Breaking News

22 February, 2012

Sedekahku...

Batulicin
Selasa, 24 november 2009

Siang itu aku lg sibuk2nya beraksi di dapur guna menyiapkan hidangan makan siang keluarga kecil kami, ketika pintu dapur kami yg emang menghadap ke jalan di ketuk orang. Saat kubuka tampaklah seorang wanita tua dengan menenteng sebuah keranjang plastik yg berisi telur2 itik dan telur ayam kampung.
"Ma'af nak, nenek mo menawarkan telur2 ini..siapa tau anak mau membelinya..kasian nenek sudah jauh berjalan tak ada satupun yang mau membeli" nenek itu pun terduduk di lantai dapurku dengan wajag lelahnya.
"Nenek orang susah, udah tak punya suami jadi cuma mengharap uang dari hasil menjual telur2 ini,kesana kemari jalan kaki." tanpa kuminta nenek itu menceritakan kisah hidupnya.Yah emang tampak sekali sih gurat2 kemiskinan dan kepenatan hidup di raut wajahnya.
Hatiku yg emang mudah iba pd kesusahan orang lain sentak mengajak nenek itu untuk masuk sekedar menghidangkan air minum dn menghilangkan sekejab lelahnya berjalan kaki.
Segelas air putih pun langsung tandas diminumnya, lalu tanpa basa basi ia memintaku untuk dibuatkan air teh panas..ehm kasihan nenek ini mungkin dgn teh panas energinya akan kembali lg pikirku.
Walau persediaan telur di kulkasku masih banyak, tak apalah kalo aku berbaik hati membeli bebrapa butir dagangan nenek ini, toh aku nga punya stok telur ayam kampung.
Dengan selonjoran kaki, nenek ini kembali menuturkan kisahnya, "Nenek punya anak laki2 di rumah tapi kondisinya seperti orang stres dan linglung, walau kadang ia membantu mencari rezeki dengan mengayuh becak tapi tetap saja tak bisa diharapkan. Adakah anak punya celana2 panjang yg sudah tak terpakai buat anak saya di rumah?"
Kembali hatiku trenyuh mendengar penuturan si nenek, tanpa ba bi bu lg aku bergegas masuk ke kamar dan membuka lemari pakaian. Dan di rak paling bawah memang telah terbungkus pakaian2 yg sdah tak kami pakai tapi masih layak..sengaja ku pisahkan agar mudah diambil saat memang ada yg membutuhkan. Kuambil beberapa lembar celana panjang abi, beberapa jubah dan kerudung (walau ku tau pasti nga bakal dipke ma si nenek krn ukuran tinggi kami sunggu kontras hehe.. tak apalah kan bisa dijual ma nenek krn masih bagus2) dan beberapa baju anak2.
Aku memang berusaha mendisiplinkan diri untuk memiliki jubah/kerudung dgn jumlah yg tetap, jd ketika ingin punya jubah/kerudung baru maka aku harus memberikan jubah/kerudung lain pd orang yg membutuhkan. Jadi aku bersyukur Alloh telah mengirim nenek ini ke rumah jadi aku tak perlu repot2 mencari orang yg mau menerima hibah baju2 bekas kami
Nenek itu pun tampak senang sekali ketika kusodorkan 2 kresek pakaian yang ia butuhkan.
Tapi kembali air mukanya menampakkan kesedihan dan mengalir lagi cerita yang lain, bahwa ia baru saja berduka, seorang cucunya yang masih balita meninggal dunia, sakit dan tak tertolong karena tak punya biaya ke dokter."
"Nak, bolehkan nenek pinjam uang 50ribu, untuk ongkos pulang ke Pagatan."
Pagatan adalah kebupaten yang bersebelahan dengan Batulicin.
"Nanti kalo nenek punya uang, nenek akan kembalikan uang anak..."
Entahlah, aku tak begitu menghiraukan bisikan2 protes yg muncul di hatiku. Yang ada hanyalah aku merasa ringan sekali untuk kembali ke kamar dan merogoh uang lembaran biru itu dari dompet ku. Itu adalah uang terakhir yang kumiliki.
"Ini Nek uangnya, nga usah dibalikin..saya ikhlas memberikannya buat nenek. Semoga ini jadi sedekah yang berkah buat kami sekeluarga. Amin"
Setelah teh hangatnya habis, nenek itupun pamit dan memberiku 4 butir telur ayam kampung. "Gratis" katanya.
"Alhamdulillah, makasih ya Nek."
Aku yakin nenek itu bukanlah seorang pembual dan hanya mengarang2 cerita kesedihan. Aku pun haqqul yakin hanya Alloh SWT lah yg Maha Kuasa menuntun sang nenek yang tak kukenal itu untuk bertamu ke rumahku.
Aku yakin Alloh ingin aku membuktikan ilmu yang selama ini kudengar di tipi tiap pagi tentang "Nikmatnya Sedekah" bisa benar2 kuamalkan.
TAPI..
Pas malam menjelang, saat bercengkrama dengan suami, kutanyakan padanya..
"Bi, wajib nga sih istri minta ijin pada suaminya kalo ingin bersedekah?" karena aku udah nga punya uang lg buat besok jadi pertanyaan ini berbuntut sebenarnya..hehe. Pengen minta tambahan maksudnya..
"Ya iya lah kudu minta ijin, wong klo keluar rumah aja seorang istri musti minta ijin suami apatah lagi bwt sedekah..kan uang yg dipake sedekah uang suaminya."
BLARRRRR....TEWWWTEWWW....
WADUH... kayaknya kalo ceritaku diterusin bakalan RUSAK niy niat sedekah yg  tadi siang.Bisa2 doubel2 niy kesalahanku, tak ijin saat  bersedekah dan mudah sekali jatuh iba dan percaya sama orang tak dikenal.
HAYOOO giman coba kelanjutan ceritanya...
Apa yg terjadi antara aku dan suami..??

