Breaking News

21 February, 2012

Marterpiece

Kutahan keluhku sambil memasukkan baju-baju yang barusan kucuci ke mesin pengering.Setengah hari lewat sudah,tapi aku belum juga selesai membereskan rumahku.

Keempat anakku bergantian keluar masuk rumah,meninggalkan noda apapun yang berada di telapak kaki mereka,membentuk noktah warna-warni di atas lantai yang sejurus lalu masih tampak mengkilat setelah kubersihkan dengan susah payah.Remah-remah biskuit dan noda susu menghiasi karpet ruang tengah yang beberapa hari lalu baru saja kuambil dari laundry.Buku-buku berserakan,bahkan beberapa diantaranya sudah robek tak karuan.

Dan ,lihatlah!Tumpukan piring dan gelas kotor kembali menggunung.Dalam hitungan menit sudah tak terhitung berapa puluh kali para liliput itu bergantian minta sirup,susu,atau sepotong pudding dan kemudian meninggalkan wadahnya begitu saja.

Kini mataku tertuju ke jendela kaca yang beberapa jam lalu selesai kubersihkan. Tampak bekas tapak-tapak tangan dan mulut kecil menghiasinya. Noda-noda coklat juga terlihat disana-sini.

Hampir menangis,aku menghempaskan diri di kursi tamu.Meratapi ‘kemalanganku’ membesarkan empat anak yang tak pernah berhenti merepotkanku.


Dering handphone menjerit-jerit dari kamarku.Tanpa gairah aku meraihnya,“Halo….?!”
Suara wanita paruh baya yang sangat akrab di telingaku menyambut sapaanku dengan suka cita.“Kau baik-baik saja,sayang?!”Ups…….rupanya ibu mampu membaca nada suaraku yang setengah hati.

Lalu mengalirlah semua kekesalanku tanpa bisa kubendung lagi.Tentang repotnya menyelesaikan pekerjaan rumah seorang diri.Juga masalah anak-anak yang tak henti membuat kotor rumahku.


“Hmm….”ibuku berdehem pelan.Biasanya ini adalah awal yang akan digunakannya untuk menguliahiku.Tapi kali ini aku sangat membutuhkan bimbingannya.Jadi aku mulai memasang telingaku dengan seksama.
“Kau tahu apa yang ibu rasakan saat ini?”Aku menggeleng pelan walau ibuku mungkin tak bisa melihatnya.

“Aku sangat merindukan masa-masa membesarkan kalian dulu.Aku terkadang membayangkan kau bermain lompat tali di beranda depan bersama kakak-kakakmu.”

“Aku kadang juga masih mendengar bagaimana kalian saling berteriak memperebutkan mainan,dan salah satu dari kalian menangis lalu berlari memeluk ibu…..”Sampai disini kudengar suara wanita tercintaku itu mulai bergetar.

“Juga ketika kau sedang belajar menulis dan mencoreti semua tempat yang bisa kautulisi.”Aku tersenyum kecil,membayangkan lemari,dinding,meja,kursi,bahkan baju kesayangan ibuku yang penuh dengan hasil karyaku. Dan ibu tak pernah menghapusnya sampai sekarang!

“Kau tahu,sayang……ibu tak pernah sanggup menghapus bekas-bekas masa kecilmu itu…karena ibu ingin ia jadi pengingat kala ibu merindukanmu.Seperti saat ini….”Tangis ibuku akhirnya pecah juga.

Jarak yang memisahkan kami terlalu jauh sehingga aku tak bisa sering-sering mengunjunginya.Dan ibu merasakan kehadiranku melalui jejak-jejak masa kecilku itu.


Tanpa mendengar kata-kata selanjutnya,aku sudah bisa menangkap maksud ibuku.
Kuedarkan tatapanku ke sekeliling ruangan.
Hai….tiba-tiba saja rumah yang tadi kulihat begitu berantakan terlihat lebih indah sekarang. Dengan beragam masterpiece yang dibuat oleh anak-anakku.Beragam coretan di dinding,buku-buku yang berserakan,bekas-bekas tapak tangan dan mulut kecil di kaca jendela.Tempelan-tempelan origami hasil karya anak-anakku.

Aku menarik sudut mulutku ke atas dan kemudian tertawa lebar.Karena aku punya banyak pengingat saat merindukan anak-anakku kelak!!
(Terinspirasi dari Chicken Soup)  






















Reuni kali ini,berganti tema....kawan lamaku meminta disain mirip dapur,ia akan memasakkan kami semua yang hadir pada reuni tahun ini,karena ia seorang...chef !!

Ia,minta meja lebar,kompor gas dua tungku,serbet bersih lebar.air bersih...beberapa bahan makanan kami siapkan:beberapa macam sayuran,daging sapi muda,3kg ayam potong,bumbu-bumbu ia bawa sendiri dan ia berjanji membawa udang galah....udang sungai,hmm...dan,pisau tajam 3 jenis:pisau gagang pendek,pisau yang berujung runcing,pisau lebar 10 cm bergagang besar?

Ia,bilang akan menservis teman-teman semua dengan keahliannya,memasak langsung didepan kami!
Akan hadir sekitar 15-25 orang,seminggu sebelumnya kami berteleponan,ia minta daftar tamu dan pisau lebar itu.Setelah kudesak,ia tetap tidak mengatakan yang sesungguhnya,tapi aku rasa ia mengharapkan kehadiran seseorang dan dendam padanya?

