Breaking News

21 February, 2012

Manisnya Madu dan Racun

Siapa yang tidak kenal lebah? makhluk lucu nan imut ini punya segudang keistimewaan. Rasulullah pun menyebutkan madu sebagai salah satu sunah untuk mengobati penyakit.Lalu apa sajakah kelebihan makhluk kecil ini?
1. lebah mempunyai manajemen yang luar biasa. lihat saja dalam satu koloni lebah mempunyai tugas yang berbeda-beda. ada yang bertugas membersihkan sarang, mencari makanan, memberi makan ratu, dan seabreg pekerjaan lain yang kesemuanya membuat sebuah ritme kehidupan yang indah dikalangan para lebah. merekapun tidak pernah ribut memikirkan jabatan. tidak ada tuh yang sirik temannya jadi prajurit, tidak ada pula para betina yang sibuk dengan ratunya. semuanya dengan sepenuh hati mengerjakan pekerjaannya sendiri. Subhanallah ya lebah memang hebat!
2. madu. siapa yang tidak pernah merasakan nikmatnya madu?rasa madu sangat luar biasa lezat. Ada yang manis banget, ada yang asam manis, madu adalah makanan lebah, madu bersumber dari nektar bunga yang diambil dari berbagai macam bunga. khasiat madu? wow jangan diragukan lagi. semua vitamin terkandung dalam madu. madu mempunyai efek menenangkan, mengenyangkan dan menyehatkan bagi tubuh kita.madu dapat menetralisir racun yang ada dalam tubuh kita. madu juga mempunyai efek pencahar alami. anak-anak suka jajan sembarangan? jangan khawatir bunda,biasakan anak mengkonsumsi madu. tipe tubuh apapun madu bisa menyesuaikan


T� A a , p 8�� if";color:#333333'> 
Hingga sore tadi tubuhku tiba-tiba menggigil. Bukan,bukan karena sakit,karena seperti kubilang tadi,aku rajin berolahraga,minum vitamin,dan berobat rutin ke dokter. Aku tergetar oleh sebuah pesan singkat yang singgah di selulerku. Seorang sahabat (lagi-lagi) meninggalkanku tanpa pamit. Seorang sahabat yang pagi tadi masih kunikmati tawanya yang berderai-derai,tegap badannya yang gagah,langkah kakinya yang tegap,pandangan matanya yang tajam...

Oh kematian...pelajaran apa yang hendak kau bagi kali ini?
Bahwa kematian itu datang tiba-tiba?
Bahwa kita tak pernah tahu kapan ia menjemput kita?
Bahwa ia tak mungkin mendatangi kita di usia belia?
Benarkah?

Bukankah Dia telah mengingatkan kita dalam kitab-Nya yang sempurna bahwa tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati?
Bukankah Dia juga mengingatkan melalui lisan utusan-Nya yang mulia bahwa orang yang paling cerdas diantara kita adalah yang paling banyak menyiapkan bekal untuk kehidupan akhiratnya?
Bukankah Dia telah ‘memvonis’ saat kepulangan kita seiring Ia hembuskan ruh di jasad kita?

Sungguh,berulang kali Dia mengingatkan kita akan satu kepastian  ini.
Masihkah kita menganggap bahwa kematian itu datang tiba-tiba?

NB : Untuk sahabatku yang berpulang siang tadi,semoga Allah meringankan langkah-Mu menuju surga-Nya.Terima kasih telah mengingatkan kami untuk senantiasa bersiap diri...


0 komentar:

Post a Comment