehe



0 komentar:

Post a Comment