Breaking News

23 February, 2012

Saat Empati itu Hadir


Terkadang membawa anak-anak kita jalan-jalan menggunakan kereta api ekonomi yang sangat merakyat banyak juga manfaatnya

Penat sih memang, tapi banyak hal yang bisa diambil pelajaran dari setiap perjalanan.

Seperti pengalamanku ketika pergi berlibur ke Bogor.

Saat itu aku dengan ketiga anakku, mbah opi ( sebutan neneknya anak-anak ), adikku yg sedang hamil muda dan dua ponakanku, awalnya terpaksa naik KRL ekonomi sepulang dari Bogor,karena kerata AC masih lama berangkatnya . Padat sekali , semua tempat duduk sudah terisi, akhirnya kami berjalan menyusuri setiap gerbong untuk mencari celah barangkali masih ada kesempatan untuk bisa duduk, minimal untuk adikku dan mbahnya anak-anak.

Hingga kami tiba disalah satu gerbong ,yang sebenarnya masih agak longgar jika saja penumpang yang lain mau sedikit merapatkan duduknya.

Kami ber enam berdiri.
Satu menit...dua menit...lima menit...berharap ada yang mau memberikan tempat duduknya untuk situa renta dan si ibu hamil. Padahal kami melihat diantara penumpang yang duduk adalah bapak-bapak dan pemuda kekar, tapi mereka asyik saja duduk tenang, seolah tak melihat seorang tua renta dan ibu hamil didepan mereka. Hingga akhirnya aku meminta mereka untuk sedikit menggesar duduknya.

” Pak....maaf...bisa geser sedikit duduknya....ini ada ibu hamil ( sambil menggendong anak ke 2 nya loh ) ” pintaku

Tak ada reaksi dari mereka.

Masya Allah...terbuat dari apa ya hati mereka.

” Pak...kita kan sama-sama bayar ya...kami juga punya hak untuk duduk....”
Tetap tak bergeming.

Sampai Sulungku ( Jundi, 10 thn ) berbisik ketelingaku

” Ih.....kejam banget ya mi, bapak-bapak itu. Masa ngliat ibu-ibu hamil ga mau kasih tempat duduknya ”. Aku hanya bisa tersenyum masam sambil berujar dalam hati.

" Ya..begitulah realita di Jakarta nak...sikap individualisme,tak punya empati,maunya enak sendiri sudah menjadi karakter. Smoga engkau tidak mencontohnya" batinku 

” Bentar tante...aku cariin tempat duduk ....” katanya kemudian.

Entah bagaimana caranya akhirnya sulungku mendapatkan sebuah tempat duduk dan langsung memberikannya kepada tantenya.

Tak berapa lama....( mungkin karena melihat...anak kecil saja bisa memberikan tempat duduknya ) seorang laki-laki juga memberikan sedikit tempatnya untuk ibuku.

” makasih ya om....om baik sekali ” teriak gadis kecilku.

Alhamdulillah akhirnya adik dan ibuku bisa duduk walaupun hanya secuil tempat. Ternyata harus dengan cara seperti itu menggungah hati-hati orang Jakarta.

Selang beberapa menit lewat didepan kami seorang pengemis, ibu2 menggendong anak kecil. Si Sulung langsung menjawil ku

” Mi...boleh ga minta uang jajanku sekarang ( kebetulan memang hari itu aku belum memberikan uang jajannya ) ” pintanya

” untuk apa ? ” tanyaku

” kasihan ibu-ibu itu....( sambil agak menunjuk ibu – ibu pengemis tadi ) dari tadi belum ada yang ngasih duit, kasihan anaknya kalo mau jajan, pasti mereka ngga punyaa duit ”

Alhamdulillah...puji syukur hanya untukMU ya Allah.
Aku bersyukur anakku masih bisa merasakan penderitaan orang lain
Sebuah rasa yang mungkin sekarang susah diteemukan ditengah-tengah keangkuhan kota Jakarta.
Allah....jagalah kesucian hatinya, smoga takkan pernah luntur sampai kapanpun.
Segera aku tunaikan keinginannya. Lima lembar uang ribuan aku pindahkan ketangannya.
Si sulung segera memberikan selembar ribuan untuk si ibu tadi.
Melihat masnya memberikan uang kepada pengemis, siadik tak mau kalah. Gadis kecilku juga segera meminta uang jajannya kepadaku.

Jadilah sepanjang perjalanan mereka membagi-bagikan uang jajan mereka kepada setiap pengemis dan pengamen yang lewat.


1 komentar:

Thu Lê said...

I was very impressed by this post, this site has always been pleasant news. Thank you very much for such an interesting post. Keep working, great job! In my free time, I like play game: redball4games.com. What about you?

Post a Comment