****R@hm@ el H@mid****

3 komentar:

Situs Travelling said...

Bagus banged mba kisahnya, semoga tetep konsisten dengan amal yang satu ini. :)

Kuliner Batu Malang | Elbaihaki

siti jm said...

Kepada Yth : Para pembaca yg baik hati , donatur , hartawan.
ass.wr.wb .
Hal : Permohonan Batuan Sukarela ( ke iklasan )
lampiran : 1 ( satu )
Sebelumnya kami mohon maaf , bila kami salah menempatkan . Sebetulnya kami tidak ingin ikut* an di tempat publik seperti ini . Kami terus terang sangat malu sekali .
Tapi berhubung kami sangat terpaksa kita nyampaikan apa adanya .Kalau kami benar adanya korban phk. Berhubung kami sudah cukup umur 48 th nan lebih secara otomatis .Untuk mencari pekerjaan lagi sangat sulit. Untuk mencukupi kebutuhan hidup kami terus terang hanya berjualan makan . Ke untungan bisa di lihat dan di takar kalau itu laku dagangannya .Jika tidak yg ada tekor atau rugi .
Kami masih ada tanggungan 3anak lg yg harus di cukupi kebutuhan sekolah dan harian nya. Untuk kebutuhan yg sangat tinggi sangat sulit jika ke 3 anak * kami harus sekolah tinggi , dengan pendapatan hasil usaha yg terkadang rugi dan modal kadang di makan untuk kebutuhan .
sehingga kami sangat sulit untuk berdagang selanjutnya . karena seringnya dagangan tidak menguntungkan . Kami jadi banyak hutang .
Andai di perkenankan di tempat ini dan jika ada yg ingin membantu kami tanpa pamrih , iklas lilahita ala . Khususnya kepada para pembaca atau donatur , dermawan , yg ingin menyumbangkan dana atau uang . kami mengucapkan banyak terima kasih . Semoga Allah saw melimpahkan rezeki yg berlimpah . Dan Allah yg akan membalasnya .
Andai para pembaca atau demawan yg tdk percaya pada kami itu hak nya mereka .
Sebab Allah saw jika kita tidak minta dan tidak mengucap kami di anggap sombong padahal benar kami sedang dalam kesulitan dan keterpurukan .
Untuk lebih memudahkan dalam sedekah atau membantu kami silahkan para dermawan , donatur, pembaca mengisi seiklasnya di nomer rek bca 2861924833 atas nama siti jamilah .
Untuk saat jni kami dalam kesulitan / terpuruk . Kami mohon dengan kesadarannya menolong kami .Besar atau kecil yg penting iklas dan redo .Sehingga bermanfaat untuk kami . Sebelum dan sesudah kami beserta keluarga mengucapkan .Terima kasih.
Semoga Allah saw membalasnya . Wassalam
salam dari ibu siti jamilah.

Komentar

siti jm said...

Kepada Yth : Para pembaca yg baik hati , donatur , hartawan.
ass.wr.wb .
Hal : Permohonan Batuan Sukarela ( ke iklasan )
lampiran : 1 ( satu )
Sebelumnya kami mohon maaf , bila kami salah menempatkan . Sebetulnya kami tidak ingin ikut* an di tempat publik seperti ini . Kami terus terang sangat malu sekali .
Tapi berhubung kami sangat terpaksa kita nyampaikan apa adanya .Kalau kami benar adanya korban phk. Berhubung kami sudah cukup umur 48 th nan lebih secara otomatis .Untuk mencari pekerjaan lagi sangat sulit. Untuk mencukupi kebutuhan hidup kami terus terang hanya berjualan makan . Ke untungan bisa di lihat dan di takar kalau itu laku dagangannya .Jika tidak yg ada tekor atau rugi .
Kami masih ada tanggungan 3anak lg yg harus di cukupi kebutuhan sekolah dan harian nya. Untuk kebutuhan yg sangat tinggi sangat sulit jika ke 3 anak * kami harus sekolah tinggi , dengan pendapatan hasil usaha yg terkadang rugi dan modal kadang di makan untuk kebutuhan .
sehingga kami sangat sulit untuk berdagang selanjutnya . karena seringnya dagangan tidak menguntungkan . Kami jadi banyak hutang .
Andai di perkenankan di tempat ini dan jika ada yg ingin membantu kami tanpa pamrih , iklas lilahita ala . Khususnya kepada para pembaca atau donatur , dermawan , yg ingin menyumbangkan dana atau uang . kami mengucapkan banyak terima kasih . Semoga Allah saw melimpahkan rezeki yg berlimpah . Dan Allah yg akan membalasnya .
Andai para pembaca atau demawan yg tdk percaya pada kami itu hak nya mereka .
Sebab Allah saw jika kita tidak minta dan tidak mengucap kami di anggap sombong padahal benar kami sedang dalam kesulitan dan keterpurukan .
Untuk lebih memudahkan dalam sedekah atau membantu kami silahkan para dermawan , donatur, pembaca mengisi seiklasnya di nomer rek bca 2861924833 atas nama siti jamilah .
Untuk saat jni kami dalam kesulitan / terpuruk . Kami mohon dengan kesadarannya menolong kami .Besar atau kecil yg penting iklas dan redo .Sehingga bermanfaat untuk kami . Sebelum dan sesudah kami beserta keluarga mengucapkan .Terima kasih.
Semoga Allah saw membalasnya . Wassalam
salam dari ibu siti jamilah.

Komentar

Post a Comment