Breaking News

21 February, 2012

Menulis Sehat 15 Menit [Tugas Pelajaran Pertama]


 By Evi Andriani  
Menulis Sehat 15 Menit


            Hari demi hari selalu terlukis program-program komputer di memori otakku. Rasa penat, bosan, pusing sering menghampiri. Aku selalu sabar mencari dan mencoba agar program berjalan dengan lancar. Inilah rutinitas harian yang aku jalani.

            Kadang ada rasa jengkel, marah, sedih, akibat waktu yang kuhabiskan hanya untuk memperhatikan kata demi kata dalam setiap kalimat program-program yang sebenarnya aku sendiri tidak memahaminya. Bila tingkat jenuh sudah sampai puncaknya, aku pun berhenti. Aku mulai mencari aktivitas yang menyegarkan pandangan dan memberiku semangat yaitu memandang tanaman-tanaman yang hijau. Ketika angin menyapa, mereka bergoyang-goyang dan seakan menyapa diriku.

            “Oh, betapa indah karunia ciptaan Allah itu. Sungguh kumalu pada diriku. Mereka berdzikir setiap waktu sedangkan aku sibuk dengan urusanku yang buat aku semakin jauh untuk mengingat-Nya,” ungkapan dari hati kecilku saat teringat kelalaianku.

            Mulailah aku kembali masuk ke dalam rumah. Tanpa kusadari, tanganku sudah mulai berada di atas keyboard. Bergerak menekan tuts demi tuts.

            Hijau dedaunan di taman surga
            Segar, sejuk menyibak ketenangan
            Batin gemuruh mencakar jiwa
            Pikiran sempit tak berirama
            Langkah kaki diam tak bergoyang

            Aku tak boleh putus asa
            Karena semua kan terukir indah
            Aku harus berusaha maju dan bergerak
            Untuk menanti kebahagiaan
            Hingga cahaya itu kembali bersinar

            Lima belas menit sudah kumenulisnya, rasanya semua beban di otak terasa ringan. Aku mulai kembali mengerjakan tugas demi tugas dengan penuh semangat. Ternyata efek dari menulis itu luar biasa. Orang bilang menulis itu ketika mood-nya sedang baik. Tapi bagiku malah beda, mau senang atau tidak tetap aja menulis. Karena terasa ada ikatan diri terhadap Allah dan muncul energi positif untuk semangat mencerahkan diri.

            “Menulis terus menulis. Apa sih manfaatnya menulis itu buat Evi bikin sakit tambah parah itu,” ujar orangtuaku.

            Sedih kurasa ketika orangtua melarangku untuk kembali memainkan jari-jariku. Tapi aku tetap saja menulis karena menulis adalah terapi bagiku. Aku berpikiryang mengenal penyakitku lebih dalam kan hanya diriku sendiri. Orang lain belum tentu memahami apa yang aku butuhkan.

            Tanpa diketahui orangtuaku, setiap ada waktu luang baik sedang berpergian ke kampus, ke bank, jalan-jalan bersama keluarga, aku tak pernah melupakan untuk membawa buku bacaan, buku motivasi dan buku tulis kecil beserta penanya. Bahkan ketika menonton televisi pun aku selalu menyempatkan diri untuk menulis. Tulisan yang paling mudah dan cepat untuk di tulis adalah menulis puisi. Cukup 15 menit menulisnya, jadilah itu puisi di sela-sela jedah waktu yang agak renggang dan bisa aku masuki.

            Saat itu aku menonton film korea di salah satu televisi swasta. Dalam film bernuansa romantisme percintaan wanita dan pria yang sedang berbulan madu ke sebuah pantai yang sangat indah di negeri Barat. Muncullah niat ku untuk merekam kisah ini. Ku ambil pena dan menuliskannya menjadi sebuah puisi yang indah. *menurutku gitu loh.

Pantai Yang Indah

Birunya air menawan hatiku
Angin berhembus dengan sepoisepoi
Menghampiri wajahku penuh senyuman
Pohonpohon hijau tumbuh berkembang
Senandung kicauan burung yang merdu
Menyapa teman riang gembira

Keajaiban terpancar di sekeliling pantai
Aku berlari-lari mengejar ombak
Menyentuh pasir putih yang berkilauan
Ditembus sang mentari bersinar terang
Kesunyian tak mampu menyibak rahasiaNya

Pesonanya mengukir memoriku
Menatap indahnya gelombang pantai
Sungguh ciptaan Tuhan begitu Luas
NikmatNya selalu kurasakan

Santapan minuman dan makanan terhidang
Menambah rasa yang menggoda
Tak mungkin kulupa
Saat terindah menikmati eloknya pantai

