Breaking News

22 February, 2012

Mengoptimalkan Penglihatan dan Pendengaran

Bagaimana kita akan mulai menulis?
Tidak ada teori baku tentang hal ini. Semuanya tergantung setiap inividu yang ingin membuat tulisan. Para “pakar” yang memberi komentar di bawah tulisan saya kemarin telah demikian jelas mengungkapkan bahwa banyak  membaca akan memperkaya wawasan, sehingga diharapkan  akan menelurkan banyak ide untuk membuat sebuah tulisan yang menarik. Lygia bahkan menyarankan untuk lebih banyak memperhatikan segala sesuatu dalam hidup keseharian dan hal-hal kecil lainnya yang bisa menjadi sumber inspirasi bagi para penulis.
Anda ingat J.K.Rowling ? Ia sering kali minum secangkir kopi di Starbucks, duduk berlama-lama di tempat itu dan menulis di atas secarik kertas tissu ide-ide yang akan dituangkannya kelak di laptopnya. Dan seperti kita tahu,hampir tidak ada orang yang tidak mengenal buku Harry Potter yang ditulisnya. Harap jangan lupa,satu edisi buku best seller tersebut berisi sekitar 600 halaman. Jadi benar tuh saran Lygia untuk lebih memperhatikan suasana dan kondisi di sekitar kita.
Sebenarnya itu juga bagian dari kegiatan membaca, karena menurut pendapat  saya, membaca bukan hanya sekedar melihat deretan huruf dalam sebuah buku, majalah atau koran. Menjadi pengamat dan pemerhati lingkungan adalah juga bagian dari membaca. Bukankah hal itu sesuai dengan ayat pertama yang diturunkan dalam Alqur’an: “Iqra….“, yang artinya “Bacalah….”. Berarti sebagai manusia, kita diperintahkan untuk membaca dan tidak ada perintah bahwa membaca itu adalah membaca kitab suci atau buku belaka. Yang diperintahkan kepada kita adalah mengoptimalkan indra penglihatan, mempergunakannya sebaik mungkin. Penggunaan kata “sebaik” disini berarti kita tidak menggunakan penglihatan kita untuk hal-hal yang kurang baik.
Terkait dengan penglihatan, bagi seorang penulis pendengaran juga semestinya dipertajam. Banyak mendengar, dan banyak menyimak (tanpa mengurangi rasa hormat dan menjadi catatan : telinga bukan dipergunakan untuk mendengarkan gosip, heu).
Percayalah, kalau kita mengoptimalkan kedua indra tersebut, akan banyak hal positif yang kita peroleh. Wawasan kita akan bertambah, pengetahuan meningkat, dan dengan cara itu  kita mengundang gagasan menulis kedalam benak kita, yang kemudian dapat kita kembangkan menjadi sebuah buku.
Memang sungguh adil bahwa manusia diberi dua mata dan dua telinga, tapi hanya diberi satu mulut. Agar kita lebih banyak melihat dan mendengar ketimbang berbicara (apalagi membicarakan orang lain….gak penting banget degh, hehe).

Selamat menjadi pemerhati dan merealisasikannya menjadi sebuah karya.




0 komentar:

Post a Comment