Breaking News

06 February, 2012

ROMANTIKA A FULL TIME MOTHER


  Ibu-ibu cantik, kita sharing yuuu.. siapa tau kita sehati.....
MY GIRL FRIENDS.. pernah ga sih terpikir bahwa kehidupan setelah menikah itu 'ternyata begini ya.. jadi IBU RUMAH TANGGA cape ya.. jadi IBU RUMAH TANGGA strees ya.. untuk saya pribadi, hal tersebut pernah beberapa kali terlintas dalam benak, apalagi jika diriku dalam keadaan amat sangat letih dan jenuh dengan kesibukan urusan anak, pekerjaan rumah, dan tetek bengek lain. Khususnya untuk diriku yang pernah merasakan menjadi WANITA KARIER dengan jabatan dan pemasukan lumayan, jam kerja bisa melebihi 14 jam sehari, BANTING SETIR menjadi IBU RUMAH TANGGA.. Huuufff.. dengan tidak adanya pengalaman (karena tidak ada sekolah khusus untuk menjadi ibu rumah tangga), bisa dibayangkan kan FRIENDS.. Awalnya shock, really really tapi apa daya, suami 50-50 mengijinkan diriku bekerja diluar rumah lagi, dengan alasan lebih sreg anak BETTER yang urus mommy sendiri, jangan orang lain, pengasuh maksudnya.
Thats a journey of life yaaa. IRONIC... saya STOP kerja itu disaat karier saya sedang TOP. Salah satu owner dari perusahaan, walau perusahaan kecil tapi perjalanan karier terasa PASTI masih akan panjang dan naik. Belum lagi jika ada pertemuan dengan teman2, semua tidak percaya setelah saya bilang 'aku ga kerja lagi, sekarang dirumah urus anak.. HAAAAAHHH.. bohong banget loe, tipe kaya loe, ga mungkin, dulu kan loe aktif banget.. Jangankan orang lain, kadang diriku sendiri suka tidak percaya, ternyata setelah menikah dan menjadi ibu mentok jadi ibu rumah tangga, kerennya seh FULL TIME MOTHER alias FTM.
Biasanya kegiatan sehari-hari dikantor, meeting dan negosiasi dengan clients, tinggal perintah anak buah, tiap bulan terima gaji (yang Alhamdulillah bisa membantu ekonomi keluarga), berubah haluan dengan BERkegiatan 24 jam dirumah, JARANG berMAKE UP ria, tidak pernah hang out dengan teman-teman, sehari-hari berkutat dengan urusan pekerjaan rumah (makanya anakku suka belingsatan kalau lihat aku berpakaian RAPIH, ‘mommy mau kemana..?). Ditambah lagi saya tidak dibantu PEMBANTU alias semua pekerjaan rumah tangga saya handle sendiri, dari mencuci dan menyetrika baju, bebenah rumah sampai masak. Beraaaaaat sekali, karena saya dulu tidak pernah merasakan menyapu, mengepel dan cuci baju, cuci piring pun jarang. Sekarang, hmmmmm..... semua dikerjakan sendiri. Kegiatan FULL dari pagi sampai malam..
Dulu barang branded dan berMERK selalu ditangan, dengan gampangnya, tapi sekarang semuanya harus dengan ijin suami. Keluar rumah pun begitu, biasanya lenggang tapi sekarang harus membawa serta 2 jagoanku dengan perabotan lenongnya yang lumayan banyak..
Yang paling berat adalah pengasuhan dan mendidik anak-anak.. Si sulung usianya 4 tahun, yang katanya om dokter hiperaktif (harus diterapi perilaku). Bisa dibayangkan kan bagaimana kelakuan anak hiperaktif.. Benar2 ga bisa diam, ada aja kelakuannya. Si bungsu usianya 13 bulan, jugaaaaa sedang aktif-aktifnya, semua barang dibanting, maunya jalan-jalan, masuk ke kamar mandi, ke pintu, ke tangga sampaaaai ke kolam ikan (pernah ngerasain nyemplung 2 kali) tapi mellloooowww.. ga boleh ketinggalan diriku walau sebentar.. FRIENDS, kegiatanku sehari-hari terbayang kan di benak kalian, bagaimana repotnya..
