Breaking News

06 February, 2012

Menari Rasa


 
By Ibu Embun 
Saat lembayung menurunkan kabut pekat nan dingin..
Kala kesunyian tebing batu menukik gema suara jiwa tertatih..
Ketika semilir angin membisikkan ode pada hati yang lunglai..

Luruh aku pada sudut hati yang menetak keangkuhan
tak ada lagi kekuatan untuk mendongak kepalsuan

Ditepi hiruk pikuk lintasan sejarah..
Ada kerinduan pada kebeningan embun..

Kebekuan yang menghangatkan ?
Entahlah..

Dilembah sunyi dalam buaian senja..
Bersimpuh aku melekuk lutut
Memburai seluruh rasa yang selama ini kaku terlipat

dan Ia pun menari..menari melompat kesana kemari
melenggang irama jiwa berbagai melodi
waltz..chacha..tanggo...
melompat tinggi bagai balerina dalam lakon white swan
melapangkan seluruh emosi...

Lalu sesudah semuanya usai..tinggalah denting gending dandang gulo
lambat..lamat..membawa dia yang letih kembali tertidur..
menggenggam kilauan bening disudut jemari kaku..


0 komentar:

Post a Comment