Breaking News

16 February, 2012

Menulis Kisah Reflektif “Man Jadda Wajada” bareng A. Fuadi Tema: Menjadi Guru Inspiratif




Menulis Kisah Reflektif “Man Jadda Wajada” bareng A. Fuadi
Tema: Menjadi Guru Inspiratif

Namamu selalu bergelora
Dalam hatiku
Jasa dan benih yang engkau tanam
Kini telah tumbuh bersemi
Terpujilah engkau wahai guruku pahlawan hidupku
(Saifuddin Usman)

Dari siapa kita bisa membaca kalau bukan dari guru. Dari siapa kita bisa menulis kalau bukan dari guru. Dari siapa kita memperoleh pengetahuan kalau bukan dari guru.

Guru merupakan profesi yang sangat mulia. Karena ia memberikan ilmunya kepada kita. Gurulah yang mengajarkan kita berbagai ilmu pengetahuan. Dan di balik aktifitas mengajarnya, tersimpan pengorbanan yang tiada tara. Tanpa guru apa artinya sebuah bangsa. Sebesar apapun bangsa itu. Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati gurunya. Kita semua bisa menjadi saat ini dengan berbagai profesi (salah satunya) karena guru, bukan?

Kami mengundang rekan-rekan untuk berbagi pengalaman berharga dan berkesan pada saat menjadi guru, baik guru di sekolah formal (TK, SD, SMP, SMA, SLB) maupun non-formal (ponpes, kursusan, panti asuhan, privat, dll.). Pengalaman tersebut bisa ditulis oleh guru sendiri, muridnya, mantan muridnya, atau orang lain yang menjadi saksi kiprah seorang guru yang inspiratif.

Naskah yang terpilih akan disertakan dengan tulisan A. Fuadi dan diterbitkan oleh Bentang Pustaka.

Syarat-syarat dan ketentuan:
  • Panjang tulisan sekitar 10 halaman, Times New Roman spasi 2, Font 12, kertas A4.
  • Belum pernah dimuat dan dipublikasikan di media mana pun
  • Kirimkan tulisan Anda dalam bentuk file ke email redaksi:  man.jadda2011@gmail.com dengan subjek: Man Jadda Wajada: Menjadi Guru Inspiratif
  • Tulis biodata Anda dalam bentuk narasi di bawah tulisan Anda beserta alamat lengkap dan nomor telepon.
  • Tulisan yang terpilih berhak mendapatkan fee sebesar Rp 300.000,- (Tiga Ratus Ribu Rupiah) dan mendapat paket buku dari Bentang Pustaka, termasuk buku Man Jadda Wajada Series: Menjadi Guru Inspiratif (jika sudah terbit).
  • Naskah diterima paling lambat Jumat 19 Agustus 2011.

Terima kasih
Bentang Pustaka











Daffa Muhamad Aziz

Bismillahirohmanirohim

masih terngiang di telingaku orang - orang menghiburku dengan kata - kata, bahwa anaku akan menantiku di syurga..aku tak mau mendengarnya..ku peluk guling kecil warna biru yang masih harum oleh minyak telon..aku menangis dan terus menangis..

Kehamilanku baik - baik saja..waktu itu usiaku sekitar 28th..aku mengandung anaku yang kedua,
aku dan suamiku gembira menyambutnya..hingga usia kehamilanku menginjak 6 bln, aku di Usg dan doktor mengatakan kalo anaku posisinya sungsang, aku mulai khawatir dan dokter menganjurkan aku untuk sering melakukan gerakan sujud..
hingga pada suatu hari,aku mengantar saudaraku ke suatu tempat untuk berobat alternatip..entahlah aku tak tahu apa namanya..tapi yang anehnya orang pintar itu setelah mengobati saudaraku,malah terus memandangku dan berkata sama ibuku yang kebetulan waktu itu ikut denganku, "bu..ini anak ibu? tanyanya, .."iya .jawab ibuku, lalu orang itu berkata.."ibu lebih baik kehilangan anak ibu atau kehilangan cucu ibu?..Masya Alloh pertanyaan macam apa itu?
aku benar2 marah  dan pengen cepat2 pulang..

