Breaking News

06 February, 2012

menSEGARkan


 
By Vita Taufik 
sekedar berbagi apa yang dilihat sore kemarin..
Tidak seperti biasanya,pulang kerja di ajak belanja persiapan lebaran oleh ibuk byan..
untuk menghindari macet , aku memutuskan untuk naek motor aja, walo dengan resiko qta akan bersempit-sempitan diatas motor (karena perut ibuk byan lagi mblendung).
Dengan semangat 1432 hijriah qta menuju toko perlengkapan kue di samping pasar pusat yang lebih dikenal dengan ramayana. yaps.. qta ke toko semarang..

 Karena sebelumnya singgah sekejap di toko kain di jalna sudirman, aq memutuskan untuk mengambil jalan pintas menutu toko kue itu. tapi apa hendak dikata, ternyata jalan menutu toko itu ditutup oleh pasar kaget ramadhan. akhirnya aq ikuti saja orang2 yang belok entah kemana .., ternyata jalan yang ada hanya satu menuju jalan yang sedikit jauh dari toko kue itu.

 "ya sudahlah" kata ibuk byan, itung2 olah raga jalan dikit aja kok, gw yg lg mblendung aja kuat, kok dirimu enggak... (hadoohh ca..bukan karena kuat atau enggak.., ini parkir entah aman entah tidak.., entahlahhh )

 Akhirnya aq parkirkan motor disamping rumah makan kota buana.., namun sebelum itu aq melihat pemandangan yang sebenarnya umum NAMUN karena ini bulan ramadhan jadi pemandangan ini menjadi sedikit janggal..

Sepanjang jalan pintas tadi sebenarnya aq sudah mencium aroma sate padang yang menggugah selera, (bayangkan saja dari radius beberapa puluh meter udah bisa merasakan nikmatnya sate melalui asapnya) namun karena sedang batuk, jd nafsu makan berkurang. dan aq tidak terpengaruh sama sekali. 

 Setelah memarkirkan motor dan memastikannya aman, akhirnya qta berdua jalan menuju toko kue itu.., sambil jalan seperti biasa qta memperhatikan sekeliling..dari yang jualan kue, baju, kain sampe pedagang makanan di sepanjang jalan..
ada sate padang, es klamud , nasi padang, es campur , dan makanan menggugah selera lainnya..

 Pada saat menyebrang jalan, pandangan qta berdua ternyata menuju ke arah yang sama. ke arah para pelanggan yang ada di sekitar gerobak , disana terdapat beragam pembeli; dewasa, muda, tua, anak-anak, balita, laki laki , perempuan..

 Wallahualam mereka muslim atau bukan  ( qta tidak berburuk sangka dengan ini) kok gak malu ya makan ditempat umum gini.. OKlah klo mereka itu wanita A.K.A perempuan yang mungkin sedang mendapat kewajiban untuk tidak puasa. ok lah klo itu anak-anak kecil (balita)., TAPI pemandangan yang satu ini bikin geleng kepala.. laki-laki makan di tempat umum.. Hadoooooooooooooohh bikin malu saja.. ( apa mereka minta kesetaraan gender juga ya hehehe *piss*)yang bikin miris lagi, qta (aq dan ibuk byan)  melihat (mungkin mereka sekeluarga) seorang ibu, anak dan bapaknya sedang menikmati makan di warung tepi jalan. dan ini bukan hanya satu warung, klo di itung-itung mungkin terdapat lebih dari 10 gerobak penjual makanan, dan semuanya penuuuuuuuuuhh dengan pembeli. 

 Ketika menyaksikan ini, aq teringat dengan berita di tv, dimana ada rumah makan yang diserang gara2 berjualan disiang hari.. ( tapi yang ini kok enggak ya, bukankah justru yang seperti ini keliatan banget klo mereka jualan dan pembeli makan ditempat..  anehh..) 

dalam pikiran aq dan ibuk byan..

ahh mungkin si ibuk dagi dapet, jadi sibapak ikutan solidaritas jadi nemenin ibuk ikutan gak puasa.., kan lumayan, panas gini, minum es klamud hmmmmmmmmmmmm.. menSEGARkan , melepas dahaga seusai hunting persiapan menyambut lebaran.....

0 komentar:

Post a Comment