Ketika alam tersenyum padaku
Aku pun melantunkan nadanada cinta padaNya
Karna Dia yang selalu membuatku rindu
Akan cahayaNya menerangi setiap kegelapan

Oh, negeriku begitu indah
Tempat menyimpan banyak pemandangan alam
Dimana berada kedamaian dan ketenangan
Mengukir keramahan cinta
Membuat detikdetik kehidupan menjadi penuh makna

            Setelah selesai kutulis, aku mulai melihat kembali dan membaca puisi itu berulang-ulang. Wah, indah banget ternyata puisiku ini. Bagian-bagian yang tidak penting mulai kuhapus dan kuganti agar tampak lebih hidup. Walaupun bukan menggunakan bahasa sastra metafora, tapi aku cukup bangga bisa menuliskannya. Ternyata menulis 15 menit itu mengasyikkan.

            Aktivitas ini sering kulakukan berulang-ulang. Terutama ketika dosen mengajar sampai 3 jam, saat ia keluar dari luar ruangan, ku manfaatkan waktu sempit itu untuk menulis puisi sebelum beliau kembali dan setelah selesai itu puisi, mulai kusebarkan kepada teman-teman di kelasyang berjumlah hanya tujuh orang sajasemua ibu-ibu dan bapak-bapak. Hanya diriku saja yang masih muda. Kutulis puisi itu penuh emosi dan dengan coretan-coretan sangat cepat. Ketika telah bagus kurasa, kukasih ke teman-teman dan tersebarlah itu puisi. Ada yang tertawa, ada yang senyum-senyum kecil dan bahkan ada yang membalas puisi ku itu. Membaca puisi berbalas itu membuat kami semua tertawa. Karena puisinya bertemakan tentang pelajaran kami di kelas.

            Alhamdulillah, kegiatan menulisku tidak pernah mengganggu aktivitas belajarku di kelas dan nilaiku tetap memuaskan. Tapi walaupun demikian orangtuaku tidak menginginkan aku menjadi seorang penulis. Mereka hanya ingin aku jadi dosen. Keinginan mereka tetap aku jalani sembari aku tingkatkan kualitas menulisku. Karena aku ingin kelak menjadi seorang penulis juga menjadi dosen teknik elektro. Semakin aku suka menulis semakin kecerdasanku semakin tinggi. Subhanallah, mungkin inilah keajaiban dari menulis itu sendiri walaupun hanya 15 menit tapi terasa manfaatnya.

****

~Evi Andriani~
Medan, 07 April 2011


1 komentar:

Adi Puteri said...

Foto Memek Tante Berjilbab Sakit Dimasukin Kontol Gede @ Cerita Dewasa Gara Mata Kuliah Terpaksa Ngentot Sama Dosen Inggrisku




Gambar Awek Dengan Payudara Besar @ Gambar Baju Terlondeh Tayang Payudara




Gambar Skandal Isteri Dengan Boss Bogel Hot Tetek Besar @ Gambar Tudung Tetek Kecil Cipap Ketat




Gambar Awek Bikini Bogel Tetek Besar @ Erna Pamer Toket Pake Seragam Sma Lalu Ngentot




Koleksi Cewek Asia Yang Menawan Tampil Hot @ Menantang..Susunya Diatas Rata-rata @ Gambar Memek Mungil Anak SD




tubuh molek model jepang pamer toket indah @ Cerita Seks Anak SMP Perawan @ Koleksi Photo memek ABG Bule Yang Penuh Nafsu




Kesan Onani Pada Kesihatan Lelaki Dan Perempuan @ Erna Pamer Toket Pake Seragam Sma Lalu Ngentot




WOW !!! ABG Jawa Super Cantik dan Montok Mantap @ SELAPUT DARA KEMBALI PERAWAN TANPA OPERASI





Foto Cewek Dancer Telanjang Bugil Depan Kamera @ Foto ABG Narsis Deket Kolam Renang Pake Bikini




Galeri pantat wanita arab nungging basah @ Hiburan malam minggu @ kumpulan video ngintip ibu mandi




Kisah Sek bersama Janda Muda Di kota Bandung @ Nikmatin Susu Montok Mbak Lina Dan Mbak Wati



ngentot memek cewek bugil cantik di kamar mandi @ Foto Penari Cafe di Batam Bugil Tanpa Busana




gadis kolej gambar bogel @ Pelan Sakit Banget Barang Supermu @ Pertemuan yang Lucu Berakhirnya ngentot





Koleksi Cewek nekad kencing di Sembarang Tempat Brutal





Model HOT Telanjang Tanpa Busana @ Gairah Cewek Lugu Saat Kepengen ML @ Cerita Dewasa Sex Dengan Ibu Mertua

Post a Comment