Breaking News

15 February, 2012

Mual yang Menyenangkan



By Rika Ulina 
Ditujukan kepada Mbak NAVITA KRISTI ASTUTI
(Kisah inspiratif kehamilan dan persalinan)

Mual yang Menyenangkan
by: Rika Ulina

Saya tidak pernah membayangkan akan mengalami rasa “tak nyaman” itu hampir seharian. Karena setahu saya kebanyakan ibu hamil hanya mengalaminya pada saat pagi hari saja. Ya, rasa “tak nyaman” itu biasa disebut dengan mual. Salah satu usaha yang saya lakukan agar tak mengalaminya di pagi hari (sesuai saran dari salah satu buku kehamilan), yaitu dengan makan cemilan setelah sholat subuh. Hasilnya ternyata setelah makan cemilan itu saya tak mengalami mual di pagi hari meski masih merasa kurang bersemangat untuk sarapan. Bahkan lebih dari itu, rasa mual tersebut meningkat menjadi muntah.
Mual dan muntah yang saya alami disebabkan oleh bau-bau tertentu, terutama bau masakan. Misalnya bau asapnya bumbu sayur lodeh, bau asap ketika mengoreng tempe dan lain-lain. Bahkan saya sempat sensitif dengan bau sabun cuci piring dan sabun mandi (tapi alhamdulillah hanya sebentar saja). Oleh karena saya sensitif terhadap bau masakan menyebabkan kegiatan memasak di rumah dihentikan dan diganti dengan beli makan di warung makan. Alhamdulillah suami bisa memaklumi perubahan tersebut. Manfaat ketika saya beli makan di warung yaitu saya bisa memilih menu makanan sesuai dengan keinginan saya, dengan begitu saya mau makan lagi meski sudah memuntahkan kembali makanan yang saya makan.
Selain itu meski saya merasakan rasa tidak nyaman ketika makan tapi saya mempunyai perasaan senang (bersyukur karena akhirnya saya bisa hamil setelah hampir tujuh bulan pernikahan, saya belum diberi momongan). Saya juga menganggap mual dan muntah adalah sesuatu yang wajar terjadi pada ibu hamil, jadi tidak perlu dikeluhkan secara terus menerus. Dan belakangan saya baru tahu, setelah membaca buku tentang kehamilan, bahwa menurut beberapa penelitian mual merupakan mekanisme untuk melindungi embrio yang masih muda. Selain itu, seorang wanita yang mengalami mual akan mengalami resiko keguguran lebih kecil dibandingkan seorang wanita yang tidak mengalami mual sama sekali atau mual ringan saja. Jadi nikmati saja mual dan muntah Anda selama hamil.. :)
Wallahu’alam bishowab.

Penulis: Rika Ulina, seorang ibu rumah tangga yang sedang belajar menulis dan berbisnis di rumah. Tinggal di Kabupaten Kediri, Jawa Timur. Jika ingin menghubungi silahkan kontak di email: rikaulina@yahoo.co.id. Terima kasih sudah membaca cerita saya.. :)

0 komentar:

Post a Comment