Breaking News

09 February, 2012

SELANGKAH MENINGKATKAN PROFISIKU DI BIDANG KETRAMPIALAn




Dengan berkat sang bunda mendidik dan mengajari daku sebagai wanita yang tangguh serta mandiri,kesabaran dan ketlatenan selalu  menempel di diriku,sehingga aku berhasil menjadi wanita yang tangguh dan kreaktif.
Kesibukan bundaku berkerja sebagai  penjahit,yang banyak pelangganya,hingga banyaknya kain kain yang berlipat didalam lemari.mataku pun melotot melihat kain-kain yang tertumpuk rapi. Dengan itu aku punya niat tuk melihat setiap bunda mulai menjahit di mesin jahitnya. Dengan sabar aku duduk di samping bundaku. Tentunya aku tidak mau diam menemani bundaku menjahit, tangan jemari jemariku mulai usil memengang kain jahitan bunda. Dengan bunyi sreeeeeeeeeeet, tanganku tertindas sepatu mesin jahit, darahpun bercucuran keluar, jarum mesin menembus jariku... duh duh “sakit bundaaaaaaaaaaaaaaaa”kataku. Bundapun mulai kebinggungan, ditariknya jari ku yang menusuk di jarum... lantas secepat kilat diambilnya minyak gas, jari ku yang kena jarum tadi di siram sama minyak gas... periiiiiiiiiiih rasanya. Maklumlah dikampung jauh dari obat-obatan yang kaya di apotik.
Walaupun jari telah tertindas mesin jahit, tak merasa kapok tuk melihat bunda menjahit, justru dengan itu semangatku bertambah ingin bisa menjahit. Dengan diam-diam aku membeli kain untuk seragam sekolahku yang berwarna putih. Esok harinya ku gelar kain itu di lantai ruang tv....Akupun kepregok bunda,kata bunda ‘’ untuk apa kain ini  ‘’?aku merasa binggung tuk menjawabnya...dengan rasa takut aku menjawab...”bunda ini untuk belajar menjahit”...bundapun balik bertanya....”memangnya kamu sudah memotong kainnya?”akupun menyahuti pertanyaan bunda...”insya Allah! bisa bunda!”...bunda pun pergi meninggalkan saya sendiri....lega hatiku pada waktu itu. Dengan nekat ku memolai dengan “Bismillah” aku gerakkan meteran di atas kain putihku...satu dua dan selesai mengukurnya. Guntingpun ku ayunkan...”kres kres” bunyi suara guntingan kain putihku...legalah perasaanku sudah selesai memotong kain, esok harinya aku baru mulai menjahitnya,sehari jadilah rok seragamku yang unik dan bagus. Ternyata ku pakai kesekolah,teman teman pada bertanya, “eh rokmu kok bagus ya?jahit di mana?” ku jawablah pertanyaan itu dengan lantang dan bangga hatiku...”ya.. menjahit sendirilah...”teman temanku pada kaget...”ia kah ?”kata temanku, lalu kujawab “bener!..”, ku lanjutkan bertanya pada teman temanku...”memangnya kamu mau jaet kaya gini kah?” temanku pun menyahut “betul betul”, akupun balik bertanya ”kamu mau aku jahitkan?” temanku menjawab “oky besok beli kain ya!”wah hatiku jadi girang setelah datang dari sekolah ,aku bercerita sama bundaku,,,,ternyata bundaku malah menertawakan diriku...akupun jadi malu malu...memangnya kamu dah ahli menjahit nya kok berani nerimah jaetan temanmu....?kata bunda...kujawab..bismillah bunda...sejak itulah aku mulai sebagai profesi penjaet di kampungku.
Semenjak aku duduk di bangku SMP sampai di SMA profesi sebagai penjait mulai terkenal,hingga satu lemaripun full jika dah jelang Romadhon.masya Allah begitu nikmatnya sebagai penjahit yang terkenal,aku lalui dengan sabar jika ada pelanggan yang merasa tidak pas apa yang aku jaetkan.......sabar sabar walaupun membongkar jaitan yang sudah jadih,kesel itu ada,akan tetapi merasa bangga jika hasil jaetannya dah cocok untuk pelangganya,mempunyai prasaan yang tersendiri.
Setelah lulus sekolah SMA aku melajutkan sekolah menjahit ke Surabaya.disanalah aku bisa menjahit hingga profisional.sebelum lulus di surabaya,aku pergi merantau ke luar kota,yaitu dikalimantan.disanahlah aku melanjutkan sebagai penjait yang profesional...bertambah banyak pelangganya di Kaltim.Kemasa aku kuliah sambil menjahit tuk mendapatkan pengasilan sendiri,tentunya untuk membatu suami.
Belum mesara puas dengan hasil jaetanku,akupun mencari pendidikan menjahit kembali.....sekitar 1 tahun aku lulus pendidikan menjahit di Kaltim.Aku mulai membuka kursus menjahit untuk orang yang tidak mampu,akan tetapi tidak berjalan lama,karena terkendala biaya.,akupun berhenti tuk membuka kursus.Profesiku sebagai menjahit saya kembangkan dengan menjahit borongan di perusuhaan.Disanalah aku menjahit baju baju koko untuk anak anak sunatan masal.Alhamdulillah hasilnya pun berlimpa,sekian bertahun tahun aku menjahit,timbullah merasa bosan dalam jiwa dan ragaku.setelah aku selesai menjahit punggungku terasa ngilu,penglihatanku terasa kabur...duh Robby..’’Enaknya berganti profesi sebagai apa ya’’?Aku bertanya pada diriku.
Ku coba mengikuti kursus menyulam pita untuk gaun gaun,merajut benang benang hingga menjadi bunga yang cantik pun bisa,membuat kotak hantaran dari kobot jagung juga bisa,semua ketrampilan tanggan rasanya aku semuanya mencobanya,akan tetapi belum cocok di hati.Dirumah banyak hasil dari ketrampilan tanganku.dari bunga dari tali rofia,sulaman pita,kotak hantaran,seni melipat hantaran aku pun bisa,ternyata itu hanya keahlianku.
Hari berganti hari,rasa bosan itu bertambah penat dipikiranku...ku coba mengikuti kursus sebagai rias penganten dan sebagai kecantikan kulit dan rambutpun aku lalui.Ternyata disitulah kecocokan diriku dalam mengembangkan profesiku.Aku mulai giat dan terkenal sampai dimana mana..ku coba melangkah dengan bimbingan suami tercinta dan anak anakkulah yang memberi semangat tuk menjadi pengusaha yang sukses...alhamdulillah sekarang dah mempunyai usaha yang mantap dan punya penghasilan tersendiri.dengan dukungan anak anakku dan suami tercinta aku ucapkan beribu ribu terimah kasih yang sebanyak banyaknya.semoga Allah senantiasa memberikan barokah pada usaha saya.Aamiin
Dengan ketlatenan dan dorongan suami dan anak anak, aku menjadi wanita yang mandiri,tentunya tahan banting dalam segala hal.Bangkit lah ayo bangkit.




0 komentar:

Post a Comment