Breaking News

06 February, 2012

Mawar Melatimu Bukan Aku


  Saat kau bermain-main dengan perasaanmu di pagi yang berdebu..
Aku merasa keterpaksaan bukanlah  makanan hati yang merindu..
Boleh saja cemara berkembang dengan indahnya,..
Namun kebahagian takkan pernah sama takarannya
Kau menangis karena terluka, bukan karena aku yang sengaja berdiri didekatmu
Dan selalu merapat ke Dermaga hatimu  yang habis tersapu ombak merah jambu.
Aku katakan berulang, namun kau selalu belajar dalam rumus kata –kata ragu

Sejak kita berdiri bersama di bawah kayu-kayu penuh lampu dan bunga melati
Kau mepresentasikan pesona berharap adalah sebuah kesakitan dalam sukma
Namun kulawan dengan menghirup bau-bau melati itu sebelum layu
Aku terus merasakannya hingga rautku bergaris dan menyadari lama ku menunggu..
Lantas, mana keranjang kepingan hati itu untuk ku?
Setelah tak pernah aku jenuh meminta dalam sujud di malam biruku
Kau selalu mekar di hatiku, meski duri bertebaran di dalamnya
Sungguh tak seperti bunga-bunga yang kita tanam di papan kenyataan..
Mereka selalu layu sebelum benar-benar membuat cerita..
Aku berbisik pada mereka sebelum berguguran..
Hey..Janganlah kalian jatuh sebelum aku berhenti memaknai arti cinta dan penantian..
Tapi mereka berlomba layu dan dengan anggun mendarat ke tanah hitam..
Aku hanya bisa menatap, sama kosongnya seperti melihatmu yang selalu begitu..

Jadi , malam yang satu ini bisakah kau kembali terangkan arti dari sebuah perasaan..
Mereka saja beguguran sesuai kodratnya yang pasti, haruskah aku seperti itu?
Berapa banyak bibit kau tanam di depan indraku, lantas kau pagari dengan kata-kata seru
Salahkah aku bertanya padamu sekali lagi,..
Apakah aku berduri seperti bunga mawar yang cantik..
Jangan-jangan kau menawarku sebagai melati teman rangkaian air mata di harimu nanti, kasih..


Lama tidak bergabung..salam kembali..

0 komentar:

Post a Comment