Breaking News

17 February, 2012

Maaf....baru nyoba nulis, hehehhe


 By Athaya Rismaula  

Ehmmmm.....mungkin ini postingan pertamaku di IIDN, harapannya sih bukan pertama dan terakhir, kayak judul laguna Sherina, hehehhe....So, kalo masih ada banyak kekurangan sana sini, mohon dimaklumi (maklumlah, masih amatir J, sekedar sharing  pengalaman,,,
Ahmmm,,bingung ternyata bikin mukadimah, he.....to the point aja kali ya, ibu-ibu, mbak-mbak, teteh-teteh atau adik-adik juga boleh, keburu kehabisan kata-kata and lupa ma ceritanya, he J
Ini tentang seorang anak didik saya. Sore ini, pas menjelang Maghrib, tiba-tiba kami dikejutkan oleh teriakan riang seorang anak perempuan. Sambil membuka pintu dan berlari menghampiriku dan memelukku, yang lagi makan mie (makanan favoritku J
“Assalamu’alaikum,,,,,ibu aku kangen”, Pipit, salah satu anak asuh di tempatku bekerja. “bu, bu, pinjem uangnya 15 ribu donk, buat bayar ojek”, katanya kemudian. Segera saja, aku mengambil uang di kamar dan ku berikan padanya untuk membayar si tukang ojek yang sudah menunggu, sejenak.

Baru saja, kami (aku dan ibuku di asrama) ngobrol tentang ni anak, eeeeee, panjang umur, dia muncul. Dia anak yang terakhir datang kembali di asramaku. Rumahnya di Serang, yang katanya deket-deket Cilegon situlah, hehhe, soalnya aku belum pernah sampai sana. Tapi cukup jauhlah, perjalanan selama ± 4jam untuk mencapai tempat itu (itupun kalau gak macet di tol).
Menurut ibu asramaku, dia pulang ke Jakarta sendiri, tanpa diantar oleh keluarganya (sebenarnya, peraturan panti kami mengharuskan keluarga mengantar jemput).

Sesuatu hal yang tidak kami sangka, Pipit bisa sampai juga ke tempat kami lagi. Karena melihat latar belakangnya, ketika awal2 masuk ke panti....haduuuuuuuhhhhh, cukup membuat pusing kami penghuni panti. Kebetulan waktu itu, aku juga baru diangkat menjadi pegawai disini.
Pertama dia datang, dengan wajah yang kucel, dan pakaian yang menempel di badannya saja, ia di antar oleh petugas dari dinas sosial untuk dititipkan, tepatnya dibina,  di tempat kami, Pipit sudah membuat ulah. Di hari pertamanya, tiba-tiba saja dia menghilang dari asrama, ketika kami sedang melaksanakan upacara. Sudah kami cari ke setiap sudut panti, kami tidak menemukan. Herannya, pintu asrama terkunci rapat, waktu kami pergi, Pipit sedang tidur, tapi kenapa bisa lari,itu yang ada dalam benak kami. Setelah lama mencari, tanpa sengaja, kami menemukannya di bawah kolong tempat tidur, dengan raut muka ketakutan, ketika kami tanya, dia hanya menjawab dengan sepatah kata, masih dengan mimik curiga.

Singkat cerita, hampir 4 tahun dia berada disini. Dengan latar belakangnya yang...hmmmmm, cukup mengharubiru. Jati dirinya yang tidak jelas, karena tidak ada selembar suratpun yang menyatakan ia anak siapa. Yang kami ketahui, ia diasuh oleh sebuah keluarga, yang kemudian menelantarkannya juga, menjadikannya anak yang liar. Meskipun sempat membuat kami jengkel, aku cukup terharu dengan perubahannya saat ini
Yah, dia datang kesini dengan masalah suka mencuri, meski hasil curiannya dibagi-bagi, heee.....dan kasus pertama pencuriannya, wowwwww, dengan usianya yang baru 11 tahun, mungkin akan mengejutkan teman-teman sekalian, uang ± 2juta rupiah, raib dari laci kantor yang terkunci.....(hmmm, bagaimana? Hebat bukan anakku yang satu ini teh :)
Belum lagi hasil curiannya selanjutnya, waktu ada di asrama, uangku (gak sampai berjuta-juta sih), uang ibu asramapun yang ada di lemari kamar, dan di tas, bisa juga diambil olehnya.
Tapi Alhamdulillah, kebiasaan mencurinya ini, sudah tidak kambuh lagi. (Aminnn, harapannya janganlah, he....
Duh, duh,,,,gak jadi singkat deh kalo kayak gini J

Yupz, menceritakan perjalanannya, mungkin akan menghabiskan se-rim kertas folio, he,,,,terlalu hiperbolis kaleeee....
Pipit, yang dulu tidak bisa baca tuis, tapi bisa berhitung (berhitung uang maksudnya), sekarang sudah kelas 7 SMP (meski kemarin tidak naik). Dia dulu masuk ke sini langsung masuk ke kelas 5 SD. Sebenarnya belum layak dengan kemampuan calistung yang dimilikinya untuk dia duduk di kelas itu. Tapi kebetulan, di sekolah kami, untuk tingkat SD, hanya ada kelas 5 dan 6,,,,yah, aku membantu mengajar di Sekolah Luar Biasa bagian E dengan anak-anak yang memang luar biasa bandelnya, he J

And Now,,,,,kami dapati dia yang seperti sekarang ini. Cukup cerewet, rajin, meskipun masih labil emosionalnya. Tapi kami benar-benar bangga dengan perubahannya. Perubahan menjadi seorang yang lebih baik. Ia tumbuh menjadi gadis yang cukup manis, seksi (dibanding aku, hehe J dan punya sopan santun (gak sopan2 banget sih, tapi sudah tahu “orang” lah......
Dan dengan kejadian sore ini, kami tidak menyangka ia bisa sampai tempat kami kembali, sendiri.....

                Hufhhhhh.........dan inilah yang membuat aku percaya, bahwa setiap orang itu bisa berubah menjadi baik....karena pada dasarnya setiap manusia itu mempunyai dasar baik (kata Carl Rogers,,,,begitu ku dengar waktu sempat kuliah,,,,,
Setiap orang itu akan belajar untuk tetap bisa survive, apapun caranya......
Dan karena anak-anak seperti Pipit, aku belajar bersyukur, bahwa aku masih lpunya kehidupan lebih baik dibanding mereka yang kurang baik, he.....

Demikian cerita dariku yang tak berupa ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, hehehehheh.......
<<<<<<   Maap ya mbak-mbak,,,,,lagi latian cerita sih  >>>>>>


0 komentar:

Post a Comment