Breaking News

15 February, 2012

Penghapus Dosa


 
By Fiani Gee 
Setelah semalam bicara tentang Disabilitas dan Pandangan Masyarakat. Waktunya untuk kembali bercerita tentang teman-teman kecilku. Kali ini bukan teman kecil yang masih dalam kelas asuhanku. Tapi, ia sudah sekolah di SD. Ingat tidak tentang Teman Kecil : Pengajar dan Pembelajar. Yap.. dialah Zahran kecilku yang luar biasa.

Mama Zahran datang setiap hari ke sekolah kami. Lho? Bukannya Zahran sudah SD ? Yaaaa.. Zahran sudah SD. Tapi, masih ada Thariq, adiknya yang kelas B. Jadi, setelah mengantar Zahran ke SD, mamanya mengantar Thqriq ke TK sambil menggendong seorang bayi perempuan nan cantik.

Tahun lalu, saat Zahran masih dalam kelas asuhanku. Kami pernah membicarakan tentang ‘sakit’. Saat itu memang sedang masuk waktunya untuk hafalan do’a menjenguk orang sakit. Zahran termasuk satu di antara pemilik rentang konsentrasi yang cukup panjang. Sehingga, biasanya teman kecil ini mampu menyerap informasi dengan sangat baik. Kala itu, aku menjelaskan bahwa setiap manusia yang hidup itu, akan banyak bekerja, banyak berinteraksi dan banyak melakukan kegiatan. Dalam aktifitas-aktifitas kehidupanya, manusia akan sampai pada sebuah fase, di mana tubuhnya terlalu lelah, sehingga tubuh itu mengalami sakit. Orang-orang yang tidak baik, menjadi sakit karena itu merupakan teguran Allaah atas dosa-dosanya. Sedangkan bagi orang-orang baik, sakit tersebut merupakan ujian dari Allaah, apakah manusia baik ini akan bersabar atas sakitnya atau malah banyak mengeluh. Allaah juga menjadikan rasa sakit pada tubuh sebagai jalan untuk membersihkan dosa-dosa. Dosa yang tadinya banyak, menjadi sedikit. (tentu saja aku jelaskan hal ini dengan bahasa yang lebih sederhana)

Beberapa pekan lalu, Mama Zahran bercerita.

Mama Zahran pernah menderita sakit, yang membuatnya mesti beristirahat. Datanglah Zahran yang menghiburnya.
“Mama, kata Bu Fian-ku, sakit itu akan menghapus dosa-dosa. Jadi yang sabar ya, ma.” Kalimat itu membuat mamanya senang dan menceritakannya padaku sambil tersenyum haru.

Subhaanallaah. Itukan dah lama sekali. Zahran masih ingat saja, pikirku.

~*~*~*~

Jika berkenan.. Dukung tulisan saya di LINK ini yaa.. :)


Terimakasih..


0 komentar:

Post a Comment