Kadang hati terasa sesak dengan kegiatan tersebut, ampuuuun... Sedih juga iya, kenapa kok seperti ini ya, kenapa aku ga bisa seperti teman lain yang masih bisa aktif kerja dikantoran, masih bisa berkarier, masih bisa punya penghasilan sendiri, ataaaauu seperti teman lain yang kelihatan sekali ENJOY dengan kegiatannya sebagai FTM... Dilema memang, disaat ada tawaran pekerjaan kantoran dengan posisi dan pendapatan lumayan, aku diantara sedih dan senang menolak tawaran tersebut, hanya karena alasan TIDAK MAU KEHILANGAN MOMENT DENGAN ANAK-ANAKKU.. Memang, walau letih, kesal tapi aku tidak mau melewatkan moment itu, karena aku merasakan kehamilan dan persalinan yang (agak) sulit dan tidak mau menyerahkan pengurusan anak-anak ke pengasuh, rugi...
Apa jadinya jika aku terima tawaran tersebut, hmmmm.. sudah terbayang dibenak.. Suamiku saja setiap hari pulang kerja selalu diatas jam 8 malam, bagaimana jika aku kerja kantoran juga, bisa-bisa aku dan suami bersaing pulang kerja malam, bagaimana dengan anak-anak..? Aduuuuh, ga deeh.. Apalagi kalau melihat temanku yang berkarier diluar rumah, pulang kerja malam, anak sudah tidur, bertemu dengan anak hanya dalam hitungan menit. Kalau pulang agak cepat juga (katanya..) badan dan pikiran pasti sudah penat dengan pekerjaan kantor, yang ada sampai rumah langsung tidur ataupun bertemu dengan anak malah bilang “aduuh, mama cape.. kamu dengan mbak aja yaa..” Astaghfirullah, aku ga mau seperti itu.
TAAAAPPPIIIII... jangan salah.. walaupun cape amat sangat, pusing luar biasa dengan keadaan tersebut.. IM PROUD BEING A FULL TIME MOTHER.. Bagiku ini suatu tantangan, bukan MENTOK 'kenapa aku hanya menjadi full time mother, ini juga merupakan suatu karier yang harus ditekuni, yang harus sesuai target ; bagaimana caranya mencetak anak2ku menjadi anak yang sehat, soleh dan berguna. Suatu kepuasan tersendiri untuk melakukan itu semua. Aku bangga dan tidak malu menjadi full time mother dan benar2 ingin menjadi A REAL FULL TIME MOTHER (start from level 0), bukan menjadi ibu yang sekedar lewat.. Semua yang kulakukan dulu benar2 tidak sebanding dengan apa yang kudapat sekarang, anak2 dan kebahagiaan lahir bathin..
Tapi bagaimanapun, diriku hanya manusia tidak sempurna dan problema antara wanita karier dan ibu rumah tangga tidak ada habisnya.. seringkali merasa jenuh dengan semua rutinitas yang kini kujalani.Penyelesaiannya mudah kok, anak2 kutitipkan di kakakku, aku refreshing sebentar, komunikasi dengan suami hal2 yang dikerjakan (agar beliau juga paham), santai terhadap pekerjaan rumah, anak2 dan suami utama. itu saja..Masalah rezeki, Allah yang mengatur, setiap anak pasti ada rezekinya masing2.. Toh aku masih bisa membantu suami dalam ekonomi keluarga dari rumah kaaaan, ga mesti harus dari luar rumah.. Alhamdulillah aku masih bisa membantu ekonomi keluarga dengan bisnis kecil-kecilan. Hitung-hitung mengurangi kejenuhan.
Aku juga salut bagi wanita karier yang bisa tetap mempertahankankan pekerjaannya juga bisa mengurus keluarga.. Peran kita sama2 penting2, pahala kita insya Allah besar, berbakti pada keluarga itu kan ladang pahala bagi wanita muslimah..
Sekian yaa FRIENDS.. semoga tulisan ini berguna untuk kita.....

0 komentar:

Post a Comment