Breaking News

15 February, 2012

Phobia Kucing




write this :
Cerita ini sebenarnya sudah agak basi. Kejadiannya saja sudah terlewat dua bulanan yang lalu, tapi sensasinya tetap terasa hingga hari ini. Saat itu masih pagi kebetulan kami sedang tak punya asisten rumah tangga, jadi di rumah hanya ada Saya, My Soulmate, Umar dan Azkiya. Pagi-pagi seperti biasa sudah dimulai dengan aktivitas rutin, seperti mandi, siap-siap baju, sarapan (walau hanya minum susu aja), dan menyiapkan perlengkapan anak-anak untuk dibawa ke rumah Mama (anak-anak dititipkan di rumah mama selama Saya bekerja).

Saya juga agak-agak terlupa kejadian awalnya bagaimana tapi yang jelas dipagi itu tiba-tiba tercium bau yang ga nikmat banget dari arah dapur, sepertinya bau sesuatu yang keluar dari tubuh sesuatu makhluk alias tokai alias tahi (maaf). Bau bukan? Saya tak mengerti mengapa ada bau-bauan seperti ini di dapur kami. Saya pun ke dapur dan kudapati seonggok tokai alias tahi dari binatang berupa kucing yang terdampar dengan indahnya di keset dapur kami (oh tidaaak!). Waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 05.30 WIB, sebenarnya waktu yang masih cukup pagi ke arah pukul 06.10 WIB saat Kami harus beranjak dari rumah segera (jika tak mau ketinggalan bus bagi Saya :( ).Saya segera mengambil keset tersebut dan membersihkannya agar tokai beserta bau-baunya segera enyah dari dapur kami. Lalu Saya panggil My Soulmate kuberitahu ada tokai di keset dapur, mulailah pikiran detektif My soulmate keluar. Kata My soulmate kalau ada tokainya berarti ada kucing nya ya Pu? Oh iya yaaa....

Sejurus My Soulmate memerintahkan Saya untuk menutup pintu ke kamar setrikaan, jika tidak kucing itu akan masuk kesana dan menginjak-injak baju-baju yang sudah dicuci tapi belum di setrika :P. Dan lamat-lamat kudengar suara merdu dari kamar setrikaan, meoong, whats???!!!. Kucingnya ada di kamar setrikaan ternyata sodara-sodara. Segera saja Saya ambil sapu, walau katanya dulu pas kecil demen main ama si Mpus, tapi kalo begini caranya persahabatan kita usai kucing!!! (segitunya). Kuusir-usir kucing itu pake gagang sapu dan berhasil dia mau keluar, langsung si kucing berlari menuju lantai atas, dikejar ama My Soulmate. Pokoknya tuh kucing musti keluar dari rumah ini segera!!!. Kalau tidak maka akan dapat dipastikan rumah kami akan hancur lebur dibuatnya.

My soulmate teriak, "Buka pintu depan Pu!". Segera kubuka pintu depan. "Dan langsung ke lantai atas yaa!", kata My soulmate lagi. Saya pun ke lantai atas setelah membuka pintu depan. Kami mencegat si kucing. Uh, kucing itu begitu lincah, sejurus dia sudah berlari ke lantai bawah di saat kami hendak mencegatnya. Langsung Kami lari ke bawah juga. My soulmate lewat tangga depan, Saya lewat tangga belakang. Siapa yang duluan ketemu si kucing maka langsung giring ke pintu depan. Dan Saya pun berhasil menemukan si kucing ngedoprok di sudut dapur. Kuusir pake sapu lidi. Hush, hush, kasihan kamu Mpus, Saya tetap sahabatmu kok, tapi kalo caranya kamu pake menghadiahkan tokai bagi kami, maka kami tak mampu membuatmu tetap di rumah ini. Si kucing pun pergi.
 
  

0 komentar:

Post a Comment