Aku membayangkan masakan apa yang akan dibuatnya,udang mentega...ayam kuluyuk,lapis daging.tumis sayuran,steak daging lada hitam...?kita lihat saja nanti...
Hari minggu pagi aku sudah bersiap dirumah sahabatku Tina,ruangan sudah rapi...meja pesanan kawanku sudah siap,ayam,daging sudah bersih diletak pada box es,aku tiru saja seperti di teve jika ada demo masak,hah...pisau ini,aku ngeri sekali melihatnya?aku tak pernah memasak memakai pisau besar.

Nah,ini dia 'chef kita datang duluan....Mika namanya.setelah cipika -cipiki...bergosip sebentar,iseng-iseng aku tanya setengah berbisik,ada apa sebenarnya dengannya?ia tak mau menjawab...lihat saja nanti katanya.
Mika dengan cekatan menyiapkan bahan dan bumbu dibantu satu asistennya,waaow..ia membawa udang galah ukuran sedang ada yang masih mentah dan ,ia bilang menjelang naik pesawat ia baru membeli udang itu,dibawanya sekitar 3kg.

Bumbu-bumbu:bawang merah,bawang putih,bawang bombay,jahe,daun jeruk,salam,kecap manis,asin kecap inggris,kecap ikan,saus tiram,saus cabe,saus tomat,cabe giling halus,merica bubuk,kaldu blok....
Masih ada,tadi ia mampir kepasar baru...membeli kerang,cumi..kepiting!waduh seru pasti nanti.
jam sembilan kawan-kawan satu persatu mulai datang,telepon berdering ada yang pamit tak bisa hadir,ada yang pamit datang agak terlambat.Ada..yulia,tuti,sri,anton...?,maria,bejo?,agusman?...panji?ada thomas dan kawannya aku lupa namanya....joko?mirsa,anisa,artiyah,made...titin,budi?,nehru,ganjar....sudah hadir 22orang.

Tanpa pidato formal,saling berkisah masa lalu...berhaha-hihi,tiba saatnya...mika.chef kita memberi sedikit kata sambutan,menawarkan pada kami per lima atau tiga orang menu yang sama....semua antusias...sepakat kata,satu kelompok tiga orang....ada menu tom yam kilat,tumis udang karamel,udang mentega,steak daging,ayam kuluyuk....dan masakan yang aku tak tahu namanya.

Mika dengan cekatan memasak pesanan pertama tom yam sea food....bahan direbus sebentar ditumis dengan bumbu,tuangi air,didihkan.dengan tungku satunya lagi ia memasak...lapis daging sapi muda,bawang putih dan bombay tumis sebentar,beri telur kocok...merica,kecap dan air,masak sampai agak kering airnya.
Setelahnya,ayam yang sudah difillet sama asistennya,diberi bumbu campur-campur cepat,beri telur,taburi terigu dan maizena,lalu digoreng...ditambahi saus tomat asem manis.

Aku masih memperhatikan arah matanya,waktu thomas tadi tiba,mika menyambutnya dengan senang bahkan mencium pipi thomas.apakah thomas ..orangnya?
Kami semua ngeri cara ia memakai pisau itu,sangat tajam...crekk..creek..pregg...mika bilang,memasak itu seni.bahan dan sarananya harus baik...
Wah,pesanan udang yang paling laris,mika dengan senang hati...memasakkan...aku perhatikan,hampir semua cara memasaknya,tanpa dicicipi...!ia,bilang memasak harus dengan perasaan,kalau aku jika 'perasaanku malas masak...ya beli saja.

Alamak mak,nasinya hampir habis...semua sibuk minta ini itu....kami datang tanpa membawa keluarga,jadi terlihat norak,kalau direstoran pasti pada 'ja'im.barangkali.

Oh,kawan thomas menghampiri meja masak,berdiri didepan tungku kompor gas...aku masih berdiri disamping mika,kawan thomas...bilang.''bisa aku minta masakan bebek hijau?''....mika.memandang tajam sambil memegang pisau lebar itu...''well.kamu liat disini 'nga ada bebek...!'',jika ayam bumbu hijau aku buatkan kata mika...sedikit kesal,mika memotong bahan masakan.diminta asistennya membuat bumbu cabe hijau kasar...lalu dengan pisaunya,..''kamu,mau ayamnya dipotong-potong kecil-kecil begini...dipotong ayam itu dengan cepat,agak marah rupanya,aku dan kawan thomas...terbengong-bengong....digoreng dengan api besar,bumbu ditumis dengan minyak agak banyak,diberi kaldu blok...ayam dimasukkan,diaduk-aduk sebentar....secepatnya,mika memotong tipis mentimun,tomat...daun selada,disusun pada piring ceper...lalu ayam hijau dituang....cantik sekali perpaduan warna masakannya dengan hiasannya.

Tapii...tapiii.rasanya hanya pada kawan thomas ini sajian masakannya dihias segala,tadi pesanan kami langsung dituang-tuang saja dipiring??

Kudengar..mika berkata...berbisik...i miss you....suasana berisik ,aku yakin hanya aku yang dengar bisikan itu.Kulihat kawan thomas....mata mereka saling memandang dalam,tersirat rindu....dan,bilang...sedikit geram...''letakkan pisau itu.....'',sambil berlalu.Kata mika memandangku...kau tahu..??
(aku berjanji dalam hatiku,....sahabat..hanya aku yang tahu...keep promise for 'ur..)


0 komentar:

Post a Comment