Breaking News

21 February, 2012

Matahari, Bulan dan Bintang Ibu

Dua Puluh Empat Maret Dua Ribu Empat
Ibu sambut matahari Ibu dengan tetesan air mata
Sembilan bulan pertama Ibu yang menakjubkan
Terangnya tak pernah padam
Canda tawanya, ocehan nakalnya, rasa ingin tahunya
Menjadikan ibu lengkap
Kemandirian dan kedewasaannya
Menjadikan ibu bangga padamu...Kakak tertua
Matahari Ibu......Muhammad Razan Rahmandani

Lima Nopember Dua Ribu Tujuh
Datanglah bulan ibu, menerangi gelapnya malam ibu
Cahayanya menemani ibu di kala gelap
Menyadarkan ibu di saat gundah
Kepolosannya keisengannya
Selalu ceriakan hari ibu
Bulan Ibu.....Muhammad Pasha Raditya

Tiga Oktober Dua Ribu Sembilan
Tanpa Ibu duga, datanglah satu bintang lagi mencerahkan langit ibu
Bintang cantik yang memperindah langit ibu
Bintang kejora milik ibu
Anugerah terindah dari Sang Maha Pemberi
Bintang Ibu.....Sheila Putri Feodora

Matahari, bulan dan bintang Ibu
Do’a Ibu kelak besar nanti jadilah cahaya bagi semua orang


Cibogo, 15 April 2011
Saat mendung bergelayut




ar� f a a �� �� a terima.

Perkawinan buat saya adalah sebuah noktah pengingat janji. Di zaman seperti sekarang ini sebuah peraturan dibuat untuk dilanggar.  Nah, itulah fenomena yang kini terjadi, perkawinan tak ubahnya peraturan norma-norma suci yang banyak dilanggar oleh kaum lelaki yang begitu mudahnya lari ke pelukan wanita lain.

Untuk itu Ibu, berbahagilah mereka yang menikah bukan didasari atas noktah pernikahan akan tetapi lebih didasari pada kesadaran dari dua pihak untuk memupuk rasa cinta dan kasih sayang itu pada kesadaran diri untuk saling setia dan memahami satu dengan lainnya.

Menjadi single mom tidaklah semudah yang dibayangkan. Di awal satu hingga dua tahun meniti perjalanannya banyak kerikil yang harus dihadapi. Namun kencangnya angin di hadapan kita, harus dapat kita lawan dengan perjuangan.

Menjadi Ibu sekaligus Ayah bagi anak, maka single mom harus bisa melakukan dua tugas yang berbeda namun memberi manfaat. Menjalankan peran sebagai single mom, kita ibaratkan menjadi bumi yang harus siap berperan sewaktu-waktu menjadi Matahari, dan disatu sisi kita harus bisa menjadi Rembulan yang menyejukan hati anak kita.

Perjalanan 12 tahun telah berhasil aku lalui, tak ada lagi airmata kesedihan, tak ada lagi dendam dan amarah. Aku justru bangga karena telah berhasil melewatinya dengan baik dan menjadi the great single mom untuk putra semata wayangku.

Karena anakku bangga Mamanya tidak pernah berpangku tangan, karena Mamanya dapat menyekolahkannya hingga saat ini, karena Mamanya tak pernah berkeluh-kesah.  

"Mama hebat, tidak seperti Mama teman ku .. mereka kerjanya ngerumpi aja loh Ma di depan rumahnya. Kalau Mama mah, ngerumpinya jadi buku ya Ma?".

Inilah sepenggal kisah yang aku tularkan bagi ibu-ibu single mom, jadikanlah diri mu menjadi Matahari yang dapat menghangatkan anakmu dan semua orang, dan sewaktu-waktu berperanlah menjadi Rembulan, yang dapat menyejukkan hati anak mu dikala ia bersedih dan penyejuk hati semua orang yang membutuhkan kehebatan mu.


[My True Story]

Kisah ini dibuat sebagai contoh kecil buat ibu-ibu berlatih menulis 

0 komentar:

Post a Comment