Breaking News

22 February, 2012

Sajak-Sajak Tentang Ibu

By Hoshi Yuugata        

Dalam Genggaman Cinta mu

Ibu....Dalam genggaman cintamu
Dulu aku masih dalam buaian cintamu
Dulu kau memblaiku dengan sayang
Dulu kau memelukku dngan kehangatan
Dulu kau lindungi aku dari segala bahaya
Dulu kau selalu membawaku kemanapun kau pergi

Dan...kini aku telah dewasa
Yang selalu memikirkan diriku sendiri
Yang selalu pergi kemanapun yang aku suka tanpa mu
Yang selalu melakukan tindakan tanpa izinmu
Yang merasa tidak serasi berjlan dngan mu

Ibu...Aku tahu hatimu terluka
Saat aku berkta kasar padamu
Saat tingkahku tak sesuai dengan ajaranmu
Saat ku tak lagi menuruti nasihatmu
Saat ku tak lagi perduli dengan mu

Ibu...
Maafkanlah aku
Yang jarang mengingat buaian mu
Yang lupa akan kasih sayang mu
Yang selalu sok tahu dan sok pintar akan hidupku
Keluh ku kau dengarkan, tapi tangismu ku hiraukan

Ibu...
Suatu saat aku akan seperti mu
Menjadi ibu dari anak-anak ku
Saat segenap raga kan kuberikan untuk anak-anakku
Sama seperti kau memberikan waktu dan cintamu hanya untuk ku

Ibu...
Maafkan aku
Yang tak begitu memperhatikan kesehatanku
Yang tak memperdulikan berapa kerutan diwajah mu
Yang yak merasakan tangis dan ceria mu
yang tak pernah memberikan kebanggaan padamu

kini aku hanya bisa menyesali dan berdoa untuk mu
Saat hujan tak lagi menyapa mu
Saat butiran-butiran pasir mulai membentuk gundukan
Hingga hanya nisanmu yang basah dan menguning



Sering ku

Seringku merenung
Dalam dekapan nafas yang pilu
Yang terbuang seolah tak berarti
Tapi bagimu aku berarti untuk mu

Sering ku merenung
Sayang mu pada ku
Tak hilang oleh secercah noda
Cinta mu tak lekang oleh zaman
Selalu abadi dalam hati ku

                                                Bandar Lampung, 19 Desember 2007

Cerita mu

Lelah mu hilang
Saat aku kecil tersenyum manja
Duka mu sirna
Saat aku mungil tertawa kecil
Pilu mu lekang
Saat kau tatap wajah kecil ku
Dulu aku penghapus segala kelelahanmu
Dulu aku pelerai segala keangkuhan
Kini aku bersembunyi dalam
Wajah manismu
Ibu….
Aku sayang padamu
Maski aku tak biasa mengatakannya
Meski aku malu untuk mengungkapkannya
Semoga kau tahu isi hati ku

                                    Bandar Lampung, 19 Desember 2007

 Kau Bilang

Ibu….
Kau bilang aku mutiara mu
Kau bilang aku separoh nafas mu
Kau bilang aku adalah nyawamu
Kau bilang aku adalah cahaya mu

Ibu…
Tapi aku tak pernah bilang begitu
Bahkan aku sering melupakanmu
Sering aku tak pedulikanmu
Pun aku terasa jauh dari mu


Ibu…
Desahan nafasmu kau berikan untuk ku
Kasih saying mu kau berikan juga untuk ku
Cinta mu pun juga untuk ku
Tapi, apa yang sudah aku berikan untuk mu?

Ibu…
Apakah aku masih menjadi mutiara mu?
Apakah aku masih menjadi separoh nafasmu?
Apakah aku masih sebagian nyawamu?
Dan apakah aku masih menjadi cahaya mu?

                                    Bandar Lampung, 19 Desember 2007


Aku Mengerti

Kau tak perlu berkata cinta
Dengan bicara mu ku yahu kau cinta pada ku
Kau tak perlu berkata saying
Setiap gerik mu selalu untuk ku
Kau tak perlu berkata rindu
Dari tatapan mu yang lembut saja aku mengerti
Kau tak perlu berkata “Ibu bangga”
Dengan senyum tulus dan haru mu aku mengerti
Kau tak perlu berkata kecewa
Dengan sedihmu aku memahami
Kau tak perlu berkata sedih dengan desahmu aku menyadari

Ibu…
Tanpa kau berkata apapun
Aku bias memahamimu
Dari setiap gerak tubuh mu
Dari setiap tutur kata mu
Dari setiap olahan wajahmu

Bandar Lampung, 19 Desember 2007
*********************************************************************
Ibunda   

Kalau ibunda membelai rambutmu
Kalau ibunda mengusap keningmu, memijiti kakimu
Nikmatilah dengan syukur dan bathin yang bersujud
Karena sesungguhnya Allah sendiri yang hadir dan maujud

Kalau dari tempat yang jauh engkau kangen kepada ibunda
Kalau dari tempat yang jauh ibunda kangen kepada engkau,
Dendangkanlah nyanyian puji-puji tuk Tuhanmu Karena setiap bunyi
Kerinduan hatimu adalah
Sebaris lagu cinta Allah kepada segala ciptaanNya

Kalau engkau menangis
Ibundamu yang meneteskan airmata
Dan Tuhan yang akan mengusapnya
Kalau engkau bersedih Ibundamu yang kesakitan
Dan Tuhan yang menyiapkan hiburan-hiburan

Menangislah banyak-banyak untuk ibundamu
Dan jangan bikin satu kalipun ibumumenangis karenamu
Kecuali engkau punya keberanian
Untuk membuat Tuhan naik pitam kepada hidupmu
Kalau ibundamu menangis,
Para malaikat menjelma jadi butiran-butiran air matanya
Dan cahaya yang memancar dari airmata ibunda
membuat para malaikat itu silau dan marah kepadamu

Dan kemarahan para malaikat adalah kemarahan suci
sehingga Allah tidak melarang mereka tatkala
menutup pintu sorga bagimu
Ibu kandungmu adalah ibunda kehidupanmu

Jangan sakiti hatinya, karena
Ibundamu akan senantiasa memaafkanmu.
Tetapi setiap permaafan ibundamu atas setiap kesalahanmu
akan digenggam erat-erat oleh para malaikat
untuk mereka usulkan kepada Tuhan
agar dijadikan kayu bakar nerakamu

(Cuplikan Dari Buku Ibu TamparlahMulut anakmu - Sekelumit Catatan Harian Emha Ainun Nadjib

0 komentar:

Post a Comment