Breaking News

21 February, 2012

Menulis Ibarat Meracik Masakan (Sebagai Koki)

By Eni Setiati  
Bersyukur sekali ibu yang berminat gabung di grup ini untuk berlatih menulis. Sebab, sesungguhnya kegiatan menulis ini tidak ada bedanya dengan keseharian rutinitas yang biasa ibu lakukan di dapur kebanggaan ibu, yakni sebagai Koki keluarga.

Ibu,
Menulis itu ibaratnya kita menjadi seorang "koki" atau juru masak yang pintar meracik bumbu. Namun, bumbu yang ibu racik dalam membuat tulisan itu namanya bumbu kata, bumbu tanda baca, bumbu ide, yang kemudian ibu olah sesuai dengan selera ibu, dan diberi sentuhan semangat .. maka jadilah "menu tulisan" hasil racikan ibu yang super istimewa ini dapat disajikan, dan dinikmati banyak orang.

Supaya saat ibu sedang memasak tulisan enak disantap semua orang, maka ibu harus mempersiapkan dulu alat-alat dan bahan-bahannya.


Sama seperti halnya jika kita ingin memasak, ibu tentu mempersiapkan terlebih dahulu bahan-bahannya ya kan? untuk membuat nasi goreng, misalnya - ibu siapkan dulu penggorengnya, siapkan kompor, minyak goreng, bumbu dan bahan penyedap nasi goreng.

Begitu pula dengan menulis, bu...

sebelum ibu menulis ... maka siapkanlah terlebih dahulu bahan-bahan untuk meracik suatu tulisan, siapkan idenya (sebagai kompor gagasan), setelah itu siapkan pemilihan kata-kata (bumbu penyedap nasi goreng), nah setelah itu ibu masak deh ... 

Ibu tinggal pilih, mau bikin seperti apa naskah tulisan ibu? 

Pakar editor, bambang trim juga menggambarkan ilustri menulis ibarat kita mengoreng telor ceplok.  Saat kita mau memasak telor itu kita perlu kehati-hatian agar telor jangan sampai pecah (buat yang sudah terbiasa nulis hal ini mudah), namun bagi yang pemula dibutuhkan waktu ekstra belajar bagaimana caranya agar telur yang diceplok itu tidak pecah kuning telornya. Selanjutnya .. terserah kita, apakah telor itu akan kita balik atau tidak ?

Nah.. sekarang waktunya ibu belajar menjadi Koki memasak tulisan .. belajarlah bagaimana caranya agar kuning telor itu tidak pecah.. dengan cara ibu rajin berlatih menulis .. sama halnya dengan ibu belajar membuat telor ceplok yang cantik penampilannya tidak pecah kuningnya kan dibutuhkan waktu untuk belajar?

Begitu juga dengan menulis .. ibu butuh waktu untuk belajar dengan cara menulis ... menulis .. menulis .. hari ini .. besok.. dan esok harinya sampai ibu bisa sepintar koki masak keluarga yang saban pagi menyajikan menu spesial bagi keluarga...

Saatnya kini ibu beralih menjadi juruk masak tulisan .. yuk godok dan asah terus semangat ibu untuk berlatih menulis ..sebab .. BAKAT bukanlah patokan .. krn 99% yang dibutuhkan adalah SEMANGAT dan Kemauan untuk berlatih dan belajar menulis ....

-  Eni Setiati - 

0 komentar:

Post a Comment