Breaking News

21 February, 2012

Pengalamanku

Luar biasa! Sebuah peristiwa yang dulu hanya terdengar ditelinga, akhirnya kurasakan sendiri. Sebuah penantian panjang, 39 minggu, 274 hari, 9 bulan lebih telah terlewati dengan suka duka. Berbagai rasa silih berganti menemani hari-hari panjang itu
Bulan pertama kulewati dengan harap-harap cemas, tes di Asy Syifa, positif! Mulai dengan berbagai syarat. Gak boleh makan ini itu. Gak boleh begini begitu. Berbagai rasa mulai menyiksa. Bulan mual-muntah.
Bulan kedua tambah menyiksa. Tak ada makanan yang tidak ada cacatnya. Baru beberapa menit masuk keluar lagi. Weeik. Kamar mandi adalah tempat yang paling sering kukunjungi. Hanya air putih saja yang masih bersahabat. Perut rasanya diremas-remas, rasa asama dan pahit menongkrongi lidah ini.
Bulan ketiga tak ada tanda-tanda reda. Badan kian susut, turun 6 kilo. Muka pucat tak bercahaya. Mata cekung, pipi tirus. Hampir tak ada kehidupan di raut muka. Gerak-gerak kecil mulai menemani hari-hari ku. Pertanda kehidupan baru telah ada di rahimku. Denyut-denyut indah semakin terasa.
Bulan keempat. Denyut-denyut indah itu semakin jelas. Kadang mengayun, kadang menusuk, menari-nari mengikuti irama lambung yang masih juga belum bisa kompromi. Rasa mual belum juga mau pergi. Namun kehadiran denyut indah itu, seakan bisa melupakan rasa mual.
Bulan kelima. Anakku sayang... ummi rindu nak!, pagi hari ia telah membangunkanku dengan terjangan lembutnya. Malam hari aku sering terbangun olehnya. Siang hari ia seakan mengingatkanku untuk beristirahat sejenak, duh anakku sayang ummi sayang kamu nak!
Bulan keenam. Ada kesibukan baru saat ini. Ummi harus masuk sekolah. Pagi-pagi sekali harus pergi sekolah. Ada amanah baru menanti. Sebagai guru di MAN 2. duh anakku sayang maafkan ummi nak, perhatian untukmu terbagi oleh tugas-tugas sekolah. Untung ada Abah yang begitu perhatian sama kita. Kadang ummi malas makan, atau lupa atau malah gak sempat, namun Abah selalu punya waktu buat memperhatikan kita nak!
Bulan ketujuh. Kamu sudah tambah besar sayang.... ummi kadang sudah sulit untuk tidur. Miring ke kanan sakit, miring kiri pegal, telentang juga salah apalagi tengkurap. Kenyamanan tidur berkurang, mungkin lantaran karena kamu sudah semakin besar ya nak!
Bulan kedelapan, ummi sudah mulai siap-siap menanti kehadiranmu anakku. Bersama Abah keliling toko cari perlengkapan untuk menyambut kehadirianmu. Duh sayang...
Bulan kesembilan. Kamu sudah semakin besar nak ! ummi dan Abah siap-siap menyambut kedatanganmu. Abah semakin sayang sama kamu nak. Kamu tau gak nak, ummi kalau sedang berjalan lucu sekali, kamu itu besar sekali
29 Nop 2006
6 00 ummi ngajak abah ke pantai panjang. Pengen jalan-jalan di pasir. Bolak balik jalan kaki di pasir. Pulang dari sana pinggang ummi pegal sekali. Tapi sebentar-sebentar,
1000 abah sama Ummi pergi ke kondangan temen abah, pingggang ummi tambah pegel. Ummi belum tau sakit itu adalah tanda-tanda akan hadirnya dirimu nak! Ummi ngajak abah pulang, pengen tidur rasanya. Ternyata tidur siang itu adalah tidur terakhir ummi dan abah berdua. Saat kamu belum lahir nak!
1600 sakit pinggang ummi belum juga berhenti. Rasanya kok semakin sering dan selang waktunya juga bertambah dekat. Tapi ummi gak betah dirumah aja. Bersama abah ummi pergi ke swalayan beli perlengkapanmu yang kurang. Ternyata sakitnya semakin menjadi-jadi.
