Breaking News

15 February, 2012

Sekotak Crayon dan Kebiasaan Shalat


 
“Bu..besok aku ada lomba melukis di sekolah, beliin aku crayon donk bu?”

“Nak, ibu lagi nggak punya uang, kalau kamu ma crayon, shalat ya, doa yang khusyu.”

“kenapa harus shalat yang khusyu bu, emang shalat dan doa bisa kasih ibu uang??”

“ya tidak nak, shalat itu kita minta sama Allah untuk diberikan rizki, diberikan uang.”

“emangnya Allah punya banyak uang ya bu??”

“Iya nak, Allah itu Maha Kaya, makanya, kalau kamu mau crayon, minta sama Allah rezeki ya.”

Saat itu aku hanya mengangguk..tapi yang kuingat kala itu, aku melaksanakan shalat dzuhur dengan penuh konsentrasi. Doaku waktu itu :

“ Ya Allah, besok aku ada lomba melukis, tolong berikan aku rizki supaya aku bisa beli crayon ya Allah.”

Setelah shalat ashar dan mengulangi doa yang sama, tiba-tiba aku dipeluk ibu dari belakang, ibu bilang : 

“tadi saat shalat kamu doa apa nak??”

Saat itu aku hanya senyam senyum, tak menjawab pertanyaan ibu.

“subhanallah, doamu pasti khusyu ya nak? Alhamdulillah, doamu dikabulkan Allah nak, tadi ada 3 orang pasien ibu yang berobat, dan sekarang ibu punya uang untuk beli crayon kamu, nanti saat shalat maghrib  jangan lupa berterima kasih sama Allah ya.”

Haaa...dengan berbinar dan takjub kupeluk ibuku.

“ayo kita siap-siap,  sore ini kita beli crayon yuk, supaya besok kamu bisa ikut lomba” Begitu kata ibu, ketika melepas pelukanku.


Kawan, kadang kita merasa kesulitan, menyuruh anak kita agar mau melaksanakan shalat, kadang kita kesal bukan kepalang, karena pendidikan sekolahnya yang berbasis agama, tak jua menyadarkannya untuk bersegera shalat.

Mungkin kita lupa, mengajarkan anak pada esensi beribadah, karena memang awalnya kita hanya mengajarkan supaya mereka merasa terbiasa.
Jauh sebelum aku mengerti bahwa shalat adalah komunikasi indahku dengan sang Khalik, jauh sebelum aku menyadari bahwa ruku dan sujud adalah saat-saat yang paling dekat denganNya,  dulu waktu kukecil (sejak TK tepatnya) ibuku mengajarkanku secara tidak langsung esensi shalat,meski dengan cara yang sangat sederhana.

Kondisi keluarga kami yang kadang tak selalu ada, mengajarkanku untuk terbiasa meminta pada Allah jika merasa kesulitan.  Saat ujian kenaikan kelas, atau saat ujian kelulusan, ibu akan berkata, “kalau kamu mau lulus, shalat dan belajar yang benar ya nak.”  Nah saat itu aku mulai kenal dengan yang namanya shalat tahajud. Dan setelah itu yang kuingat, ibu tak pernah memarahiku, atau cerewet ketika masuk waktu shalat, karena biasanya aku selalu mengikuti ibu untuk segera berwudhu, jika waktu shalat tiba.


Lalu, bagaimana dengan kita kawan?? Adakah trik jitu untuk membiasakan anak kita shalat??
Jika sudah ada, alhamdulillah yah, moga anak-anak, ibu, bapak serta keluarga kita menjadi orang-orang yang dijaga Allah karena shalatnya.

Namun jika belum, yuk kita belajar bersama, membiasakan diri untuk shalat terlebih dulu, menjadi jalan yang memungkinkan kita mendidik anak-anak untuk terbiasa melakukan shalat. Yuk, dimulai dari mendidik anak kita untuk shalat, moga ada banyak kemudahan saat mendidik mereka pada kemuliaan dan keindahan akhlak.

BinJay City, 28 Oktober 2011 (pas banget ashar)
Moga Allah memudahkan kami untuk mendidikmu nak, dengan pilar ketauhidan, menjadilah pemuda-pemudi unggulan, yang menghargai hidup untuk mencari sebaik-baik bekal untuk kemuliaan akhirat.

0 komentar:

Post a Comment