Breaking News

21 February, 2012

Pelajaran KELIMA: Olah Mood Menjadi Produktif Saat Menulis


 By Eni Setiati 
Sering kali orang mengeluh... gak mood nulis ah.. 

Dalam kegiatan menulis, kadang kala kita di goda oleh naik-turunnya mood, akibatnya naskah yang ditulis menjadi terbengkalai hingga berbulan-bulan, bahkan tak disentuh lagi.

Semua orang pasti sering mengalami godaan naik-turunnya mood, hal ini juga dialami semua penulis.  Namun bedanya, bagi seorang penulis buku - ia sudah dapat mengatasi kondisi mood yang menggodanya.

Tetapi apa jadinya jika godaan naik-turunnya mood ini menghampir calon penulis yang tengah belajar menulis? alhasil .. seleranya untuk belajar menulis pun menjadi kendor .. bahkan ia pun mulai apatis dan merasa dirinya tak mampu sehebat orang lain yang dapat menungkan idenya menjadi bahan tulisan yang menarik dan enak dibaca banyak orang...

Lalu bagaimana kiatnya agar kita dapat mengolah mood ini agar tetap produktif menulis?
Mudah saja bu.  Langkah awalnya, adalah FOKUS. Jika sejak awal kita sudah fokus dan memiliki planning yang terkonsep ingin menulis sebuah tema buku dengan deadline target kapan selesainya, maka godaan naik-turunnya mood itu tak akan mempan menurunkan gairah kita untuk menulis.

Pada prinsipnya, jika godaan mood datang menyerang dan membuat kita bete, sumpek dan butu ide (hal ini pun kerap saya dan teman-teman penulis lain alami).  Kalau hal ini yang terjadi, maka sebaiknya;
-  Berhentilah dulu sejenak untuk menulis.
-  Sebelum berhenti menulis beri kode warna pada tulisan akhir kita dan catatan, sehingga saat ingin melanjutkan tulisan kita sudah tahu lanjutan isi tulisan apa yang belum sempat kita selesaikan.
- Lakukanlah refreshing, sekadar jalan-jalan ke toko buku, atau menemani anak bermain atau ngerumpi dengan teman-teman (kongkow bareng teman-teman sesama penulis lebih mengasyikan karena kita bisa bertukar ide).


Minimal berikanlah kelonggaran istirahat pada fisik dan pikiran kita dengan melakukan hal-hal ringan yang menyenangkan (paling tidak selama 1 atau 2 minggu istirahat menulis).

Jika hal ini sudah kita lakukan, insya allah tubuh dan pikiran kita akan kembali fresh dan bersemangat lagi untuk menulis ... 

Yuk menulis ... bagilah ilmu dan pengalaman yang ada di sekitar kita untuk dibaca semua orang... 

-  Eni Setiati -

0 komentar:

Post a Comment