Breaking News

09 February, 2012

"Makasih ya Yang"


  Sudah lima hari suamiku terbaring sakit. Dan sudah lima hari juga aku menjadi mesti ekstra kuat untuk bisa menahan tangis di hadapannya. Bukan karena sakitnya, juga bukan karena lelah yang menghampiri tubuhku. Bukan! Tapi justru karena sebaris kata-kata yang di ucapkannya.

"Makasih ya Yang". Belakangan kata-kata itu cukup sering ku dengar keluar dari mulutnya. Dengan suara yang lirih dan terkadang menahan rasa sakit di badan, berulang kali suamiku mengucapkan kalimat yang sama dari pertama aku melihatnya terbaring lemah sendiri di salah satu ruang rawat inap rumah sakit.Ya,hanya bermaksud memeriksakan diri sejenak di sela istirahat siang kerjanya, suamiku sendirian ke rumah sakit karena merasa badannya kurang sehat. Dan sendirian juga ia melewati rangkaian pemeriksaan, menunggu hasil cek darah dan lantas keputusan harus rawat inap.

"Makasih ya Yang".Kata-kata yang berulangkali di ucapkannya ketika aku menyuapkannya makan,memberikan obat, membantunya buang air,mengganti pakaiannya, memijat badannya,ketika aku mengurusnya. Kata-kata yang kembali terucap ketika aku pamit sejenak meninggalkannya untuk menebus obat atau pulang ke rumah untuk berbagai keperluan.

Aku tak bisa berkata apa-apa. Ucapannya membuatku merasa sedih dan sekaligus bahagia dengan cara yang berbeda. Bukankah apa yang telah, sedang dan akan ku lakukan hanyalah hal biasa kalau tak ingin menyebutnya justru adalah kewajibanku sebagai istrinya? Apalagi jika mengingat bagaimana ia merawatku setiap aku merasa kurang enak badan dan-sayangnya-justru jarang ku balas dengan ucapan yang sama. Sungguh membuatku malu tetapi sekaligus membuatku merasa sangat senang karena aku memang ada untuknya.

Dan satu hal yang pasti, aku sangat bersyukur pada Sang Maha Pemberi, karena telah memberikan kami kesempatan memaknai sakitnya suamiku dengan cara yang indah. Sakit itu boleh hanya menyerang tubuh suamiku saja, tetapi kami menghadapinya secara bersama-sama.

*Pengalaman pertama-dan semoga terakhir-menemani suami di rawat di rumah sakit

0 komentar:

Post a Comment