Breaking News

15 February, 2012

SI Gembala Sapi


 
Dia       : “Berhenti deh ngejar-ngejar Zaid. Elo kan udah tua, dia baru 22 tahun, harusnya elo yang ngalah.”

Jujur, kalimat ini sungguh menohok saya dan bikin saya garuk-garuk kepala. Lah, Zaid ini sapi atau manusia, kok harus dikejar-kejar begitu?  Trus, saya ini rebutan mainan apa sama si Zaid sampai-sampai saya harus ngalah? And the worst thing of all is she said that I am OLD. What the hell???
Ini pelecehan kelas berat.
Dosa dan amal kebajikan segera di timbang.
Kiamat di depan mata.

Pertanyaan paling mendasar dari semua persoalan ini adalah, jenis sapi apakah Zaid ini? Sapi waghyukah? Sapi Switzerlandkah? Sapi Brahmakah? Sapi Bali? Sapi Jawa? SAPI APA, APA???
Well, mau engga mau saya harus klarifikasi di sini. Bahwa Zaid adalah seekor sapi asal Bhopal, India, yang suka pake kaca mata, narsis, dan demen banget ama Enrique Iglesias. Yang bokap ama abangnya tinggal di Arab, punya dua kakak perempuan, pemalas, dan emaknya punya hobi ngomel. Mantap.

Alkisah, dulu saya dan Zaid sempat berteman. Zaid ini adalah sapi unyu-unyu alias sapi ABG yang gampang ngambek kalau saya telat ngasih sesajen. Zaid adalah sapi paling tidak toleran di spesiesnya. Pernah, suatu hari, saya sedang kebelet pup. Karena saya engga kepengen pup sembarangan, akhirnya saya terpaksa meninggalkan sesajen untuk Zaid dan berlari menuju sungai terdekat.

Tidaaak! Ternyata saya sembelit akut! Ritual pup di pagi hari yang selayaknya memakan tempo yang sesingkat-singkatnya itu menjadi lama. Ketika kembali, Zaid sudah melengos dan membelakangi saya. Saya terhenyak mendapati Zaid seperti ini. Perasaan saya seperti tercabik-cabik. Saya malu dengan diri saya sendiri. Dan tepat ketika saya hendak melakukan hara-kiri, Zaid sudah menjilati saya dengan lidahnya yang, *busyeeet*, seperti handuk yang empat tahun ga dicuci.

Berbeda dengan sapi-sapi pada umumnya, Zaid adalah sapi yang lumayan cakep di kelasnya. Penampilannya rapi dan selalu malas pakai baju. Ya, iya laaah, kalau ada sapi yang mau pake baju, Sapi’i namanya. Lah kalau sapi yang bisa untuk mewarnai ya sapidol. Sapi yang bisa untuk internetan tapi koneksinya ancur? Sapidot! Kalau sapi yang suka dugem apa namanya? Sapi yang… Jiaah, kok malah main tebak-tebakan sih??

Ngomongin soal koneksi internet, saya dan Zaid juga punya pengalaman yang memalukan. Suatu hari, di siang hari yang cerah dengan riangnya saya mengembala si Zaid di tengah lapang. Tak lupa saya membawa lap top pinjaman dari tetangga sebelah biar terlihat gaul. Gembala sapi yang gaul. Keren kan?

Satu menit, dua menit, tiga menit…hingga puluhan menit berlalu tapi koneksi internet tak juga tersambung. Provider sialan, kutuk saya dalam hati*. Tapi saya tak juga menyerah, sementara Zaid dengan antengnya merayu sapi betina asal Sukabumi, saya masih berjuang mencari sinyal.
Arrgghh, ternyata provider yang saya pakai memang parah! Ini bukan pertama kalinya saya mengalami seperti ini. Tempo hari, ketika saya sedang ingin meng-up-load video tentang “Bagaimana mengawinkan sapi Bhopal dengan sapi Sukabumi dengan cara mudah”, jaringannya nyungsep. Habis sudah kesabaran saya! Saya mencabut modem saya, membantingnya ke semak belukar dan berkata, “Elo…gue, END! SAPIDOT!!”

Tiba-tiba sesuatu di luar nalar terjadi! Mendengar kata “sapi” keluar dari mulut saya, Zaid langsung berereksi! Ups! Salah! Maksudnya berreaksi, Zaid menghampiri saya dan menampar saya dengan ekornya dan berlari meninggalkan saya yang terbengong-bengong. What’s wrong???
Seharian Zaid ngambek dan memutuskan untuk menghindari saya. Saya sempet ketar ketir juga, tanpa Zaid apalah arti seorang gembala sapi, beib?? NOTHING!! Saya tengok ke luar, Zaid sedang asyik bermain peran dengan si sapi asal Sukabumi.
Sapintia : “Kamu ganteng, deh…”
Zaid : ….. *senyum2 sambil malu-malu khas sapi
Sapintia : “Kalau ganteng gitu, kamu bisa jadi aktor loooh.” *mengedip-kedipkan mata dengan manja
Zaid : “Masa sih? Kira-kira judulnya apa ya?”
Sapintia : “Hhmmm….”

Sapintia berpikir keras karena keterbatasan otaknya yang cukup lemah sambil memutar-mutarkan ekornya. Zaid yang tak sabaran sudah mencolek Sapintia dengan kasar.
Zaid : “Answer it quick, please.”
Sapintia : “Hhhmmm…”
Zaid : “Don’t have time? Oke, bye.”
Sapintia : “No, no, no! Tunggu, aku sudah dapat judulnya. Gimana kalau The Prince Lazy Found The Girl???”   *mata Sapintia semakin bersinar-sinar seperti lampu Om Pilip ratusan watt. Zaid yang silau langsung memakai kacamatanya. Sapintia semakin terangsang…

Saya yang mencuri dengar pembicaraan mereka ngakak sampai-sampai engga sadar kalau rumah tetangga kemalingan. Judul film apa’an tuh? Ga jelas banget. Tapi, tapi, tapiiii… Zaid rupanya tergoda juga. Duh! Saya meringis dalam hati. Apa ya yang harus saya lakukan untuk merebut Zaid kembali?? Tolong saya….


*SERIUS*
Jawaban tergokil bakalan dapat 1 eks EMAK GOKIL plus tanda tangan (saya tentunya karena Zaid ga bisa tanda tangan) untuk satu orang pemenang, sampai jam 2 siang ini. :D