1900 ummi diperiksa bidan. Dan ternyata benar, saat itu kata bu bidan, kamu sudah semakin dekat pengen keluar, sudah pembukaan 3-4 istilahnya.
2100 ummi dibawa ke rumah sakit. Langsung ditempatkan di ruangan persalinan. Saat itulah nak! Ummi merasakan betapa sakitnya pinggang ummi, seakan ada yang mukul-mukul tubuh ummi. Sakit sekali. Luar biasa nak! Sakit sekali, ummi merasakan kepalamu udah mau keluar, namun gak jadi, pengen ngejan gak boleh sama dokter. Rasanya lama sekali sakit itu. Berayun-ayun. Ummi berdoa sama Allah, kalau ummi gak kuat lagi biarlah ummi yang ngalah, asalkan anak ummi bisa lahir. Sebab kamu lah nak yang ditunggu-tunggu oleh semua orang di sekeliling kita nak!
2300 ummi disuruh ngejan oleh dokter. Allahuakbar! Kamu susah sekali nak keluarnya. Beberapa kali ummi ngejan sekuat tenaga namun kamu belum juga mau keluar !. Saat itu ummi merasa itulah perjuangan yang sesungguhnya. Belum pernah ummi merasa sakit yang seperti itu. Seluruh tenaga ummi keluarkan untuk mengeluarkanmu. Terakhir terasa ada sesuatu yang keluar dari bawah perut ummi, seketika hilang sudah sakit yang dari tadi menyiksa ummi. Saat ummi buka mata di bawah kaki ummi ada kamu nak! Tak lama setelah itu terdengar tangis pertamamu. Ummi senang sekali mendengarnya. Namun ummi belum melihat secara jelas wajahmu nak, sebab kamu sudah dibawa ke ruangan lain untuk dimandikan, sedangkan ummi ternyata masih harus menjalani proses mengeluarkan ari-arimu, terus masih harus dijahit, untung dokter dan bidan yang merawat ummi tidak cerewet. Jadi ummi bisa sedikit tenang saat dijahit. Sakit juga namun gak terlalu seperti saat mengeluarkanmu itu .
1200 ummi sudah selesai dijahit. Perawat datang membawamu ke pelukan ummi. Saat itulah kamu pertama mimik sama ummi, ummi juga merasakan indahnya saat kamu pertama mimik. Indaah sekali nak! Selesai mimik ummi dibawa ke ruang perawatan.
30 Nop 2006
Selamat datang anakku........ hari ini adalah hari pertamamu melihat matahari. Matahari kehidupan, yang sangar menerpamu. Harus kamu hadapi nak! Menghadapi teriknya persaingan dunia.
Bulan ke-1
Ada keanehan di dirimu Hulwah Hamidah, begitu nama terbaik yang dipilih oleh ummi sama Abah buat mu. Kedua matamu yang kiri dan yang kanan kokgak sama besarnya, kamu terlihat susah sekali membuka mata kirimu. Banyak tahi matanya, seketika ummi geli melihatmu. Sejenak ummi berfikir, mengingat-ingat satu waja yang persis dengan mu. Ika Dwi Tama, yah.. dia adalah sepupu ummi anak dari saudara nenekmu, punya mata yang juga persis seperti matamu. Sipit sebelah istilahnya. Tapi kamu cantik Hulwah... bibirmu belah seperti artis sinetron Mas Ayu Anastasia. Alismu tebal ikut abah, melengkung kulitmu kuning, khas Indonesia, dan yang menakjubkan kamu punya lesung pipit dua dipipimu, yang kanan lebih dalam, itu ummi perhatikan saat kamu mimik atau menguap lesung pipitnya terlihat nyata dan menggemaskan.
Bulan ke-2
Kamu sudah bisa menggerak-gerakkan tangan ke atas, matamu sudah sempurna membuka kadang kamu senyum sendiri sekan-akan mengerti keadaan di sekelilingmu, kadang menangis gak ada sebab.ummi tambah sayang sama kamu, oya ummi sudah harus bekerja nak.. sedih sekali meninggalkanmu, harus mimik botol, ya allah.., ampuni segala kesalahn hamba..




0 komentar:

Post a Comment