Breaking News

22 February, 2012

Mozaik

Wow banyak sekali request list di facebook-ku. Kebanyakan sih cowok2 yang tidak aku kenal.  Hihihii kok banyakan cowok sih yang pengen jadi temen aku. Gak liat apa ya status aku yang sudah ‘married”. Aaah kok malah ke-ge-eran sih heee. Siapa tau mereka ngebet jadi temen aku karena mereka pikir aku temen lama mereka :p.
Ah better aku ignore aja deh, gak baik ibu-ibu kan berteman sama cowok cowok berondong yang masih lajang itu hehee. Takut digosipin kayak Malinda Dee ama si bintang sinetron muda itu hahhaha.
Wait,  itu kayaknya ada  sebuah nama yang sangat familiar sekali buatku . Rafi Dewantara. Yups temen kecil aku sejak SD . Wuih pucuk dicinta ulam tiba. Lho?????
Ya terakhir ketemu pas di hari pernikahanku 5 tahun yang lalu. Itu pun pertemuan pertama setelah kita tak bertemu sejak lulus SMU.  Wah ternyata dia masih inget aku toh.. Emang ya facebook  itu sarana silaturahmi yang hebat lah heee.  Teman yang sudah berpuluh tahun tak ketemu, sekarang bisa dipertemukan di dunia maya dalam waktu hitungan detik. Amazing . 4 tumbs deh buat si Mark Zurckenberg.
Mmmhh langsung  aku confirm diiringi sebuah ulasan senyum dibibirku.  Tiba-tiba ada rasa yang berdesir di dada ini. Ingatanku melayang masa-masa kanak kanak yang  lugu dan lucu.
Dulu kita sama-sama masuk SD di tahun yang sama. Cuma beda sekolah saja. Sekolah kita berhadapan. Gak tau kenapa a, kok temen-temen suka ngejodoh jodohin aku dengannya. Itu terjadi pas kita kelas 6 SD.  Jangan bayangin anak anak SD dulu dengan anak SD zaman sekarang . Dulu kalau kita papas an di jalan, langsung deh aku ngibrit lari marah karena teman teman riuh bertepuk tangan sambil berseru seru heboh.  Kalau si Raffi mah malah cengar cengir aja. Kalau sekarang anak anak SD yang di sinetron itu kok kelihatan agresif yaa, enggak ada semu malu-malu atau marah marah kayak aku dulu . Aku terkenal judes lho waktu kecil hee
Berlanjut ke SMP, wah makin heboh aja tuh teman-teman jodoh-jodohin kita.  Seiring bertambahnya usia, aku sudah mulai bisa menilai cowok ganteng dan tidak. Dan si Raffi ini memang ganteng banget deh dibandingin teman teman cowokku yang lain. Buktinya ya dia banyak ditaksir sama anak-anak cewek termasuk aku juga kali ya hihihi. Dan dia pun sadar diri dengan kegantengannya dan membiarkan dirinya bertualang diantara gadis-gadis.  Sementara bila bertemu denganku , kulihat sebuah tatapan yang dalam dan sendu menusuk hatiku,dan seketika itu juga aku berpaling dan menjauh sambil bergumam, “ Uuuhh  sok ganteng nih cowok, tebar pesona sana sini”. Kesel banget melihat dia dikabarkan pacaran sama si A, eh bulan depannya dah pacaran sama si B. Tapi seperti biasa setiap bertemu muka, ada pandangan lain yang membuatku berdesir, dan lagi-lagi aku berlari menjauh. Ada segurat kecewa ketika kutangkap isyarat dia ingin mengucapkan sesuatu. Ah bodo amat, lagian aku juga tidak mau jadi bahan godaan teman-teman.  Males banget urusan sama playboy cilik kayak dia . Gak mempan kali aku kena perangkap cintanya , ceileeehh. Dan aku pun tetep bersikap judes dan tak acuh. Dan dia pun asyik jadi rebutan cewek-cewek sekolah. Tapi tatapan sendu itu selalu mengikutiku dari kejauhan.Hmmmm
Menjelang SMP berakhir, kebekuan itu mulai mencair.Aku dah mulai bersikap biasa dan datar ketika bicara dengannya. Sekedar tanya PR atau diskusi di kelas. Dan lambat laun aku pun mulai bersikap manis dan akrab .
“Rey, kamu mau masuk SMU mana? “ tanyanya ketika kita pulang bersama.
“ Kayaknya SMUN I aja , mudah-mudahan NEM-ku bagus dan bisa lanjutin di SMU favorit”
“Kita masuk SMU sama-sama ya” tatapnya sendu
“Iya …” jawabku datar
Dan ketika pengumuman kelulusan itu datang, Alhamdulillah aku bisa dapat NEM yang lumayan dan bisa melanjutkan ke sekolah manapun yang aku suka.  Dan Rafii? Hey kok aku tidak melihatnya mendaftar di SMU yang sama denganku? Ooh ternyata dia melanjutkan sekolah  di kota lain. Ada setitik  kecewa di hati. Tapi ya sudahlah , memang itu pilihannya. Komunikasi pun sangat jarang terjalin karena ternyata dia pindah ke kota asalnya tempat dia meneruskan sekolahnya. Dan kita pun tenggelam dalam perjalanan masing-masing.
7 tahun sejak lulus SMU tak pernah sekalipun bertemu lagi sampai ketika aku menikah. Dan setelah menikah, sekarang lah kita bertemu lagi di dunia maya.
Satu hal yang aneh kualami ketika kita kita lost contact adalah sering sekali aku bermimpi bertemu dengannya dan dia mengatakan kalau dia masih menungguku walaupun aku telah berdua dengan laki-laki lain. Mimpi itu sering datang bahkan ketika aku mulai berpacaran dengan laki-laki yang kini menjadi suamiku. Bahkan ketika aku sudah menikah pun mimpi itu selalu datang, dan isinya selalu sama. Dia datang dan menungguku . Padahal jujur , jujur gak pernah aku memkirikan atau membayang kan dia begitu dalam. Bagiku dia sekedar cerita cinta monyet yang konyol hehee.  Kalaupun mengingat cuma pas mengenang masa masa abg dulu di sekolah.
Mimipi itu terasa aneh karena terlalu sering datang dan mulai mengganggu pikiranku. Dan tentu saja membuat aku ke-ge-eran padahal dari informasi yang kudapat dia pun telah menikah 3 tahun sejak pernikahannku dan sekarang sudah punya anak juga seumuran anak bungsuku.
Jangan jangan dia pun sering memikirkan aku hehe atau jangan-jangan pertanda buruk buat rumah tanggaku. Oh tidak.
Tapi, mimpi itu terlalu nyata. Aku sedang bersama suamiku, dia memandang dari kejauhan. Dengan tatapan sendunya.
“Pergilah Raf, aku sudah bersuami…” pintaku
“Tak mengapa Reyna, aku akan menunggumu….Sampai tiba saatnya kita bersama” Rafi memegang tanganku.
“Tidak bisa, Raf. Tidak mungkin. …” kulirik suamiku yang menungguku di sisi yang lain.
Perlahan kulepaskan genggaman tangannya. Dan berjalan menjauh bersama suamiku. Sekilas tatapan sendu itu masih disana.
Ketika aku terbangun ada rasa kecewa dan sedih yang tak kumengerti kenapa. Kutatap wajah suamiku, ada perasaan bersalah. Ooh untung Cuma mimpi. Kalau itu nyata , bisa dihajar tuh Si rafi. Hmmm jadi ingat saat kuliah dulu, suamiku pernah berkelahi dengan cowok yang naksir aku. Heeee heee ada kebanggaan sedikit di hati . Ah masa muda memang selalu indah dikenang dengan kekonyolannya ..
Hey ada notification tuh. Raffi Dewantara sent you a message.
“ Apa kabar bu. Duh pangling nih dah pake jilbab. Sekarang dimana?”
Kubalas “ Alhamdulillah pak. Kirain dah lupa sama aku. Kamu merried kok gak ngundang-ngundang sih. Sekarang aku di Jakarta sama suami”
“Iya habis jauh sih mau ngundang. Anak dah berapa Rey?”
“Sudah dua, heee. Tua yak hihihi. Alhamdulilah”