Semua kejadian itu aku ceritakan pada suamiku,suamiku bilang jangan percaya hal itu,karena itu adalah dosa besar, dan akupun mulai mengabaikannya.hingga suatu waktu datang seoarang wanita dia bkas teman Sdku, lalu dia bilang kalo dia dititipi minyak wangi sama jampi2 dari orang pintar itu, untuk kupakai, karena katanya untuk keselamatan bayiku..Aku diam saja tak berkata apa -apa, dan melupakan kejadian itu..

Waktupun berlalu usia kandunganku menginkjak 7 bulan..tapi masih posisi sungsang, dokterpun membuat keputusan untuk memutar bayiku, dengan hati - hati dokter mulai memutarnya, dan Alhamdulillah posisi bayiku bisa di putar..

Hingga waktu malahirkanpun tiba..anaku ga menangis,..Bagaimana ini? dengan berbagai cara dokter berusaha membuat anaku menangis,.dan walaupun suaranya lirih dia menangis., lalu kami di ijinkan pulang,.seminggu di rumah anaku kontrol..tapi kok anaku warnanya kuning..apa lagi ini,
dengan pasrah ku biarkan anaku di rawat untuk d sinar karena takut terkena penyakit kuning,ibuku yang menunggunya,..aku pulang kerumah dengan perasaan sedih dan terus menerus menangis..
3hari di rumah sakit anaku di perbolehkan pulang dan sudah bisa menyusu dari dot, aku senang sekali, anaku tampan dengan hidung mancung dan muka lancip, aku terus menerus menatapnya tak percaya..ku pamerkan ke setiap orang kalo anaku sudah sehat..

Tapi beberapa hari berikutnya kok anaku pucat sekali..dan waktu aku jemur dia sama sekali tak membuka matanya, ku beri air susu..tapi kok keluar lagi..ada apa ini???aku sangat panik, ku telpon bapanya yang sedang bekerja dan langsung mengajaknya ke rumah sakit., perjalanan ke rumah sakit di rasakan sangat lambat sekali dan macet juga, anaku di gendong mamaku,..wajahnya pucat..Ya Tuhan selamatkan anaku..tangisku dalam hati..

Tiba di rumah sakit langsung ke Ugd, anaku langsung di periksa dokterdan perawat2, lalu dokterpun berkata dengan kata2 yang sangat menyakiti hatiku, anaku sudah tiada...Ya Alloh bumi yang kupijak seakan bergetar dan aku benar - benar terguncang, kulihat suamiku juga termanggu, ibuku meraung dan menangis..Ya Alloh kuatkan Hambamu ini..
Dengan ambulance aku pulang membawa bayiku yang diam dan kaku, air mataku tak berhenti sepanjang jalan terus - menerus mengalir, sakit bekas melahirkan masih kurasakan, sekarang di tambah sakit karena telah di tinggalkan anak bungsuku..

Sesampainya di rumah , orang -0rang yang melayat telah banyak dan itu makin menyayat hatiku, karena akulah yang di layat, suamiku langsung masuk kamar entah apa yang di lakukannya, yang jelas dia juga sangat menderita seperti aku..
Aku tak di bolehkan mengantar ke kubur anaku, aku diam saja di rumah dengan di temani saudara -saudaraku, hari itu aku benar - benar terpuruk..

Setelah Daffa meninggalkan kami,..aku sempat memberinya nama dan mengakekahkannya dengan memberi nama Daffa Muhamad Aziz,nama yang indah menurutku .

Seiring waktu aku dan suamiku mulai menerima keadaan dan berencana mampunyai anak lagi, selama setahun aku pending dulu dengan meminum obat KB, tapi kerinduan untuk punya adik lagi b uat anak sulungku Nadya, mulai menggelitiku, hingga akhirnya aku hamil lagi dan di karuniai anak yang ternyata juga di beri yang istimewa oleh Alloh Swt, ada kisah tersendiri dengan anak bungsuku Fawwaz Nazwan Shafwana.., lain kali akan aku ceritakan..

Wassalam..


0 komentar:

Post a Comment