Breaking News

21 February, 2012

Puisi: Ini Bukan Potret Digital, Bung !

By Eni Setiati 

Pecahkan saja hatimu, jika kau tak punya hati ...
Buang saja matamu, jika kau tak mau melihat ...
Iris saja telingamu, jika kau tak mau mendengar ...

Percuma tangan dan kaki mu ...
bila yang kau jamah rakyat mu

Air ludah mu tak akan pernah mengering
bila kau terus berdebat dengan angkuh mu

Garis di dahimu tak akan berkurang
bila kau terus mengihitung laba dari hasrat mu

Gedung megah mana lagi yang kau damba?
bila di sekeliling mu terhampar gubuk-gubuk derita rakyat mu?

Gedung megah mana lagi yang kau kejar?
bila di sekelilngmu bayi-bayi busung lapar?

Fakta apa lagi yang akan kau sodorkan pada rakyatmu?
Kemakmuran seperti apa yang kau katakan bahwa negerimu makmur?
Engkau salah, Bung..
Yang bergelembung itu pundi-pundi jarahan mu!

Di mana malu mu? bila kau tak punya muka?
wajahmu bertopeng barong yang lapar dan rakus siap menerkam bangsa mu sendiri

Belum cukupkah pundi-pundi yang telah bertumpuk di kantong mu?
mengapa kau selalu saja mengalahkan nuranimu ? 
mengapa kau selalu menampik sekelilng mu.. 

Ini bukan potret Digital bung..
Yang kau lihat itu fakta.. 

Pecuti saja baju megah mu,
Gulung saja celana panjang mu
berjalanlah kemari, Bung
Tenggok perut-perut lapar rakyatmu

Gedung megah apa lagi yang kau impikan?
mengapa tak kau lihat saudara-saudara mu tidur beralaskan langit ? dan berkasur jerami?

Pecahkan saja hatimu, 
bila jiwamu membelenggu ego dan ambisi

Tak dapatkah kau mengerti?
negeri ini bukan milik mu?
ini negeri bangsa mu, yang menginginkan kemakmuran merata
sebagaimana tertulis dalam Panca yang kelima,
Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia 


Bangkitlah bangsaku,
Jayakanlah negeri mu
Buanglah ego mu
Mari kita entaskan tikus-tikus berdasi
Agar bayi-bayi kita tak lagi busung kelaparan ...

Beri warna Bung untuk negeri mu
dengan goresan prestasi, bukan ambisi !

0 komentar:

Post a Comment