Dan percakapan hangat pun mengalir dengan alami dan akrab. Entah mengapa ada sesuatu yang membuat bersemangat di hati. Dan yang membuat berbunga-bunga, dia tetap menggodaku sebagai gadis manis yang judes heheee.MMMHHHH
 ****************************************************************************
Sudah 5 hari Raffi tak online  di FB-nya. Tiba-tiba saja aku merasa ada yang hilang. Jadi gugup dan gelisah. Duh kenapa hati ini. Kuambil HP dan kucari namanya. UUpps jangan Reyna, kamu mau apa pake nelpon dia? Memang dia itu siapanya kamu? Bisik hatiku. Ya Allah jangan sampaii hatiku goyah. Aku masih ingin jadi isteri yang setia. Ibu yang baik buat anak-anakku. Jangan biarkan kenangan masa lalu meruntuhkan prinsip-prinsip hidup yang aku pegang.
Aku termangu.
Hey ada yang manggil aku di chat line
“ Hi cantik” Ooh Raffi
“Halo Raf”
“Kamu pasti nyariin aku ya…”
“IIh ge-er sorry la yau  :P  “
“ Aku dah  4 hari ditugaskan diluar kota ama kantorku. Jadi baru sekarang aku bisa FB-an heee”
“oooh. Tugas dimana?”
“ Di Bandung….”
“OOOh….”
“Eh sorry ya Rey..”
“Ga perlu minta maaf kali Raf , memangnya aku ini siapa hehhee…”
“Bener-bener aku minta maaf bangeeeet…”
“Lho emang kenapa raf…” (aku berkerut kening)
“Mmh tapi jangan marah ya…”
“Kenapa harus marah?”
“Asli aku minta maaf ya?. Tolong di-ihklaasin yaaaa. Plisss”
“Iya aku maafin kenapa?” (makin heran aku)
“ Tentang semalam…dan malam-malam yang dulu.”
“??????Aku gak ngerti Raf”
“Semalam aku mimpi bercinta denganmu dahsyat banget….”
“Whattttt?????”
Dadaku tiba –tiba berdetak cepat……
**************************
Jakarta


0 komentar:

Post a Comment