Breaking News

16 February, 2012

Penambah Stamina



"Bawa apa itu Ayah?"

Nina merasa heran melihat suaminya pulang kerja sambil bawa botol. Enggak  biasanya. "Kecap buat Mamah ya?"

"Bukan Mah, ini ...mmmm...Penambah Stamina. Nti malam ada pertandingan antar klub, jadi Ayah harus tampil prima"

Setiap Rabu malam, suami Nina memang rutin berolahraga bulu tangkis dengan teman-teman seklubnya. Kadangkala mereka melakukan pertandingan persahabatan dengan klub bulutangkis lainnya untuk menambah pengalaman.

"Sini Mamah lihat Yah, kok botolnya lucu. Vitamin ya Yah? Eh ini anggur Ayah! Sebentar ... sebentar" pekik Nina sambil membolak balikkan botol itu.

"Tapi kan ada tulisannya minuman kesehatan Mamaaah. Cari apaan sih kok diputer puter gitu?"

"Enggak ada tulisan HALAL nya Ayah. Lagipula itu ada tulisan Alkohol 5%. Haram itu Ayah" Nina menyodorkan botol itu.

"Yeee si Mamah, masa karena enggak ada tulisan halalnya lantas dibilang haram? Itu Mamah beli cabe enggak ada tulisan halalnya kok Mamah doyan? Padahal suka bikin mules tuh" suami Nina ngotot.

"Sembarangan Ayah ni, siapa juga yang mau nulisin cabe. Capek ah bicara sama Ayah."

..........................................................................................................................

Tak urung Nina resah juga. Dapat ide darimana suaminya menambah stamina dengan minuman fermentasi anggur itu? Suaminya yang dikenalnya lurus sejak dulu. Nina khawatir minuman kesehatan ini hanya kedok saja lalu suatu saat berlanjut ke tahap minuman dengan kadar alkohol yang lebih tinggi lagi. Setahu Nina minuman beralkohol itu khamr, haram dikonsumsi oleh seorang muslim.

"Jadi enggak boleh ya Ukhti? Iya, makasih Ukhti, nanti saya coba mengingatkan lagi. Assalamualaikum," Nina menutup ponselnya. Setelah meminta pertimbangan dari sohibnya, dia mantap untuk melarang suaminya meminum minuman itu.

Nina menghampiri suaminya yang sedang memasang sepatu olahraganya.

"Yah, aku sudah tanya-tanya ni Yah. Itu jangan diminum Yah. Beralkohol berarti khamr Yah, bisa memabukkan. Sayang khan, sholatnya Ayah, amal solehnya Ayah harus ternodai karena minuman anggur itu. Khan bisa menambah stamina pakai suplemen atau vitamin," Nina berkata halus ambil mengusap pundak suaminya.

"Iya kalau Ayah minum sampai mabuk Mah, ini kan hanya sedikit. Mamah jangan khawatir deh, oke," suaminya membuka pintu lemari es dan menenggak minuman anggur itu beberapa teguk.

Nina tersentak, " Istighfar Ayah, yang namanya khamr itu sedikit atau banyak tetap haram Yah. Duh Ayaah."

Nina hanya bisa memandang prihatin punggung suaminya yang berjalan membuka pintu pagar. Dia tampak sangat antusias menghadapi pertandingan antar klubnya.

Ini tidak bisa dibiarkan! Nina mengeluarkan botol itu dari lemari es, membawanya ke belakang dan menyiapkan selotip, selembar kertas dan spidol. Lihat saja nanti.

"Tina, coba lihat ini, " Nina memanggil asisten rumah tangganya, meminta pendapatnya.

"Haaaa? Aduh Ibuuu, nanti kalo Bapak marah gimana Bu? Saya jadi gemeteran nih Bu."

Sebenarnya Nina juga gemetar dag dig dug tidak karuan, tapi bagaimana lagi, "Sudah, lakukan saja apa kataku. Nanti kalau Bapak marah, biar aku yang nanggung."

"Saya enggak ikut-ikut lho Bu. Saya cuma kerja di sini lho Bu, nanti kalau ada apa-apa saya enggak tahu lho Bu."

"Udah tenang aja Tin. Kalo cuma begini sih kayaknya Bapak enggak akan marah," jawab Nina sambil merapikan selotip pada botol itu. Mbuahahahahaha, Nina tertawa misterius *villain expression*

......................................................................................................................

"Gimana pertandingannya tadi Yah?" Nina menyambut suaminya yang baru pulang dari klub bulutangkisnya.

"Lumayan sukses Mah. Tim tamu termasuk tangguh lho Mah, hebat hebat," suami Nina mengusap peluh di dahinya.

"Aku punya kejutan Yah. Taraaaaaa!" Nina mengambil botol itu dari lemari es.

"Hahahaha, memang kalo dikasih tulisan HALAL terus jadi boleh diminum Mah?" suaminya tergelak melihat botol anggur yang ditempeli kertas bertuliskan "halal" kreasi istrinya.

"Yaaaa, daripada kita was was minumnya. Kalo halal kan aman. Kuambilkan gelas ya Yah?"

"Enggak usah Mah, langsung gini aja. Biar keren," suami Nina membuka tutup botolnya.

"Sini Yah, aku simpankan raketnya," Nina beranjak meninggalkan suaminya sambil harap-harap cemas menebak reaksinya.

Dan dari ruang tamu terdengar lolongan gemas campur tawa yang tertahan, "Mamaaaaaaaah, kok jadi ES TEH MANIIIIIIS???!!!"

Hihihihihi Nina ngikik dari balik pintu.

0 komentar:

Post a Comment