Breaking News

22 February, 2012

Mom.. Wow !!


           Saat Perayaan hari Ibu di sekolah  (RA) nya  Rangga, ada penghargaan buat para Ibu. Betapa bahagia dan bangganya saya bisa menjadi 1 dari 4 orang Ibu (perwakilan tiap kelas) yang diberi penghargaan sebagai Ibu yang perhatian pada perkembangan anak
Kenapa saya anggap ini suatu yang penting, bukan karena semata kebanggaan, tapi ada banyak hal yang bisa kami (saya & Rangga) petik dari moment ini :
           Pertama : Melejitnya rasa syukur saya yang sudah diizinkan Allah menjadi seorang Mama, karier tertinggi saya sebagai wanita. Konon menjadi Ibu, adalah episode tersulit dari seorang perempuan. Seperti tulisan Neno Warisman dalam puisinya :
Berpuluh tahun sudah aku menjadi perempuan
Baik dulu, sebagai anak...perempuan
Lalu menjadi seorang gadis....masih perempuan
Lalu berani memutuskan menjadi istri....juga perempuan
Hingga ku menjadi ibu saat ini, aku tetap perempuan
Dan akan selamanya jadi perempuan
Berpuluh tahu sudah aku menjadi perempuan
Selama masa hidup yang panjang itu,
lama baru kusadari betapa sulitnya ternyata
menjadi anak perempuan dulu itu
Dan lebih sulit lagi menjadi istri, yang telah kujalani sekian tahun kesini
Dan yang tersulit dari itu.....ketika lahir anak-anakku
Dan aku dipanggil Ibu...
(Neno W - Kaum Perempuan pengubah Peradaban)

           Kedua : Saya ingin semua Ibu, apapun panggilan namanya, Mom, Mami, Mama, Ibu, Bunda, Emak, Simbok, Ummi, Ambu, dan apapun embel-embelnya Full Time Mom (murni Ibu Rumah Tangga), Working/Career Mom (Ibu bekerja di luar rumah alias pegawai), Part Time Mom (Ibu pekerja freelance/paruh waktu)  atau Working at Home Mom (Ibu yang bekerja dari rumah).merasa bersyukur. Kita semua adalah seorang Mom yang hebat dan dikaruniai Allah ‘WOW’ factor.  Semua Mama memiliki naluri keibuan dan cinta yang sama pada anaknya.
Kebetulan juga dari kami berempat yang mendapat penghargaan saat itu memilih jalan sebagai Mama yang berbeda-beda. Saya, Working Mom, ibu yang kedua Part Time Mom (freelancer), yang ketiga Working at Home Mom, sedangkan ibu yang keempat, Full Time Mom. Lengkap.
          Saya pernah bertemu dengan seseorang yang menatap dengan sinis pada seorang mama yang berkarir di luar rumah. Saya yang notabene Ibu Bekerja pada saat itu tentu saja sedih banget. Whallah, apakah ini karena saya yang sensitive ya ?. Mungkin saja, tapi hal ini justru membuat saya terpacu untuk menjadi lebih baik, lebih memperhatikan anak. Sungguh saya ingin mengajak pada para Mama untuk tidak menghakimi, dan berdebat tentang siapa yang paling tepat, paling hebat sebagai Mama.
Sebenarnya tak perlulah mengkotak-kotakkan, memberi embel-embel di belakang jabatan seorang Ibu, apalagi berdebat siapakah Mama yang terhebat dan terbaik dalam pengasuhan anak di antara Full Time Mom (murni Ibu Rumah Tangga), Working/Career Mom (Ibu bekerja di luar rumah alias pegawai) atau Working at Home Mom (Ibu yang bekerja dari rumah). Tak penting siapa kita, tapi pastinya bagi seorang Mom, anak adalah sosok yang penting dalam kehidupan kita
           Ketiga : Ini adalah titik motivasi buat saya dan Rangga. Saya selalu tanamkan ke dalam diri saya dan juga Rangga bahwa saya bekerja di luar rumah bukan sesuatu yang salah, bukan karena saya Mama yang egois dan semata ingin menjadi feminis. Saya bekerja seperti halnya Rangga bersekolah. Ini pilihan yang saya pikir & rasa terbaik untuk kehidupan saya pada saat itu. Saya ingin berkontribusi untuk kehidupan keluarga yang lebih baik, tentu dengan berbagai konsekuensi, plus, minus yang mengikuti pilihan tersebut. Saya dengan segenap daya berusaha selalu ada di saat saya diperlukan kehadirannya di event-event khusus sekolah Rangga. Saya request libur karena sebagai pekerja “Shift’, saya punya jadwal kerja di hari libur nasional/weekend. Saya memang bukan Ibu yang terbaik, tapi ingin bisa menjadi lebih baik. Saya jauh dari Ibu yang shalihah dan pintar, tapi saya tak gentar untuk terus belajar.
             Keempat : Saya ingin Rangga melihat dan merasakan bahwa dia adalah ‘sosok penting’ di antara hari-hari sibuk Mamanya. Ini juga yang mendorong saya untuk sebisa mungkin tak melewatkan event dan moment khusus Ibu & Anak. Saya pun berusaha mengabadikan setiap moment, tidak hanya dalam bentuk foto dan video, tapi juga tulisan. Saya berharap kelak, ini akan menjadi jejak cinta Mama yang bisa dikenang dan ditengok ulang (meski nanti saya sudah tak ada di sisinya), dan Rangga (plus adiknya) akan tetap bisa merasakan cinta Mama yang luar biasa. Ya, mungkin saya hanyalah seorang Mama biasa tapi punya cinta yang luar biasa seperti semua Mama di dunia. MOM WOW !!!

Notes : Kalau kemudian saat  Anggita, (si adik) lahir, saya memilih untuk menjadi Ibu di rumah, itu juga karena saya merasa itu pilihan yang terbaik saat ini.. Mungkin nanti saya berencana akan  bekerja dari rumah, tentu juga semata-mata karena menginginkan kehidupan yang lebih baik, yang terbaik buat keluarga dan anak-anak. Jadi semuanya sama baiknya. Semua sama berat dan hebat. Sungguh saya ingin bisa terus mengembangkan diri, memaknai dan berbahagia dengan pilihan-pilihan hidup saya. Alhamdulillah, Allah izinkan saya menjadi Mama yang bahagia, bagian dari insan dengan cinta luar biasa. Proud to be A Mom. MOM…WOW !!
          . 
Notes : Salah satu butiran tulisan di buku MOM WOW, debut solo saya yang bisa dipesan di http://www.leutikaprio.com 





0 komentar:

Post a Comment