Breaking News

17 February, 2012

SEPERTINYA



 By Lygia Pecanduhujan  

(Sekedar coretan dini hari)


Sepertinya, sampai di sinilah mimpi dan harapan tentangmu kutautkan pada labirin sepi hati | Selayak kisah yang akan terus kusimpan dan terjaga senantiasa dalam setiap doa yang kurapal pada malam-malam kelam | Tentangmu, tentang lelaki yang mendatangi hujan ketika justru setiap orang menjauhi | Tentang cinta yang tak menawarkan indah namun memberikan kepingan cerita nyata |


Sepertinya, hingga saat inilah lelah hati kucoba bagikan padamu | Selebihnya biarlah kusimpan sendiri | Agar kelak tak perlu kupersalahkan engkau ketika jalan hidup menuntun kita ke arah yang berbeda | Dan tak pula kusesali mengapa rindu tak lagi tertambat pada satu hati, hatiku | Meski sesungguhnya di relung terdalam nyeri itu senantiasa ada | Menambah luka kian menganga entah karena siapa |


Sepertinya, meski cinta itu (katanya) tetap ada namun kurasakan kian samar | tertimbun deru mesin kapal yang bersandar di dermaga | terjebak dalam kemacetan jalan raya | dan tersalip suara-suara lantang pengamen bis kota yang senantiasa setia menemani perjalananmu | Hingga tak mampu lagi kutangkap sinyalnya | Tak mampu lagi kudengar lirih bisikannya |


Sepertinya, tak ada lagi hal yang mampu kulakukan | untuk meredam setiap tangis  tak terencana yang selalu saja mengalir acapkali mengingatmu | mengharap ringtone lagu favoritku terdengar setiap hari menandakan telepon masuk darimu | namun telepon genggamku nyaris setiap waktu membisu | pesan-pesan singkat yang terabaikan | bahkan untaian kalimat rahasia yang kucoba sampaikan lewat jejaring dunia maya nyaris tak tertangkap maknanya olehmu | yang kian sibuk mengejar duniamu yang tak terjajari oleh langkahku |


Sepertinya, kamu tetap menjadi lelaki yang kukenal dahulu | bertahun-tahun lalu ketika hidupku tak serumit ini | ketika dengan malu-malu kita saling berkenalan dan menyebut nama | mencoba mengeja segala rasa yang membuncah lewat sorotan mata | saling menyapa di dunia maya | mencoba berjumpa lewat pengertian-pengertian tak terhingga | namun kali ini ada yang berbeda | cinta menyeruak hadir tanpa rencana |


Sepertinya, segala usahaku untuk mempertahankan rasa harus kucukupkan sampai di sini | melihatmu yang sepertinya membungkam diri tanpa pernah peduli lagi | menoreh perih tak terselami | mencoba mengerti waktu yang tak lagi memahami kehendak hati |  lelahku tak tertandingi bahkan olehmu yang membisu sendiri |


Sepertinya, perjalanan panjang di depan sana harus kutapaki sendirian | menikmati hujan dan purnama di gelap malam hanya ditemani secangkir coklat panas yang kureguk dalam diam | sambil mengingat namamu dan wajahmu yang teduh | merenungi segala hal yang pernah kita bagi bersama | setiap jengkal waktu serta tawa yang kuhabiskan denganmu | juga, tangis yang senantiasa menemani malam-malam panjangku | Namun kuharap tak akan kusesali hari-hari panjang di depan yang kususuri tanpamu | Meski cinta ini pernah dan akan terus ada | hingga kuharap kelak kau akan sadari keberadaanku dan kau selalu tahu dimana harus mencariku |


| Sepertinya, aku akan selalu ada di sini | menantimu dalam sunyi | menggantungkan rindu pada malam-malam tak bertepi | tanpa perlu kau ketahui hingga nanti |



Catatan Neng Hujan (CeuNaH), Agustus 2011
06.14 WIB 

0 komentar:

Post a Comment